
Hari berganti minggu berganti bulan pun berganti, hidup terus berjalan, termasuk dengan Ibu dan Anak itu.
Kini Ayu dan Bu Ningsih, tinggal di sebuah kontrakan padat penduduk, Bu Ningsih hanya bisa duduk di kursi roda tanpa bisa kemana mana, dan Ayu berkerja di sebuah perusahaan bukan sebagai sekretaris juga bukan sebagai menejer apa lagi sebagai Ceo, Ayu hanya bekerja sebagi CS ( claning servis).
Dulu yang berpakaian cetar membahana, wajah yang glowing, kulit yang putih mulus karena perawat badan yang montok, rambut terawat, kini semua sudah tak ada lagi, kini yang ada Ayu yang dekil, kulit sedikit hitam wajah yang kusam, rambut yang bau matahari, pakaian jangan di tanya, hanya memakai baju kaos dan celana bahan harga tiga pukul ribuan.
Sungguh malang nasib Ibu dan Anak itu, yang biasa suka berfoya foya dan makan enak, sekarang tinggal di kontrakan kumuh, dan makan apa adanya, bahkan mereka bisa puasa seharian karena tak ada makanan.
Berbanding terbalik dengan Pak Alek, hidup Pak Alek sekarang penuh kebahagian tak ada lagi wajah dingin, tak ada lagi tampang sangar di wajahnya, yang ada wajah tua itu semakin hari semakin suka tersenyum dan tertawa, dengan kehadiran cucu laki lakinya, dari pernikahan Bima dan Dewi.
Begitu pun Aira, hidup selalu di penuhi kasih sayang oleh keluarga sang suami dan suaminya sendiri, wajah Aira yang dulu dingin, kini sudah kembali menghangat dan penuh senyum karena banyak kebahagian yang ia dapat, bahkan Ayah dan Abangnya setiap hari akan melakukan Vicall dengan Aira, Ayah dan abangnya benar benar memberikan kasih sayang kepadanya walah hanya lewat vicall, sesekali Aira akan pulang ke kampung halamannya.
Begitu pun Nina, hidupnya juga semakin bahagia, di sayang suami, di perlakukan baik oleh keluarga suaminya, dan adik adiknya sekolah sambil bekerja di toko sembako yang di dirikan oleh Deddy Alif, Ibunya sudah kembali pulih, karena mendapatkan pengobatan teratur dari besannya, dan kini mereka juga sudah tidak tinggal di apartemen lagi, mereka tinggal di rumah di samping toko sembako, karena Deddy Alif juga membangun rumah untuk mereka tinggal, begitupun Nina dia tinggal di rumah yang di bangun oleh sang suami.
Aleta pun sudah menikah dengan Arya, pesta pernikahan mereka di gabung menjadi satu, kini Aleta tinggal bersama orang tuanya, karena tak di izinkan tinggal jauh dari sang Mommy karena mommy hanya tinggal berdua saja sama deddy Alif, kakak pertama Aleta sudah kembali ke luar negeri, ketempat keluarga sang suami dan anak anaknya, karena urusan bisnisnya sudah selesai.
__ADS_1
Saat ini ke tiga wanita cantik itu lagi menunggu hari wisuda, karena sudah banyak waktu luang untuk mereka, sebenarnya cuma untuk Aleta dan Nina klau Aira dia masih berkutat mengelola Cafe abang angkatnya dan beberapa usaha kos kosan dan Cafe yang ia dirikan dengan uangnya tanpa ikut campur sang suami sendiri.
Dan diam diam Aira jug seorang dokter muda, yang sedang melakukan koas di sebuah rumah sakit elit. dia mendapat rekomendasi rumah sakit dari dosen pembimbingnya, karena Aira adalah murid paling cerdas di fakultas kedokteran.
Tak seorang pun tau, klau Aira adalah dokter muda, termasuk suaminya sendiri dan Ayahnya, biarlah suatu saat nanti menjadi kejutan buat mereka.
"Aiiii..... teriak dua wanita cantik yang berdiri di depan pintu kamar tidur Aira, siapa lagi klau bukan Aleta dan Nina.
Membuat sang empunya kamar terlonjak kaget karena sedang enak enak melepas penat dari rutinitasnya, malah di kejutkan dengan kedatangan dua wanita super tese itu.
"Allah... kalian bikin kaget aja sih...?!" kesal Aira dan melempar bantal ke arah Nina dan Aleta.
Mami arum yang melihat tingkah wanita cantik itu hanya geleng geleng kepala dan pergi menuruni tangga.
"Ada apa kalian ke sini sih, mengganggu acara istirahat aku aja!!" kesal Aira.
__ADS_1
"Ncek... sewot amat neng?!" ucap Nina.
"Jalan jalan yuk... sudah lama kita bertiga ngak jalan jalan?!" bujuk Aleta dengan wajah imutnya.
"Aku mau tidur, lagi males kemana mana?!" ucap Aira dan ingin kembali merebahkan badannya ke kasur, namun sebelum itu terjadi, kedua wanita cantik ini menyeret Aira ke dalam kamar mandi.
"Ya... apa apan kalian, aku mau tidur!!" kesal Aira.
"Ngak bisa kita sudah ada di sini, jadi kamu harus ikut kami, mandi sana!!" ucap Aleta dan mendorong tubuh Aira kedalam kamar mandi.
Mau tak mau Aleta akhirnya Aira mandi, sambil menggerutu.
Di luar sana Aleta dan Nina sudah menyiapkan pakaian buat Aira, dan mereka lansung keluar kamar Aira dan mencari Mami Arumi.
Bersambung...
__ADS_1
hallooo kalian semua, jangan lupa like komen dan vote ya... jadi kan terpaforit.
"Terimakasih"