Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 118


__ADS_3

Aira sedang asik berendam ria di dalam bathtup, tiba tiba di kagetkan dengan sebuah tangan yang meraba gunung fujinya


"Abang....!" kaget Aira dengan muka cemberut, iyq siapa lagi yang lancang masuk ke kamar mandi klau bukan sang suami tercintanya itu.


"Kenapa hmm...!" ucap Brian tampa bersalah tersebut, dia juga ikut melucuti pakaian yang membalut tubuhnya itu, dan ikut bergabung di dalam bathtup bersama sang istri.


"Kok malah ikut mandi sih?!" desah Aira karena ulah tangan sang suami yang sudah merayap di tubuh Aira, dan bibir Brian udah nempel sana sini di tubuh sang istri.


"Pengen ikut berendam sama kamu sayang, tadi abang cari cari ngak ada, eh tau taunya lagi main air, Ya udah dari pada kamu bete mendingan abang temanin!" seloroh Brian,


"Ncek... modus?! ah... abang auh.... Aira mengelinjang nikmat, gara gara tangan Brian bermain main di hutan belantara Aira, dan satu jarinya keluar masuk di gua Aira, tangan yang satunya bermain main di puncak gunung fiji, bibir Brian merayap di tengkuk sang istri dan turun ke pundak, meninggalkan banyak jejak jejak cinta di sana.


Puasa melakukan yang ia mau, Brian membalikan dan mengangkat tubuh sang istri ke atas pangkuannya, "goyang sayang?!" pinta Brian dengan mata yang sudah berkabut gairah,


Aira melakukan apa yang di minta suaminya itu, mereka asik melakukan adengannya 21+ di dalam kamar mandi sampai satu jam lebih, keluar keluar bibir Aira sudah menggigil dan pucat akibat sang suaminya itu.

__ADS_1


"Abang ke biasaan bikin aku kayak gini!" kesal Aira, sambil memakai pakaian dan mengoles skin care ke wajahnya dan memakaikan lation ke tangan dan kakinya, Brian ikut membantu sang istri, mengeringkan rambut sang istri menggunakan hair dryer.


"Abis mau bagai mana lagi sayang, tubuhmu candu untuk abang!" selesai mengeringkan rambut sang istri, Brian mengajak Aira keluar untuk makan malam.


"Hai... sayang dari tadi kami tunggu buat sholat magrib bersama kalian malah ngak keluar keluar, ini pasti ulah suami mu ya, ngak mau melepaskan kamu?!" tuduh sang Mami, yang memang benar seratus persen.


"Mana ada gara gara aku Mi, mantu Maminya aja yang ngak mau lepas sama aku, pengennya nempel mulu, katanya rindu sama suami gantengnya ini, karena seharian ngak ketemu, jadi dia rindu?!" ucap Brian memutar fakta, tanpa fakta.


Ucapan Brian tersebut membuat Aira kesal setengah mati, suami kurang asemnya itu dengan seenak bibir lemesnya aja ngatain dia yang mau nempel terus, padahal dia yang bikin badan Aira remuk redam dan kedinginan di hajar bolak balik, jungkir balik di kamar mandi, sekarang melimpahkan kesalahan sama dia.


Brian terlonjak kaget, mendengar ucapan sang istri, "mampus salah ngomong, bisa gawat, klau bini gue tidur sama Mami, bisa bisa gue ngak dapat jatah nanti malam, mana ngak bisa peluk peluk lagi, ya kali balik ke laptop meluk guling tak bernyawa!" gerutu Brian menyadari kebodohannya.


"Eh.... iya iya abang yang nempel mulu, bukan adek, maafin abang ya... abang salah, nanti adek bobo sama abang ya sayang, abang ngak bisa tidur klau ngak peluk adek, istri sholeha nya abang, istri cantiknya abang tiada duanya, dan baik hati, jangan ngambek dong sayang, ngambek sama suami itu dosa lho...?!" rayu Brian.


"Bodo emang aku pikirin, ayuk Mi... kita makan, biarin aja dia di sini sendirian?!" menarik tangan ibu mertuanya.

__ADS_1


"Apa apaan Papi ngak mau ya tidur sendiri, Mami tidur sama Mami lho sayang?!" ucap Papi Alfa yang tidak mau tidur tanpa istri.


" Ngak ada, Papi juga tidur sendiri malam ini, klau ngak mau tidur sendiri, tidur aja berdua sama Brian, ingat Papi juga ada salah sama Mami?!" ketus sang istri.


"Hais.... si Mami ngak boleh dendaman gitu, kan Papi sudah minta maaf sama Mami, ayo dong jangan marah lagi, tidur sama Papi ya mi, kasian Aira klau tidur sama Mami, dia pasti ingin tidur sama Brian?!" memberi alasan


"NGAK... KAMI MAU TIDUR BERDUA!" ucap dua wanita terebut dengan tegas, membuat bibir ke dua laki laki tampan beda usia itu mengerucut lucu.


"Sang kakek cuma terkekeh melihat kelakuan keluarga absrud tersebut.


"Sudah sudah bertengkar mulu, kapan makanya nih, Ayah sudah nahan lapar dari tadi lho?!"


"Haaa... iya, maaf kan kami Yah, Kek?!" ucap Mami dan Aira bersamaan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2