
Aira dan tiga bayi kembarnya sudah di pindahkan ke ruang VVIP dan sekarang seluruh anggota keluarga Aira berada di dalam ruangan itu.
"Uuu... ganteng ganteng dan cantik Anak Ayah Bri..." ucap Brian menatap ketiga bayinya di dalam box bayi itu.
"Cicit Kakek..." ucap Kakek Surya berbinar melihat bayi bayi di dalam box itu.
Bayi bayi itu seolah olah tau sedang di puji dan di tunggu kelahirannya, lansung senyum senyum dan membuka tutup matanya dan menggeliat ke kiri dan kanan.
"Ya Allah tau aja ya kalian kalau lagi di puji, lansung narsis kayak Ayahnya..." oceh Mami Arum.
Lagi asik melihat cucu cucu mereka, datang Dokter dan perawat untuk memeriksa ke adaan Ibu dan anak itu.
"Permisi... maaf mengganggu ya, kami mau periksa dokter Aira dan anak anaknya" ucap Dokter itu ramah.
"Iya silah kan dok, tapi Istri saya masih tidur" ucap Brian bergeser dari duduknya.
"Iya ngak pa apa, kami hanya memeriksa tensinya saja" ucap dokter memberi senyum manisnya.
Saat di periksa Aira terbangun.
Egghhj...
Lenguh Aira.
"Maaf dok, kami mengganggu tidurnya" ucap Dokter.
"Tidak apa apa Dok" ucap Aira dengan mata yang masih berat.
"Ada keluhan dok?" tanya dokter.
__ADS_1
"Ngak ada dok" ucap Aira.
"Air susu sudah keluar?" tanya Dokter.
"Belum tau dok, belum di coba, saya ketiduran dari tadi" kekeh Aira, tidak enak hati.
"Tidak apa apa, namanya lahiran normal, dan bayi kembar tiga lagi, dokter benar benar jago" puji Dokter yang menangani Aira.
"Bisa aja dokter" ucap Aira tersenyum.
"Mau di coba untuk menyusui sekarang?" tanya Dokter.
"Boleh dok" jawab Aira.
Aira berusaha untuk duduk dan di bantu oleh perawat agar mendapat posisi enak.
Aira terpekik merasakan sedotan pertama dari bayinya itu, semua rasa dia rasakan, sakit perih geli.
"Kenapa dok?" tanya dokter.
"Sedikit sakit" kikuk Aira.
"Tidak apa namanya juga baru pertama kali menyusui, nanti lama lama juga hilang, dan terbiasa" ucap sang dokter.
Dan di anggukin oleh Aira.
"Waahh...anak pintar, kamu lansung bisa minum susu sayang" oceh perawat, karena melihat bayi itu sangat rakus meminum ASI dari sumbernya.
"Iya nih ncus, makanya kemalen kemalen Bunda Aku lakus mamnya, coalnya aku tuh doyan mam" jawab Aira dengan suara di buat seperti suara bayi.
__ADS_1
Membuat yang di sana ikut tertawa, walau pun tempat tidur Aira di tutup hordeng namun suara mereka masih bisa terdengar.
Oeekkkk..
oeekkk...
Oeekkkk..
Wah.... adeknya minta gantian bang?!" ucap dokter lagi.
Entah tau dengan ucapan sang dokter, entah karena mereka sehati, saat mendengar suara tangis kembarannya, Baby yang sedang menyusu itu, lansung melepaskan enennya.
Wahh... anak pintar... lansung dengar saudara nya, nangis minta mam juga" puji perawat.
Bayi mungil itu lansung tersenyum manis sambil tidur.
"Nah setelah di susui, di tarok debaynya di dada, dan di tepuk tepuk biar si dedek sendawa ya dok?! dan tanpa saya kasih tau, dokter pasti sudah paham, saya hanya mengingat kan saja, takut lupa" ucap dokter tidak enak hati.
Aira tersenyum dan mengangguk kepala tanda mengerti.
"Ngak pa apa dok, santai aja dan terimakasih sudah mengingatkan" ucap Aira.
"Sama sama dok, dan saya izin mau periksa yang lain dulu ya" ucap dokter sopan.
Aira mengangguk, dokter lansung keluar.
Aira menyusui anak anaknya satu persatu, setelah itu di lansung ikutan mengisi perutnya, karena terasa lapar habis menyusui dan tadi kehabisan tenaga.
Bersambung...
__ADS_1