Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 56


__ADS_3

Tok....


Tok...


Tok....


Bunyi ketokan pintu yang mengusik tidur tenang Aira,


"Euugghhh... Siapa sih...? ganggu aja, ngak tau apa gue masih ngantuk!" kesal Aira namun tetap melangkah menuju pintu kamar hotel tersebut memastikan siapa yang telah mengganggu tidurnya.


Ceklek....


Pintu terbuka dari dalam, dan menampakan wajah berantakan gadis cantik nan ayu itu, tapi wajah cantiknya tetap kelihatan walau masih acak acakan.


Dia membeku di tempat, saat melihat siapa orang yang telah mengganggu tidur,


Tak kalah dengan orang yang ada di depan pintu, dia juga terpesona dengan tampang acak acakan Aira,


"A-bang...!" ucap Aira kaget,


Iya yang ada di depan pintu, yang mengganggu Aira tidur itu adalah Brian,


Brian yang tersadar dengan lamunannya langsung tersenyum manis, kepada pujaan hatinya.


"Apa... abang, cuma di biar berdiri di sini saja!" tanya Brian

__ADS_1


"Ah... iya masuk bang..!" ucap Aira gugup, karena jantungnya saat ini tidak terkontrol lagi, karena melihat pujaan hati yang di rindukan beberapa hari ini ada di depan matanya,


"Kenapa kamu, tidak menunggu abang di bandara!" cemberut Brian


"Hehehe... maaf bang! aku tadi sudah menunggu abang, tapi tidak datang datang! y sudah aku langsung ke hotel saja, kerana aku sudah lelah banget!" keluh Aira merebahhkan tubuhnya di sandaran sofa.


"Maaf, tadi abang telat, karena tadi di jalan macet, ada kecelakaan!" ucap Brian merasa bersalah,


"Adek, sudah makan?" tanya Brian, dia yakin Aira belum makan, melihat dari tampilannya yang masih belum mengganti pakaiannya.


"Belum, tadi pas nyampe aku langsung tepar! abang ngak lihat, Aira mengangkat kakinya, bahkan sepatu saja belum aku buka!" jawab Aira terkekeh geli dengan tingkahnya sendiri.


Brian pun ikut terkekeh dengan tingkah Aira


"Ya sudah.. mandi gih! setelah itu kita makan!" ucap Brian menatap lembut pada sang kekasih,


Aira terduduk di pangkuan Brian, Brian langsung mengunci pinggang Aira, agar sang pujaan hati tidak lari,


"Apakah kau, tidak merindukan abang?" tanya Brian lembut dengan tatapan sendu melihat Aira,


Muka Aira bersemu merah dengan pertanyaan Brian,


"Jawab... jangan diam saja!" desak Brian


Aira menganggukan kepalanya, "Iya aku sangat merindukan abang!" ucap Aira malu, tampa segan Aira langsung memeluk leher Brian,

__ADS_1


Brian langsung membeku dengan tindakan Aira, namun sesaat kemudian dia tersenyum lebar mendengar jawaban sang pujaan hati, ternyata bukan hanya dia seorang yang merindu.


"Apakah itu jawaban, klau kau menerima abang!" tanya Brian, yang masih memeluk pujaan hatinya,


"Menurut abang...!" dengus Aira,


Brian terkekeh melihat wajah sang kekasih hatinya,


"Menurut abang, iya kamu sudah meneri abang!" ucap Brian tersenyum bahagia.


"Sudah tau, pake nanya lagi!" sungut Aira malu,


Asli Brian tak bisa hanya diam saja melihat bibir yang mengerucut itu, dengan secepat kilat Brian langsung membungkam bibir indah itu dengan bibirnya,


Aira terkejut dengan tindakan Brian, namun tak di pungkiri di sendiri pun merindukan sentuhan sang kekasih hati.


Setelah puas melepaskan rasa rindunya, dan meninggalkan sedikit jejak kepemilikan di tempat tersembunyi, agar sang kekasih tak malu, Brian melepaskan Aira takut ke bablasan sebelum mereka halal,


"Mandilah... abang tunggu di kamar sebelah! abang juga mau membersihkan diri dulu!" ucap Brian dengan sendu,


Aira mengangguk malu, dan langsung masuk kedalam kamar mandi, dia terdiam di balik pintu kamar mandi,


"Huff.... hampir saja!" ucapnya sambil menggelengkan kepala, mengingat aksi liar dia dan Brian tadi,


Di luar Brian masuk duduk terpaku memandang ke arah pintu kamar mandi,

__ADS_1


"haahhh... ini sungguh gila, belum pernah si otong gue bangun melihat gadis selama ini, bahkan gue sering melihat para gadis nyaris telanjang tapi tak pernah si otong berdiri, ini apa sama Aira, duduk berdekatan saja, kau langsung bereaksi!" ucap Brian melihat ke bawah tubuhnya yang masih mengelembung sempurna.


Tak lama Brian langsung keluar dari kamar sang pujaan hati, masuk ke kamar dan langsung menuju kamar mandi untuk mendinginkan otaknya.


__ADS_2