
Nina pergi dari sana dengan menahan sakit hati dan amarahnya, "Dasar teman ngak ada akhlak, dia pikir dirinya siapa, iya mentang mentang kaya, ngatain gue kacungnya, sialan banget tuh anak, gue ngak akan mau lagi berteman sama dia lagi, awas aja sampai minta tolong bikin tugas lagi sama gue, gue ngak sudi!" Nina mengomel di sepanjang jalan,
Bug....
"Auis... Rintih orang yang tidak sengaja kena tabrak oleh Nina,
"Maaf, maaf aku ngak sengaja?!" ucap Nina,
"Iya, ngak pa apa, aku juga ngak liat jalan!" ucap orang yang di tabrak Nina
"Eh, kamuuu....Ucap orang yang di tabrak Nina agak panik, dia adalah Aleta, memang Aleta masih agak takut bertemu dengan teman teman Lidia,
"Ah... Ma-af kan aku ya Aleta, maaf juga karena waktu itu, aku juga membully kamu!" sesal Nina,
Aleta yang tadinya agak panik, bertemu Nina, sekarang malah bengong dengan ucapan Nina, tidak biasa biasanya Nina minta maaf sama dia,
"Hallo... Leta?!" panggil Nina, sambil menggoyang goyangkan tangannya ke arah muka Aleta,
"Eeehhh, iya ngakn pa apa?!" ucap Aleta gelagapan,
Di belakang sana, ada seseorang yang sedang mengawasi mereka, dia adalah Aira,
Aira mendengar perdebatan antara Lidia dan Nina tadi, ke betulan Aleta sedang pergi ke toilet, siapa sangka di tengah jalan Aleta malah bertabrakan dengan Nina,
__ADS_1
Aira hanya melihat saja dari jauh, apa yang akan di lakukan Nina pada Aleta, awas saja sampai membuat ulah lagi, tidak ada ampun lagi buat Nina, tapi apa yang di fikirkan Aira malah sebaliknya, Nina malah minta maaf kepada Aleta, akan tetapi Aira tidak akan semudah itu percaya,
Sedengkan di sebuah perusahaan ternama
Brian sedang galau merana, dari semalam dia tidak bisa menghilangkan bayangan Aira dari matanya, bahkan tidur pun tak nyenyak, coba lihat matanya sudah seperti mata panda, karena tidak bisa tidur memikirkan Aira,
"Ada apa sih, sama gue, kenapa wajah gadis itu selalu muncul di hadapan gue, apa gue sudah mulai gila kali ya?, tapi tunggu ini jantung kenapa juga berdetak sangat kencang, klau sudah menyangkut Aira!" kesalnya,
Dari tadi kerjaan Brian hanya memutar mutar kursi empuknya itu, tampa mengerjakan apa apa, karena pikirannya masih melayang layang entah kemana,
Tok...
Tok...
Bunyi pintu di ketuk dari luar, dan menyadarkan Brian dari lamunanya,
"Maaf boss, ada Nona Bella menunggu di luar?!' ucap Arya sopan,
"Ncek ngapain sih cewek gatel itu kesini!" sungut Brian, Arya cuma menaikan bahunya,
"Ya sudah biarkan saja masuk, tapi kamu jangan kemana mana, ikut juga di dalam!" perintah Brian, dan di anggukin Oleh Arya,
Tak lama masuk lah Bella, ke dalam ruangan Brian,
__ADS_1
"Hallo... Bri, Bella berjalan ke hadapan Brian, niat hati ingin memeluk Brian sekalian cipika cipiki, namun niatnya tak sampai, Brian langsung menyuruhnya duduk, tampa memandang Bella sama sekali,
"Silahkan duduk, ada perlu apa kesini!" ucap Brian dingin,
"Ncek , kau masih saja dingin, berubah kek!" rajuk Bella mencari simpatik Brian, numun Brian malah jijik dengan sikap Bella,
"Maaf kita tak sedekat itu!" ucap Brian to the poin,
Membuat hati Bella seketika menclos,
"Ada perlu apa kau kesini, klau tidak ada yang penting silahkan keluar?!" usir Brian, dia tau perempuan sundel itu dari dulu sangat menyukai dirinya, tapi Brian sudah tau semua kelakuan Bella di luar sana, yang suka bergonta ganti pasangan, dan tidur bareng tanpa ada ikatan, itu membuat Brian jijik sama Bella,
Lihatlah sekarang aja kekantor,memakai pakaian kurang bahan, memperlihatkan pepaya bangkoknya yang hampir tumpah, dan rok sejengkal di atas paha, membuat Brian dan Arya geli,
"Ah, iya aku cuma mau mengantarkan undangan ulang tahunku buat lusa, datang ya?!" ucap Bella sok manis,
"Saya tidak bisa janji, bisa datang atau tidak, sekarang tidak ada lagi yang penting, silahkan keluar!?" usir Brian,
Bella langsung berdiri dan langsung keluar tampa permisi, karena kesal sama Brian,
Brak.....Bunyi pintu ruangan Brian di banting oleh Bella dari luar,
"Astaga, sundel itu mau merusak pintu gue, dasar murahan, mahal juga harga pintu gue ketimbang badannya yang suka di obral, gerutu Brian pedes,
__ADS_1
"Buset dah boss, mulut loe ngelebihin cabe setan pedesnya!" ucap Arya,
Bodo amat, kenyataan kan!" kesal Brian,