
"Ra kok, kamu seorang dokter kita kita tidak tau...?" tanya Nina, saat ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Kalian tidak tanya?!" jawab Aira acuh.
Keluarga mereka melongo dengan jawaban santai Aira.
"Ncek... kamu ini ya ra! ada lagi yang kamu rahasiain dari kami?" tanya Aleta.
"Ada..." jawab Aira sambil menjilatin es crem di tangannya.
"Apa..?" tanya sang suami.
"Aku juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan di luar negeri, tapi aku tidak perlu turun lansung, cukup bekerja di belakang layar" cengir Aira.
"Haaa..." ucap geluarga itu geleng geleng kepala.
"Dari kapan kamu bekerja sama sayang?" tanya Brian.
"Semenjak aku kuliah di semester tiga sudah bekerja sama dengan mereka, klau tidak bagai mana mungkin aku bisa mendirikan beberapa kos kosan, kontrakan dan Cafe untuk beberapa cabang, dan sekarang juga aku sedang coba coba buka restoran di beberapa negara dengan menu khas indonesia" jawab Aira.
__ADS_1
Yang lain hanya bisa menelan ludah mendengar penuturan Aira.
"Itu sebabnya kamu tidak pernah menggunakan uang bulanan kamu sayang, karena kamu banyak uang?" tanya Brian sedikit tersinggung, karena Aira tidak pernah menggunakan uang yang dia transfer tiap bulan ke rekening sang istri, hanya saat pergi ke salon untuk beberapa kali saja.
"Tidak bukan seperti itu?!" ucap Aira kikuk.
"Tidak seperti itu apa, buktinya kamu tidak pernah menggunakan uang yang abang transfer!" ucap Brian kesal.
"Bukan gitu abang, aku mau gunain buat apa coba, klau shoping selalu di beliin Mami atau Mommy, belum lagi klau kamu keluar kota atau ke luar negeri selalu bawa oleh oleh baju sepatu, tas bahkan skin care aku sudah penuh di satu ruangan, uang dapur? di rumah ini aja sudah seperti supermarket segala ada, trus mau aku pake buat apa?" tanya Aira bingung.
"Huuff....pokoknya abang tidak mau tau, mulai bulan besok ATM abang harus kamu pakai!!" omel Brian.
Senyum semua orang mengembang dengan ucapan Aira itu, sedikitpun mereka tidak terfikir untuk itu, ada rasa malu mereka dengan wanita hamil itu.
"Boleh sangat boleh malah?!" ucap Brian bangga.
Sebenarnya aku mempunyai yayasan buat anak anak kurang mampu namun berprestasi jadi aku menyekolahkan mereka dengan gratis dan membukakan usaha untuk orang tua mereka dengan catatan bagi hasil, namun ke untungan yang mereka dapat tidak aku ambil, aku kumpulin buat keperluan yayasan, dan aku juga menyalurkan bantuan ke panti asuhan dan panti jumpo" ucap Aira malu malu.
Sejukurnya Aira tidak ingin kebaikannya di ketahui oleh orang lain, namun apa lah daya, sebagai seorang istri harus jujur kepada suami, cepat atau lambat mereka juga pasti akan tau.
__ADS_1
"Haaa... Kamu sudah berjalan sejauh ini, dan kami baru tau nak?!" ucap sang Papi terkaget kaget.
"Hmm..." ucap Aira menganggukkan kepala.
Yang lain hanya geleng geleng kepala merasa bangga kepada wanita cantik itu.
"Sebenarnya aku juga menarik para preman yang dulu sempat ingin mencelakai Aleta, abang dan yang membuat aku terkapar di rumah sakit hingga koma, aku lebih memilih mereka aku bimbing ke jalan yang lebih baik dari pada dia di masukan kedalam penjara, itu sama aja bohong, keluar dari penjara kebanyakan dari mereka akan kembali ke jalanan dan kembali jadi berandalan atau preman lagi, karena tidak mempunyai lapangan pekerjaan, dan masyarakat pada umumnya akan mengucilkan mereka.
Jadilah aku punya ini siatif untuk membimbing mereka dan mencari tau keahlian mereka, Alhamdulillah... itu berhasil, hidup mereka jauh lebih baik" ucap Aira.
"Aira..." ucap Brian memeluk sang istri, bangga sungguh bangga Brian mempunyai istri Aira ini penuh kejutan penuh kebaikan yang tidak banyak orang tau.
"Ya Tuhan, terimakasih sudah memberikan kami menantu berhati malaikat ini" gumam Kakek surya menatap bangga kepada Aira.
Bersambung...
Haiii jangan lupa like komen dan vote ya...
"Maaf hari ini Outhor telat up, karena Outhor baru pulang dari rumah sakit, habis kontrol, biasalah ya, Outhor abis operasi tulang belakang, jadi Outhor kudu ketemu dokter dua minggu sekali hehehe... Doain Outhor cepat sembuh ya Rayder...
__ADS_1
"Terimakasih..."