
"Yok... kita ke depan ucapin selamat, habis itu kita pulang!" ucap sang kakek, yang menyadari disana sudah mulai sepi, dan sedikit tersenyum sinis, karena melihat wajah Pak Hutomo yang tak enak di pandang mata, melirik ke arah mereka,
"Ah... iya kenapa kita jadi sih... klau kita lagi di acara orang sahut sang Mami Arum tak enak hati, walau dia kesal dengan ucapan dari sahabatnya tadi, namun masih ada rasa peduli, ya... begitu lah dia, makanya suka di mamfaatkan teman temannya, selagi itu masih biasa Brian masih diam saja, namun tidak klau itu sudah kelewatan, tunggu pembahasan yang hakiki,
Mereka berjalan beriringan ke atas panggung, jangan lupa Brian merangkul pinggang sang pujaan hatinya itu,
"Selamat ulang tahun ya... Bella semoga panjang umur sehat selalu doa terbaik untuk kamu, ucap Mami Arum tulus,
"Terima kasih" tante sahutnya sedikit ketus, yang mana membuat Brian emosi namun di tahan oleh Aira,
"Selamat ulang tahun kak, semoga panjang umur, sehat selalu!" ucap Aira tulus, walau dingin, Aira tau Bella tidak dirinya, namun karena menghargai keluarga Aleta dia terpaksa naik ke atas panggung,
"Ncek, ngak usah sok akrab loe... bocah sialan!. Ucap Bella pelan namun masih terdengar oleh Aira dan Brian,
"Kenapa kak! ada masalah apa saya sama kaka!" tanya Aira,
__ADS_1
"Ncek, gadis muna loe... Buat apa loe dekatin Brian, loe mau uangnya? berapa loe butuh gue kasih! setelah itu tinggalin Brian!" ucap Bella di depan keluarga Brian, karena dia sudah terlalu emosi, melihat Aira dari tadi duduk berdampingan di depan sana,
"Maksud kakak!" tanya Aira,
"Gara gara loe... sialan! rencana perjodohan gue sama Brian batal!" teriak Bella,
Aira kaget mendengar ucapan Bella itu, langsung melihat ke arah Brian meminta penjelasan,
"Itu tidak benar! dia dan keluarganya saja yang ingin aku mau di jodohkan sama dia! dan memaksa Mami, untuk aku datang malam ini, agar aku di jebak dengan cara pertunangan paksa sama mereka!" tunjuk Brian
"Haaa...." semua keluarga Aleta terlonjak kaget mendengar penuturan Brian, namun tidak dengan sang kakek, karena Brian dan sang kakek lah yang mengetahui kebusukan mereka, dari mata mata yang di sewa sang kakek,
"Karena Papi dan Mami, orangnya tidak enakan dengan temannya ini! maka mereka dengan seenak jidat memaksa Mami datang ke sini mengajak aku! dan setelah itu meminta aku bertunangan dengan dia!" melanjutkan kata katanya tadi,
"Ncek...ncek, tak dapat memanipulasi perusahaan! sekarang kau menumbalkan anakmu ini! sarkas sang kakek,
__ADS_1
"Apa seperti ini, yang di namakan wanita baik baik! penuh penekanan sang Dedy menunjuk Bella, memakai pakaian menunjukkan seluruh bentuk tubuhnya, di hadapan orang banyak, sarkas Dedy, yang dari tadi sudah muak melihat Bella, apa lagi setelah melihat foto foto tak senonoh Bella dengan berbagai macam laki laki yang di tunjukan sang Ayak kemaren sore,
Wajah Bella sudah merah padam mendengar ucapan dari mulut Dedy Tama,
"Jaga ucapan Anda tuan! apa masalahnya pakaian anak saya seperti ini! itu biasa saja... anda saja yang terlalu katrok! sarkas Pak Hutomo marah,
"Ncek pantas lah, Anak anda ini liar di luar sana! ternyata didikan ada seperti ini kepada anak anda! ucap Dedy Alfa,
"Silahkan kalian keluar... dari sini! Bentak Pak Hutomo,
"Baik lah... Tanpa anda suruh pun kami akan pergi!" ucap sang Dedy santay, meninggalkan keluarga Bella, dan di ikuti oleh yang lainnya,
"Dasar... Keluarga sialan! awas kalian, tunggu pembalasan gue!" kesal Pak Hutomo,
"Kamu Bella, cari gadis tersebut beri pejalajaran bocah sialan itu. kapan perlu bunuh sekalian!" ucap Pak Hutomo marah campur dendam,
__ADS_1
"Tidak perlu Papa suruh! pasti aku akan melakukannya! gara gara dia aku gagal mendapatkan Brian!" kesal Bella, melihat kepergian Brian dari sana, tanpa mengucapkan selamat ulang tahun, malah membongkar rencananya yang sudah tersusun rapi,