
Saat sampai di rumah, ternyata Mami Aleta, Tama dan Kake surya, sudah menunggu ke dagangan mereka.
Kakek Surya dan Papi Tama melihat kelakuan Angel yang memepet Brian dan saat melihat menantu kesayangannya duduk di depan bersama sopir, kedua laki laki itu mengetatkan rahangnya.
Tante, Om, Kakek... Angel sangat merindukan kalian?!" ucap Angel dengan suara manjanya.
"Kami juga sangat merindukan kamu sayang" ucap Mami Arum berbinar, namun tidak dengan ke dua laki laki beda usia itu, dia hanya menanggapi dengan senyum palsunya.
Kakek surya dan Papi Tama yang lebih peka dengan suasana hati sang mantu, lebih memilih mengobrol dengan Aira.
"Anak gadis Papi capek?" tanya Papi Tama mengelus kepala Aira, Angel yang melihat perlakuan Papi Tama kepada Aira, menatap tak suka.
Itu pun tak luput dari penglihatan Kakek surya.
"Dasar rubah licik, tak akan aku biarkan kau mengganggu rumah tangga cucu cucuku.
"Ayo masuk sayang, kalian pasti capek" ucap Mami Arum.
"Iya tante aku capek banget bayangin 17 jam di udara, untung abang tersayang ku ini menjemput tepat waktu?!" ucap Angel manja, dan memeluk lengan Brian manja.
Aira yang melihat itu, lansung membuang pandangannya ke arah lain.
Angel melihat Aira membuang pandangannya menyeringai licik, "permainan akan kita mulai gadis kampung, gue akan menyingkirkan loe dari keluarga ini, loe ngak pantes berada dalam keluarga ini, hanya gue yang pantas berada di sini" gumamnya dalam hati.
Papi Tama dan Kakek surya, menatap jijik ke arah Angel.
__ADS_1
Mami Aleta yang dari dulu menyayangi Angel begitu senang melihat kemanjaan Angel kepada Brian dia tak tau bagaimana persaan hati sang menantu.
Brian yang bodoh pun senang senang aja melihat Angel bergelayut manja di bahunya.
Dia lupa gadis cantik yang berstatus istrinya itu, menahan sakit hati.
"Ya sudah kita makan dulu abis itu kita istirahat" putus sang Mami.
"Ok tante, aku sungguh sudah lapar ucap Angel, mengikuti langkah Brian dan lansung duduk di samping Brian, padahal itu bangku tempat Aira.
"Kenapa kamu duduk di situ, itu tempat Aira" ucap sang kakek.
"Ah... begitu ya, hai... kakak ipar aku boleh duduk di silahkan?" tanya Angel berpura pura tersenyum manis.
Deg....
Ucapan Aira membuat hati Brian berdenyut nyeri, dia menatap ke arah sang istri, namun Aira mengalihkan pandangannya ke arah sang kakek.
"Kakek mau makan apa?" tanya Aira tersenyum tulus, namun sang kakek dapet melihat dan papi bisa melihat luka di mata Aira.
"Kakek mau sama sop ayam saja sayang, tambah pergedel" ucap kakek.
"Biar aku yang mengambilkan" ucap Angel menyerobot piring di tangan Aira.
Aira cuma diam dan mengambilkan makan untuk sang suami, namun sudah di serobot oleh Angel, dan akhirnya Aira memakan makanan yang telah di ambilkan oleh Brian tadi.
__ADS_1
Papin Tama dan Kakek Surya mengeram kesal dengan kelakuan Angel.
Brian makan dengan tenang, tanpa melihat kirikanan, begitupun dengan Mami Arum.
Sedangkan Angel menyeringai licik.
Saat sampai di kamar. Aira lansung masuk ke dalam kamar mandi, untuk menyegarkan tubuh dan hatinya yang terasa panas.
Brian merebahkan tubuhnya di kasur, untuk menunggu sang istri bergantian mandi.
"Sayang... kenapa dari tadi diam saja hm..."
Tanya manusia kurang peka itu.
"Tidak kenapa, pergilah mandi" jawab Aira sedikit dingin, Brian lansung melepaskan pelukannya dan lansung berjalan ke dalam kamar mandi, dia pikir istrinya hanya capek ingin istirahat, dia melepaskan sang istri begitu saja.
Aira menatap ke pergian suaminya penuh arti, entah apa yang sedang di rencanakan olehnya, hanya dia dan outhor yang tau.
Bersambung...
Haiii... jangan lupa like komen dan vote ok.
Beri aku semangat ya buat menghalu hehehe....
\*\*\*\* Terimakasih\*\*\*\*
__ADS_1