Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 42


__ADS_3

Sedang kan di ball room hotel, Bella sudah datang dari tadi, bersama keluarganya, dia sudah meminta kepada orang tuanya, untuk menjodohkan dirinya dengan Brian,


Selain dia, menyukai Brian tak di pungkiri di balik cintanya itu, jiwa matrenya meronta ronta, hidup bersama Brian, sudah pasti dia akan bergelimang harta, dan bisa shopping setiap hari,


Orang tuanya pun menyetujui, permintaan anak mereka, selain bisa berbesan dengan orang terkaya di seluruh Indonesia itu, tidak menampik itu akan berimbas dengan perusahaannya,


Orang tua mana yang mau menyia nyiakan kesempatan tersebut, apa lagi mereka saling kenal, dan bersahabat baik, sudah di pastikan rencananya akan berjalan dengan lancar,


"Pah... Mah... Pokoknya nanti, papa sama mama, bisa ya... membicarakan tentang perjodohan aku sama Brian? ucap Bella manja,


"Iya... tenang saja kamu, papa akan berusaha meyakinkan kan Tama, Mamamu akan meyakinkan Arum, ucap Pak Hutomo, kepada sang putri,


"Baiklah... Aku tunggu hasilnya? ucap bella,


"Its... Kamu juga harus bisa dong...! meluluhkan hati Brian, walaupun kedua Orang tuanya menyetujui, jangan lupa... masih ada si kake tua itu...! di belakang Brian" ucap sang papa agak kesal, karena dia tidak menyukai kakek surya,


Karena kakek Surya beberapa kali, menggagalkan rencana liciknya, saat rapat di perusahaan Brian.


Itulah, yang membuat papa Bella tidak menyukai kake surya, walaupun di depan orangnya akan berbanding terbalik dengan ucapannya sendiri,


Dia berusaha mengambil simpati kake Surya, agar kerjasamanya terus berjalan, dan ingin masuk menjadi kelurga besar pengusaha ternama itu,


Tetapi mereka lupa, orang yang mereka tipu itu, bukanlah orang orang polos, segala tindak tanduk orang yang bekerjasama dengan mereka dan yang berusaha mendekati mereka, sudah di pastikan mereka akan mencari asal asulnya, dan mantau setiap gerak gerik mereka,


Hanya Papi Tama dan Mami Lita saja orangnya terlalu polos, klau menyangkut masalah sahabat, tapi itu tidak berlaku buat anaknya Brian, mungkin itu semua, karena didikan sang kake,

__ADS_1


Tamu undangan satu per satu sudah mulai berdatangan, ternyata di jajaran undangan tersebut juga ada Kevin orang yang pernah di tolong Aira dari sekumpulan preman bersama Roy sang asisten, ada Rommy juga yang di undang kelurga Bella, mengingat mereka juga sama sama pengusaha,


Di parkiran hotel tersebut, Brian sudah sampai di sana, akan tetapi mereka masih berada di dalam mobil, karena mereka menunggu keluarga yang lainnya,


Sejujurnya Brian bukan lah tipe orang yang suka keramaian, karena ini undangan dari kolega bisnis mereka, mau tidak mau harus memenuhi undangan tersebut,


"Ingat ya... Abang ngak suka liat kamu tebar pesona di dalam nanti, ok...!" Brian mewanti wanti Aira,


"Dih, siapa juga yang mau tebar pesona...!" sungut Aira, tidak mau di tuduh seperti itu,


"Brian terkekeh melihat bibir panjang Aira,


"Iya....iya, bukan pacar abang ini, yang tebar pesona! tapi kadal buntung di dalam sana yang akan curi curi pandang, melihat pacar abang ini nantinya, abang ngak suka sayang...?!" rajuk Brian


"Dih, sejak kapan coba, aku jadi pacar abang! suka ngadi ngadi deh...!" sungut Aira memalingkan wajahnya luar jendela, untuk menutupi wajah merahnya,


Aira tidak sadar kalau Brian sudah mendekat ke arahnya,


"Kamu, mau nanya... sejak kapan kamu jadi pacar abang?!" ucap Brian di dekat telinga Aira,


Aira yang kaget, sontak berbalik melihat ke arah Brian, namun apesnya, bibir Aira bertemu dengan bibir Brian,


Cup...


C*uman tak sengaja itu, terjadi gara gara ke cerobohan Aira, namun di sambut senang oleh Brian, bagi Brian bibir Aira sudah menjadi candu buatnya,

__ADS_1


Aira kaget, langsung terbengong dengan aksinya sendiri,


"Dih... Sudah pintar ya mencuri c*uman abang...?" goda Brian


Sontak Aira memukul bahu Brian, "lagian siapa suruh abang dekat dekat aku!" kesel Aira,


Brian malah terkekeh geli melihat muka kesal sang pujaan hati,


"Katanya tadi, sayangnya abang nanya sejak kapan kamu jadi pacar abang kan?!"


Dan di anggukin oleh aira,


"Sejak kita melakukan ini, Brian memberikan kec*pan di kuping aira, dan kembali menc*um leher Aira dan sedikit menghis*pnya, itu mampu mengeluarkan des*han dari mulut Aira,


"Sekarang sudah tau kan?! abang tidak mau ada penolakan dari kamu sayang, abang bukan orang yang bisa berucap romantis, abang ngak ngerti itu!" ucap Brian,


Entah kenapa, Aira malah mengangguk dan meng iya kan ucapan, Brian.


"Sekarang, kamu adalah kekasih abang ok...!


Brian kembali memeluk Aira, dan membenamkan c*uman di bibir mungil Aira lagi,


Tok...


Tok...

__ADS_1


__ADS_2