
Tok...
Tok....
Tok....
"Iya... silahkan masuk, ucap Aira dari dalam,
Terbuka lah pintu ruangan Aira itu dari arah luar, terlihat dari balik pintu itu, ada Doni di sana.
"Ada apa bang..?!" tanya Aira
Itu di luar ada tamu buat adek cantik!" ucap Doni sambil nyengir,
"Tamu... siapa emang, perasaan aku ngak punya janji deh bang!" ucap Aira bingung.
"Itu... tukang pukul kemaren! ucap Doni cengengesan,
"Ncek, sembarangan klau ngomong!" ucap Aira sambil memukul bahu Doni pelan,
"yuk.... keluar!" ajak Aira, sambil berlalu ke luar dari ruang kerjanya, dan di ikuti oleh Doni dari belakang.
Aira melihat keberadaan empat sekawan itu, sedang duduk menunggunya, sambil bermain hp,
"Haii.. bang?!" ucap Aira mengagetkan mereka,
"Eh... dek!" ucap mereka berbarengan,
__ADS_1
"Sudah pesan makanan!" ucap Aira
"Belum Dek!" ucap Toni malu malu meong,
"Ya udah pesan aja dulu, baru kita ngobrol, ucap Aira seperti dingin namun sikap Aira sudah biasa buat mereka,
"Jadi... gimana bang! sudah ada lahan yang abang dapat!" tanya Aira, setelah empat sekawan itu memesan makanan,
"Sudah ada dek, ada empat malah, terserah adek mau yang mana?!" ucap jago, semangat.
"Mana coba lihat..?!" Aira menjulurkan tangannya mengambil foto foto lahan yang di ambil empat sekawan itu,
"Yang ini di pinggir jalan raya dek! tempatnya strategis, cuma harga lumayan tinggi, yang ke dua agak ke dalam cuma rada sepi, yang ketiga, di pinggir jalan raya juga tapi di tanjakan, nah yang terakhir, di pinggir jalan raya, tapi sudah berbentuk bangunan, lumayan luas, masih ada lahan kosongnya juga, orangnya butuh uang cepat!" Jago menjelaskan dengan rinci.
"Tapi yang ke empat agak sedikit rawan preman iseng dek!" tambah doni,
"abang hubungi saja orangnya, klau dia mau dengan harga segitu ambil saja!" ucap Aira,
"Siap dek, habis dari sini abang akan langsung menghubungi yang punyanya!" ucap Jago semangat,
"Ya sudah, abang makan dulu, setelah itu baru abang, hubungi orangnya, ucap Aira
Dan di anggukin oleh empat sekawan itu, Aira meninggalkan mereka, masuk keruang kerjanya.
Di tempat lain, di kota yang berbeda. Brian semangkin frustasi dengan pekerjaan dan rindu pada sang kekasihnya itu,
"Kenapa anda, tidak minta tolong sama Aira saja, Tuan..!"
__ADS_1
"Haaa... emang Aira bisa,tanya balik Wiliam, serasa tak percaya,
Tommy terkekeh dengan ucapan Wiliam, dulu dia sama persis dengan Wiliam, meragukan ke pintaran Aira,
"Saya dulu sama seperti anda, tuan! tak percaya dengan kemampuan Aira, tapi... semua itu terbantahkan dengan semua yang dia lalukan gadis cantik itu! anak buah saya sampai kalang kabut gara gara team IT saya di serang, akan tetapi Aira hanya butuh waktu lima belas menit, untuk mengembalikan data data saya dan berbalik menghancurkan lawan saya!". kenang Tommy kepada adek angkatnya itu.
Dan Tommy kembali menceritakan cafenya hampir di ujung ke bangkrutan dan perusahaannya bulan kemaren di serang oleh paman dan sahabat.
Semua yang Tommy ceritakan, di dengar antusias oleh ketiga cowok dingin tersebut,
"apa menurut anda, Aira mau membantu perusahaan saya?" ucap Brian ragu,
Ncek, kalian itu pacaran!, apa lagi Aira menganggap Aleta adek tuan Wiliam saudaranya, mana mungkin gadis cantik itu tidak akan membantu kalian!" ucap Tommy dan di anggukin oleh ketiga orang tersebut.
"Baik lah... aku akan mencoba menghubungi nya!" ucap Brian semangat.
Namun setelah dia mengambil hpnya, dia mendengus kesel,
"Kenapa?" tanya Tommy bingung,
"Gimana mau menghubunginya! saya ngak punya nomor Aira!?" dengus Brian kesal,
Sontak yang ada di sana menyemburkan tawa mereka,
BUAHAHAHAHA....
Brian hanya melirik kesal kepada tiga orang, yang sedang mengetawakannya itu.
__ADS_1