Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 124


__ADS_3

"Mereka sudah tau klau Mas membawa kalian kesini, dan mereka juga tau klau mas menggelapkan uang perusahaan, jadi Tiara membekukan semua kartu mas, dan juga menurunkan jabatan mas?!" ucap Pak Roy lesu.


"Apaa...." teriak Ayu dan Bu Ningsih kaget mendengar ucapan Pak Roy.


"Ngak bisa gitu dong Mas... kamu kan juga ikut andil membesarkan perusahaan itu, ya kali kamu ngak dapat apa apa, dasar wanita serakah!!" cerca Bu Ningsih.


"Aaaa..... ngak Aira ngak Bu Tiara, sama sama membuat aku susah, kenapa ngak mati aja sih mereka!!" teriak Ayu frustasi, niat hati ingin jadi orang kaya hidup bergelimang harta malah semakin menderita.


"Trus... gimana ini mas... kami ngak ada tempat tinggal, sudah mau malam ini, kami tidur di mana coba?!" kesal Bu Ningsih.


"Kita cari tempat tinggal sementara ya?!" bujuk Pak Roy.


"Baiklah..."pasrah Ayu dan Bu Ningsih.


"Tapi Mas ngak bisa kasih tempat tinggal yang bagus untuk kalian sementara waktu, soalnya keuangan mas juga sedang ngak baik baik juga?!"


"Hmmm..." jawab Bu Ningsih, mau tak mau haris nurut, dari pada tidur di jalanan.


Di tempat lain...


Wiliam sedang bete sendiri di rumah, kerena Brian sudah sibuk dengan sang istri, dan Arya sibuk dengan Aleta,


Wiliam memutuskan untuk pergi jalan jalan tak tentu arah, untuk menghilangkan rasa jenuhnya.

__ADS_1


"Nasib nasib.... gini amat ya hidup gue yang jomblo ini, pergi sendiri ngapa ngapain sendiri!" gedumel Wiliam sambil menyetir mobil dengan kecepatan sedang.


"Coba aja sudah punya pasangan kayak Brian sama Arya enak kali ya, kemana mana bisa bareng huff... nasib nasib?!"


"Eh... eh... ada ap itu, kok rame rame, lah... lah.. itu kenapa cewek di tarik tarik, di kira barang di tarik kek gitu!" gumam Wiliam sambil tetap mengawasi orang orang di sana.


Wah... wah... ngak bisa di biarin ini?!" ucap Brian dan turun dari mobil.


"Woiii... santai dong, ngapain itu cewek di tarik tarik, di kira barang!" celetuk Brian.


"Ngak usah ikut campur loe, bukan urusan loe, pergi sana!!" usir preman tersebut.


"Ini urusan gue, klau loe tau, kerena ada di depan mata gue, itu cewek yang loe tarik bukan barang!"celetuk Wiliam.


"Pak, tolong saya pak, saya ngak mau ikut sama mereka?!" ucap gadis manis tersebut dengan memelas, terlihat wajah ketakutan di raut wajahnya.


"Iya nanti saya bayar, kan ini juga belum jatuh tempo, kenapa kalian nagih sekarang, kan masih ada tenggang waktu satu minggu lagi, kenapa maksa bayar sekarang?!" sungut sang gadis.


"Suka suka boss lami lah, kapan pun nagih hutang, kan duit dia yang loe pakai, sekarang bayar hutang loe, atau ngak loe ikut kami, klau loe ngak bisa bayar hutang sekarang siap sipa layanin boss kami, setelah boss kami layani kami hahahaha.... !!" ucap si preman.


"Ngak mau, gue ngak mau, najis gue mau layanin kalian, gue akan balikin duitnya, tapi nanti seminggu lagi bukan sekarang!!" panik si gadis.


"Loe harus ikut sekarang manis!!"

__ADS_1


Kuping Wiliam panas mendengar kata kata preman tersebut,


"Berapa hutangnya!" sela Wiliam.


"Wahhh.... ada pahlawan kesiangan rupanya!!"


"Sudah ngak usah banyak bacot kalian, sebutin aja, berapa hutang dia ke kalian!!" tegas wiliam.


"Hutangnya lima juta!!" ucap preman tersebut.


"Mana ada lima juta, aku cuma hutang tiga juta!" sela si gadis manis tersebut.


"Tiga juta itu belum termasuk bunganya cantik!" ucap preman dengan senyum genitnya.


Membuat su gadis manis itu jijik melihat si preman kacung rentenir sadis tersebut.


"Mana nomor rekening kalian saya tranfer sekarang!" ucap Brian mengutak atik hpnya.


"Ini... " ucap si preman dengan muka masamnya, niat hati bisa mengarungi puncak arwana bersama gadis cantik tersebut, malah gagal total, gara gara bantuan pahlawan kesiangan itu.


"Sudah saya tranfer, kalian bisa cek sendiri, sekarang pergilah, jangan sampai saya adukan kalian ke polisi?!" ancam Brian.


"Baik lah..." kesal preman tersebut, "hai cantik, besok klau kekurangan uang lagi, jangan lupa temui boss kami ok!" ucap si preman sambik mengedipkan mata.

__ADS_1


"Ogah..." saut si gadis manis dengan sedikit takut kepada preman tersebut, kapok se kapoknya si gadis berurusan dengan para rentenir tersebut, untung ada yang menolongnya klau tidak ada, dia tak tau dengan masa depannya lagi.


Bersambung...


__ADS_2