Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 70


__ADS_3

Brian menyusul sang kekasih sudah berada di depan pintu lift, dan memegang tangan Aira dengan lembut.


Mereka menuju cafe hotel tersebut, untuk mengisi kampung tengah, sebelum melanjutkan perjalanannya ke kota.


"Haisss.... pasangan ini, kenapa lama sekali sih...!" ucap Tommy,


"Tau tuh... ngak tau apa nih... cacing cacing di dalam perutku sudah berdemo!" kesal Arya.


"Udah... nikah aja kalian sekalian, biar nempel terus...!" kesal Wilian.


"Emang iya...!" jawab Brian singkat.


"Iya apaan...!" Tommy kaget


"Iya mau nikah... pulang dari sini, aku mau nemuin kakek, biar mau ngelamarin Aira!" ucap Brian sambil membelai kepala Aira lembut.


Aira hanya tertunduk malu.


"Benarkah...!" ucap Tommy girang.


"Kenapa kau yang jadi heboh...!" sungut Wiliam.


"Klau Aira sudah ada pawangnya, gue jadi tenang, gue juga akan menikahi kekasih gue dan pasti juga akan menjadi berita bahagia buat Ali, Ali juga ingin menikah, klau adik kami satu ini sudah menikah!" ucap Tommy semangat.


Aira kaget dengan ucapan Tommy "Kenapa harus nikah klau aku sudah ada yang punya..!" tanya Aira

__ADS_1


"Dengar sayang... selama ini kami tak mau menikah, takut akan pasangan kami merasa di duakan dengan kamu, karena kami selalu menomor satukan kamu pastinya, jadi kami menunggu kamu sudah ada yang jaga seperti kami yang menjaga dirimu?!" ucap Tommy


Aira sungguh terharu dengan ucapan Tommy, dia bangkit dan memeluk Tommy dengan sayang.


"Terima kasih abang"


Terima kasih". Sudah mau menjaga Aira dan menyayangi Aira selama ini!" ucap Aira penuh haru.


"Pasti kami menyayangimu, kau tau... kau adalah adik terbaik kami!" ucap Tommy membalas pelukan Aira.


Di dalam ruangan yang sama ada dua pasang mata melihat perlakuan empat orang lelaki tampan dan berpengaruh itu menyayangi Aira sepenuh hati.


Hati mereka merasa tertohok melihat adengan tersebut, yang seharusnya Aira mendapatkan kasih sayang dan di perhatian dari mereka, malah Aira dapat dari orang lain.


Iya yang ada di dalam sana Adalah? Bima dan Ayah Alek, dia datang ingin minta maaf pada sang anak,


Bima memberi tahu Ayahnya, klau sang adik ada di kota ini dan akan kembali lagi ke kota lain hari ini, dan sang Ayah meminta kepada Bima, Agar mengantarkanya ke tempat Aira meinginap.


"Aku bersyukur Aira mendapatkan orang orang baik dan menjaganya sepenuh hati, tidak seperti aku!" keluh Bima


"Ayah malu... menyia nyiakan nya, dan mempercai ucapan Ayu" keluh Pak Alek


"Minta maaf lah Yah... sebelum terlambat, ucap Bima.


"Ayok... temani Ayah kesana!" Pak Alek langsung beranjak dari tempat duduknya dan di ikuti oleh Bima di belakangnya.

__ADS_1


"Aira..."


Aira langsung berdiri kaku, dia mengenal suara orang yang memanggilnya, dia sangat merindukan orang tersebut.


Keempat cowok tampan tersebut menoleh ke arah suara tersebut, dia melihat ada Bima dan seorang lelaki paruh baya di samping Bima yang menatap Aira sendu dan penuh rasa bersalah, dan di yakini oleh mereka klau itu adalah Ayah Aira.


"Maafkan ayah nak!" ucap Pak Alek, langsung menubruk tubuh sang anak,


Aira hanya diam tampa membalas pelukan sang Ayah, karena itu serasa mimpi bagi Aira, dia tak tau kapan dia pernah merasakan pelukan sang ayah pada dirinya.


"Maafkan Ayah sayang... Ayah tak pernah memperhatikan mu, ayah yang terlalu percaya sama ucapan kaka dan ibumu hiks...hiks...!'


"Ayah menyesal sayang, Ayah mencarimu kemana mana, tapi kamu tak pernah ketemu lagi!" ucap Ayak Alek, dengan suara lemahnya,


Aira membalas pelukan sang Ayah, walau sedikit kaku, Aira hanya diam, tak tau mau berkata kata lagi, lidahnya kelu.


"Maafin Ayah ya nak...!" ucap sang Ayah sekali lagi dan melonggarkan pelukannya.


Aira hanya mengagukan kepalanya, tanpa bicara sepatah kata pun.


"Pulang ya nak..!"


Aira menggelengkan kepalanya pelan.


"Aira masih marah sama Ayah...?!" ucap Ayah Alek sendu, Aira hanya diam menatap sang Ayah, tak tau mau bicara apa ini semua tiba tiba, membuat dia kehilangan kata kata.

__ADS_1


__ADS_2