Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 146


__ADS_3

"Dasar Ibu tak punya hati!" gumam Bima.


"Maafkan Ibu mu ya nak?!" ucap Pak Alek manatap Aira sendu.


"Tidak apa apa Ayah, jangan di pikirin biarkan saja, toh... sudah biasakan Ibu seperti itu, jadi abaikan saja?!" ucap Aira dengan tersenyum lembut kepada sang Ayah, dia tak mau melihat Ayahnya bersedih.


"Oohhh... Ya ampun, kak Dewi mana, kita melupakannya?!" teriak Aira.


"Astagfirullah... istri aku!!" Bima juga baru sadar klau sang istri tak ada.


"Aku di sini, kenapa baru ingat klau punya bini sama calon anak!!" omel Dewi pura pura sewot, padahal mah tidak, dia tau apa yang terjadi barusan, adik iparnya di serang sama Ibu mertuanya tanpa kasihan.


"Maaf sayang , maaf ya?!" bujuk Bima dan mengelus perut buncit sang istri.


Setelah kejadian di parkiran tadi mereka berpisah di sana, Pak Alek kembali kekantor, Bima dan Dewi sama kembali ke perusahaan Brian, Brian dan Aira ada pertemuan di sebuah hotel di kota itu.

__ADS_1


Di tengah jalan Brian memberhentikan mobilnya,


"Kok berhenti bang?!"


"Kemari lah...?!" perintah Brian menyuruh Aira masuk kedalam pelukannya.


Aira menurut saja, masuk ke dalam pelukan sang suami.


"Menangis lah sayang, jangan di tahan, kamu boleh menangis di depan abang, jangan pernah menangis seorang diri lagi, di sini ada abang suamimu yang selalu ada untuk kamu, menangislah, jangan di pendam?!" ucap Brian lembut, dia tau sang istri berusaha menyembunyikan kesedihannya, dia tak mau sang istri hanya memendam kesedihan orang diri.


Sebenarnya dia tidak ada pertemuan dengan siapa pun, dia tau sang istri tidak akan memperlihatkan tangisnya kepada Ayah dan Abangnya, makanya Brian membawa sang istri pergi berdua dengan dirinya, agar sang istri bisa mengeluarkan sesak di dadanya yang dari tadi di tahan oleh sang istri.


Brian berusaha memberikan kenyamanan untuk sang istri, lama Aira menangis sampai tersedu sedu, hingga akhirnya terdengar dengkuran halus yang di iringi segukan sesekali, ternyata Aira lelah menangis langsung tertidur di dalam pelukan sang suami.


Brian melonggarkan pelukannya, dan memandang wajah sang istri, yang terlihat sembab karena banyak menangis, Brian mengecupi pucuk kepala Aira bertubi tubi dengan penuh kasih sang, walaupun mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang suami, tidak membuat Aira terusik dari tidur pulsanya, dia begitu nyaman dalam dekapan sang suami.

__ADS_1


"Kasihan kamu sayang, jangan pernah bersedih seorang diri, kini ada abang sayang yang selalu ada untuk kamu?!"


Brian membenarkan tidur Aira ke kursi penumpang, memberi posisi yang nyaman, barulah dia melajukan mobil ke arah hotel, agar sang istri bisa istirahat yang nyenyak.


Brian meletakan sang istri di atas kasur empuk tersebut dan membuka sepatu Aira dan tak lupa melucuti pakaian sang istri, menyisakan pakaian dalam saja, agar sang istri nyaman dalam tidurnya.


Brian bangkit dari tempat tidur, masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan diri karena lengket oleh keringat.


Selesai dengan ritualnya, Brian membawa baskom yang berisi air hangat dan dia mengelapi seluruh tubuh sang istri dengan hati hati agar sang istri tak terbangun dari tidurnya.


Brian ikut berbaring di samping sang istri, dan merengkuh tubuh sintal itu kedalam pelukannya, Brian pun ikut menyusul sang istri ke dunia mimpi.


Bersambung....


***jangan lupa like komen dan vote****

__ADS_1


__ADS_2