Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 219


__ADS_3

"Sayang..." panggil Brian yang benar benar mode cemburu, gara gara di cuekin oleh sang istri.


"Ehh... Abang hehehe sory..." cengir Aira yang mengabaikan suaminya itu.


"Oh... kau juga di sini Bri, adek gue ngak jadi cerai sama loe, klau mau ngak pa apa tuh, dengan senang hati gue jodohin sama sepupu gue" cengenges Tommy, yang memang sudah akrab dengan Brian.


Brian lansung melotot tidak percaya dengan kakak angkat laknat sang istri.


"Enak aja loe, ngak akan pernah gue cerai in istri gue" kesal Brian.


"Kan loe udah punya siapa namanya Angel Angel itu, biarin lah adek gue punya suami perjaka lagi" celetuk Tommy.


"Apa kah kalian akan berpisah, klau iya saya mau kok Air jadi menantu saya, ngak pa apa janda, yang penting mantu saya pintar baik hati dan saya dapat bonus cucu tiga" oceh Nyonya Leora, dengan gaya nyelenehnya.


"Ngak ada ya nyonya menantu saya tidak akan ke mana mana, dia akan tetap jadi menantu saya sampai kapan pun" ucap Mami Arum yang mulai kebakaran jenggot.


Sedang kan Mommy sudah menahan bibirnya masuk, agar tawanya tidak sampai tersembur, gara gara melihat kepanikan ibu dan anak itu.

__ADS_1


yang lain pun ikut terkekeh melihat empat orang yang sedang memperebutkan Aira.


Aksi meraka tersebut tidak luput dari pandang para tamu undangan.


Ternyata di sana juga banyak orang orang penting yang Aira kenal, semangkin bertambah kalang kabut Brian melihat sang istri bersalaman dengan pengusaha pengusaha muda dan pengusaha tua yang juga sengaja memperkenalkan Aira dengan anak anak mereka.


"Aduh... Bri lihat lah, sempat sedikit aja istri loe lepas dari tangan loe Bri, noh banyak pengusaha kelas kakap menatap kagum istri loe" kompor Brian.


"Iya berani sekali lagi loe bikin kebodohan tamat riwayat loe Bri, ncek... ncek..." Arya tidak kalah membuat Brian kepanasan.


"Benar ya bang, Aira itu pintar, cantik, segala bidang dia mampu, bahkan kita kita ini dan orang tuanya saja tidak tau kalau dia juga seorang dokter, nah kurang apa lagi coba" Nina si kompor beledug juga tak kalah memanas manasi Brian dan Mami.


Hahaha.... pesona Air mengalihkan semuanya" oceh sang Kakek bangga.


"Loe yakin bisa ngurung bini loe, jangan salah, otak loe kalah licik sama istri loe" oceh Wiliam terkikik geli.


Puas banget malam ini keluarga Brian membeli Ceo tampan itu.

__ADS_1


"Eh... ngomong ngomong kok kita bisa kecolongan ya, kok bisa bisanya Aira seorang dokter aja kita ngak tau, pintar banget tuh anak menyembunyikan jati dirinya" oceh Aleta.


"Gue sih, sedikit curiga waktu itu, kita kuliah sama, lulus sama sama, tapi Aira itu kok sibuknya luar biasa dari kita, cuma gue males mikir, jadi gue cuma mikir mungkin dia lagi ke Cafe apa ke kontrakannya yang sedang di bangun, ehhh... tau taunya dia kuliah ke dokteran" oceh Nina.


"Iya juga sih, loe ingat ngak waktu itu kita pernah satu mobil sama Aira, trus di mobil nya, ada jas dokter di jok belakang. Gue tanya jawabnya itu punya temannya" oceh Aleta.


"Iya ya, dan begonya kita percaya aja lagi" kekeh Nina.


"Eh... loe pernah kan buka bagasi mobilnya, di sana kan ada sebuah kotak besar, ada peralatan kedokteran, bego nya kita, kok cuek aja ya" ucap Nina menerawang kejadian demi ke jadian yang sudah memberi petunjuk Aira seorang dokter.


Brian pun mengingat, klau dia duluan pulang dari pada sang istri, pasti brian suka mencium aroma obat obatan dari baju sang istri.


Ahhh... sudah lah mereka di tipu sama wanita cantik itu, dan sekarang lihat lah wanita cantik, sedang di kelilingi oleh pengusaha pengusaha muda dan para dokter juga berprofesi sebagai Ceo yang Aira kenal, membuat Brian sedikit cemburu, walau sang istri menanggapi lawan bicaranya biasa aja, namun tetap ada rasa cemburu.


Bersambung....


Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya...

__ADS_1


"Terimakasih..."


__ADS_2