Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 166


__ADS_3

Blammm..... bunyi pintu mobil di banting oleh Brian, saat sampai di kediamannya.


"cihh... Anak itu, mau menghancurkan mobil rupanya!!" monolog Papi Tama dari belakang Brian.


"Ncek benar benar kamu ya yank...! bahkan aku pulang kau pun tak menyambutku!!" kesal Brian.


"Kemana istrimu, apa dia tidak menyambutmu?" tanya Papi Tama sambil meledek.


"Papi ngak usah ngurusin istriku, istri Papi sendiri juga tak menyambut Papi!?" kesal Brian kepada sang Papi.


"Oh klau istri Papi sudah pasti akan menyambut Papi dengan sambutan istimewa!!" ucap Papi Tama jumawa.

__ADS_1


"Mana buktinya sama saja kayak Aira tidak ada tuh, apanya yang istimewa?!" ledek Brian sambil meninggalkan Papi Tama di ruang tamu, dia melangkah menaiki tangga menuju kamarnya di lantai atas dengan tergesa gesa.


"Ncek kau belum tau saja son, tapi lihat lah besok pagi pasti wajahmu akan berseri seri keluar dari kamar, pasti istrimu sudah di ajarkan oleh istri Papi cara menjinakkan singa yang sedang mengamuk!!" gumam Papi Tama melihat ke arah Brian yang menjauh darinya, sambil terkekeh.


Papi Tama juga menaiki tangga dengan senyum senyum tak jelas, dan sesampai di depan pintu kamarnya, Papi Tama lansung mengubah mimik wajah datar, madahal dalam hatinya sudah bersorak gembira, membayangkan suguhan dari sang istri.


Ceklek.... pintu kamar Brian terbuka dari luar, menampakan wajah garang sang empunya, seakan akan ingin memakan orang yang ada di dalam sana.


"Sayang....?? kau sudah pulang?" tanya Aira dengan suara yang mendayu dayu menghampiri sang suami dengan gaya slow moseonnya ( ngak tau tulisannya benar apa salah hehehe) rambut di gerai indah, dandannya bak model, jangan lupa dengan baju haramnya, yang membuat Brian tak bisa bergerak dari tempat dia berdiri saat melihat penampilan sang istri.


Brian tak mampu untuk berkata kata, dia hanya berdiri mematung memandangi wajah dan tubuh sang istri dengan bersusah payah menelan salivanya.

__ADS_1


"Sayang... maaf, tadi aku tidak menjawab panggilanmu, soalnya tadi aku lagi melakukan perawatan di salon, hp di dalam tas ku, jadi aku tak mendengarnya?!" ucap Aira penuh sesal dan jangan lupa tangannya sudah menari nari di tubuh sang suami.


Tatap Brian yang tadinya memerah karena emosi, sekarang menatap Aira penuh damba, dan hasrat yang menggebu, jangan lupa burung pipit di sana sudah berubah wujud menjadi burung rajawali siap menerkam mangsa.


"Sayang... apa kah abang tak mau memaafkan aku?!" ucap Aira yang bibir sexinya berwarna merah merona itu mengerucut indah di depan wajah Brian, ingin rasanya bibir itu Brian lahap sepuas hati, namun apa daya, seluruh tubuhnya susah untuk di gerakan, penampilan Aira sudah menghipnotis Brian, tak mampu untuk bergerak dan berkata kata, hanya matanya saja yang liar melihat wajah dan tubuh sang istri.


"Hah... sudah lah!!" ucap Aira kesal karena ucapannya tak di sahuti oleh suaminya, dia pikir sang suami masih marah padanya, padahal suaminya sungguh terpesona dengan penampilan Aira, sampai tak bisa berkata kata.


Aira berbalik ingin meninggalkan Brian, karena kesal dan sekaligus malu, dengan pakaian yang ia kenakan, sungguh Aira malu semalu malunya dengan pakaiannya saat ini sudah seperti wanita penggoda.


Belum sempat Aira melangkahkan kakinya, menjauh dari sang suami, Brian tersadar dari lamunanya.

__ADS_1


Hap...


bersambung...


__ADS_2