Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 165


__ADS_3

"Mi.... kita mau ngapain ke sini?" tanya Aira ke bagian pakaian yang bisa di bilang bukan pakaian, lebih cocok di bilang saringan santan itu.


"Ya, nyari peralatan tempur lah... mau ngapain lagi?!!" ucap sang Mami santai.


Ke tiga cewek cantik itu, hanya menelan salivanya dalam dalam, tak mereka bayangkan memakai pakaian lucknat itu seumur hidup.


"Buat apa nyari peralatan tempur di ini Mi, bukan kah, klau peralatan tempur itu, pistol, belati atau tongkat bisbol Mi?" dengan polosnya Aira berkata kayak gitu, dan lansung mendapat tabokan dari sang Mami.


"Haduhhh... ya ampun, susah ya, kalau mantu cantik Mami ini yang suka tempur baku hantam di jalanan, ingatnya pistol, belati!! melulu" sang Mami memegang jidatnya pusing, mengajari tiga wanita cantik itu.


Aira hanya terkekeh malu dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Sedang kan Aleta dan Nina hanya terkekeh geli melihat mertua dan menantu itu.


"Lalu mau ngapain Mi?" tanya Aira lagi.


"Kamu ikutin Mami aja!!" perintah sang Mami.

__ADS_1


Lama berjalan sang Mami menemukan barang yang ia cari, sebuah lingeri merah maron, dan mencocokan di tubuh Aira.


Aira yang di perlakukan sang Mami seperti itu, mukanya lansung merah bak tomat matang di pohon, karena malu.


"Mi, malu...?!" rengek Aira.


"Ini cocok sama kamu, tanpa memperdulikan Aira yang malu, dia lanjut mencari lingeri lainnya, ada yang mirip zebra, macan tutul, dan banyak lagi model lainnya, masih masing sang Mami membaginya ke kantong belanjaan para wanita cantik itu.


"Buat apaan ini Mi, kami ngak mau beli ini?!" tanya Nina menatap horor pakaian lucknat itu.


"Sudah, katanya kalian mau meluluhkan singa yang sedang ngamuk itu, kalian pakai pakaian ini, Mami jamin mereka luluh.


Mami Arum melotot, dan setelah itu merubah mimik wajahnya dengan sumringah.


"Bagus lah, bearti anak Mami itu memang keturunan Papinya?!" santai sang Mami.


Aira, Aleta dan Nina hanya melotot tak percaya dengan ucapan sang Mami.

__ADS_1


Ketiga wanita cantik itu hanya mengikuti langkah sang Mami dengan lemas, mereka membayangkan saat memakai pakaian lucknat itu, tanpa memakai pakaian itu pun sang suami sudah menggempur mereka setiap malam, apa lagi sekarang di suruh memakai pakaian saringan santan tersebut, bisa bisa semalaman suntuk mereka tak akan di buat tidur, dan yakin lah jalan mereka tak akan normal untuk beberapa hari ke depan.


"Sudan semuakan?" tanya sang Mami santai seolah olah tak akan terjadi apa pun, padahal para wanita cantik itu jantung mereka sudah jedag jedug kayak alunan musik di diskotik.


"Kalian mau tidak di amuk atau di diamond sama laki laki itu kan?" tanya Mami serius.


Dan di anggukin cepat oleh ketiganya.


"Klau begitu, kalian harus memakai pakaian ini. berdandan lah secantik mungkin, jangan lupa pakai wewangian, agar mereka lupa dengan kemarahanny, bla bla....!!" sang Mami memberi pengarahan kepada anak didiknya.


Ke tiga wanita cantik itu hanya mengangguk tak yakin, takut apa yang Maminya itu di salah artikan oleh para suami mereka, selama ini mereka tak pernah agresif.


"Percaya sama Mami, kalian bisa buktikan sendiri deh, Mami setiap melakukan kesalahan juga akan melakukan yang Mami ajarkan kepada kalian tadi kok, kalau kalian tidak percaya, tanya sama Mommy kalian!!" ucap sang Mami meyakinkan.


Meraka hanya pasrah mengikuti ucapan sang Mami.


"Ya sudah, kita harus pulang cepat, jangan sampai para singa itu duluan dari kita, dan persiapkan diri kalian!!" perintah sang Mami.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2