
"Besok pagi kamu pulang ke negara mu Angel" ucap Brian, tidak ada nada lembut dan terkesan datar, melihat Angel.
Tentu saja ucapan Brian tersebut membuat Angel tersentak kaget, dia berharap di bela oleh Brian, justru Brian malah menyuruh dia pulang ke negara nya.
"Loh... Kok gitu sih, kaka.! Aku kan sudah bilang klau aku mau kuliah di sini?!" rajuk Angel manja, membuat yang ada di san muak dan ingin muntah melihat tingkah Angel tersebut.
"Kau boleh kuliah di negara ini" ucap Brian.
Tentu saja Angel kembali tersenyum senang, dan merasa bahagia, rupanya kaka angkatnya itu masih menyayangi nya, pikir Angel, yang lain menatap Brian sinis.
"Tapi kau tidak boleh tinggal di sini lagi, dan tidak boleh menemui aku lagi, karena mulai sekarang kita bukan siapa siapa lagi, dan aku tak ingin mengenal kamu lagi!!" tegas Brian, memang sudah tak mau terjebak adik kaka dengan Angel lagi, dan berakibat sang istri menjadi korban, bisa bisa istrinya benar benar pergi gara gara dia membela Angel, lihat saja singa betina dan singa jantan di sana, menatap Brian sebagai musuh yang akan di mangsa.
"Ngak bisa begitu dong kak, masa gara gara perempuan kampung yang baru kau kenal itu, kau mau mengakhiri hubungan kita.!!" hina Angel.
"Woii... Ruba licik, kau sama Aira beda kelas nona, walau pun Aira gadis kampung, tapi tak pernah mau merusak hubungan rumah tangga orang, ngak kaya kamu, yang katanya orang kota, kelas elit, nyatanya ****** murahan!" hina Nina, yang mulutnya 11 12 dengan Mami mertuanya itu.
__ADS_1
"Diam kau.... Gadis sialan, kenapa kau ikut ikutan, ini bukan urusan kau..." Marah Angel.
"Selagi itu menyangkut Aira, itu juga urusan gue, mau apa loe!!" tantang Nina.
"Aku ngak akan pulang kampung kak, tunggu saja sebentar lagi orang tua aku datang, mereka sudah di bandara" ucap Angel.
"Waawww ... cepat juga ya, loe bergerak, lansung memanggil orang tua loe, bagus lah kalau begitu, itu akan cepat and di tangan Aira" ucap Nina tersenyum penuh arti.
"Apa maksud loe, gadis kampung" marah Angel.
Angel hanya melirik kesal ke arah Nina itu, dan kembali menatap Mami Arum.
"Tante, kenapa tante dia aja, seharusnya tante bela aku dong, ini tante membisu saja di sini, jangan terpengaruh lah sama orang orang itu?!" rayu Angel.
"Maaf Angel, apa yang di bilang Brian memang benar, kembali lah ke negara kamu, dan jangan pernah injakan kaki kamu di rumah ini lagi, tante menyesal telah menerima kamu di rumah ini" ucap Mami Arum lembut.
__ADS_1
"Jangan gini lah tante, biarkan saja wanita kampung itu pergi dari rumah ini, dia tak cocok menjadi menantu tante, dia tak berkelas, tidak cocok di bawa ke pertemuan penting, aku bisa kok gantiin dia menjadi istri kak Brian" keceplosan Angel.
"Ohhh... Jadi kau benar datang ke sini ingin menghancurkan pernikahan ku" marah Brian, karena terlanjur ke tahuan lebih baik dia mengaku.
"Iya, aku datang ke sini, karena aku ingin merebut kaka, dari istri kampungan kaka itu, karena dari dulu, sampai sekarang aku sangat mencintai kaka" ucap Angel tanpa beban.
"Mencintai Brian, apa harta Brian...?" tanya sang Kakek, tentu saja Angel sedikit gelagapan, namun berusaha untuk tenang.
"Ka- karena akunmenyukai kak Brian opa" ucap Angel tergagap.
"Berhentiii..."
Teriak seseorang di pintu masuk tersebut, berhasil membuat orang-orang di sana melihat ke arah suara itu.
Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote... ok...