Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 69


__ADS_3

Hari ini adalah hari kepulangan Aira ke kota, di mana dia sudah di tunggu dengan segudang pekerjaan dan tugas kuliah yang menumpuk, tapi semua tidak akan jadi beban buat Aira, dia hanya mengikuti semua alurnya agar tidak menjadi stres.


"Sudah siap sayang?!" tanya Brian yang tiba tiba masuk ke dalam kamar Aira,


"Sudah...!" jawab Aira singkat, yang sedang menyisir rambutnya di meja rias yang tersedia di kamar itu.


"Kamu cantik banget... pacar siapa sih...?" tanya Brian yang memeluk Aira dari belakang, sambil menyurukan mukanya di curug leher sang kekasih, dan menciumi aroma vanilla yang menguar dari tubuh sang kekasih.


"Pacar kang cilok, yang mangkal di sebrang hotel!" saut Aira Asal.


Jawaban Aira itu, membuat Brian yang masih mengendusi curug lehernya itu di buat gemas sama Aira.


Brian langsung saja menghisap bahu sang kekasih dan meninggalkan jejak di sana.


"Abang ih... kenapa di bikin merah di situ sih..!" kesal Aira.


"Biar kang cilok tau, kalau kamu pacar abang milik abang...!" kesal Brian yang terbakar cemburu itu.


Aira terkekeh geli dengan ucapan sang kekasih, yang mode cemburu akutnya kumat.


"Siapa juga yang pacarnya kang cilok sih..?!" kekeh Aira.


"Itu tadi kamu bilang!" sungut Brian kesal.


"Berjanda abang sayang...?!" kekeh Aira

__ADS_1


"Bercanda Aii...!" kesal Brian


"Iya itu maksudnya!" ucap Aira dan membalikan badannya, menghadap ke arah Brian.


"Kenapa pagi pagi, sudah ngamuk aja sih...?!" kekeh Aira


"Abang ngak suka ya... kamu bilang pacar orang lain, selain abang!" kesal Brian sambil melotot ke arah Aira.


Itu bukannya membuat Aira takut, malah membuat Aira gemas, dan menghadiahkan sebuah kecupan di bibir tebal Brian.


Brain dengan senang hati, menyambut bibir Aira, dia langsung ******* bibir sang kekasih, dan menjelajahi isi dalam mulut Aira, tangan Brian pun tak tinggal diam, tangannya sudah masuk kedalam baju Aira, membuka pengait ** Aira.


Bibir Brian turun ke bawah dan menjilati leher Aira dengan buas, membuat Aira mende*ah nikmat.


Brain menidurkan Aira di atas kasih dan menindih Aira dari Atas, Aira hanya bisa pasrah dan menikmati apa yang di berikan Brian,


Brian menyapu bersih setiap yang ada di tubuh Aira, yang sudah menjadi candu baginya, dan meninggalkan banyak jejak di sana,


Tapi Brian hanya melakukan hanya sebatas wilayah atas, tampa menyentuh bagian bawah,


Puas dengan apa yang dia mau, Brian memberhentikan Aksinya,


Brian mengecup bibir dan jidat Aira dengan lembut,


"Pulang dari sini kita menikah ya sayang...?!" ucap Brian dengan mata sendunya.

__ADS_1


Aira menganggukan kepalanya, dia juga sudah mau menikah dengan Brian, selain dia mencintai Brian, Aira juga takut tak bisa mengontrol dirinya, yang selalu tak bisa menolak apa yang di lakukan Brian.


Brian Langsung tersenyum senang, karena sang kekasih mau menikah dengannya.


"Baik lah... kita langsung menemui kakek se sampai si kota ok...!" ucap Brian semangat.


Brian mendudukan Aira dan merapikan pakaian Aira yang sudah acak acakan dan sebelum memakaikan ** sang kekasih, masih sempat sempatnya Brian menyesap ****** susu Aira,


Aira menekan kepala Brian dan menjambak rambut Brian, menahan sensasi yang dia rasakan,


"Sudah ah... nanti takut ngak bisa lepas sama ini..!" sambil meremas jambu jamaika itu dengan ke dua tangannya, dan memasangkan pengait ** sang kekasih dan merapikan baju Aira,


"Aira hanya bisa merengut kesal campur malu, dengan kelakuan Brian, yang selalu seenak jidat, mengobok ngocok dirinya, dan sialnya dia tak bisa menolaknya.


Setelah rapi dengan pakaian sang kekasih, Brian pun merapikan pakaian dia sendiri, di depan kaca meja rias, Brian tersenyum lebar melihat di dadanya ada tiga buah, tanda dari Aira,


"Sayang.... kau menandai abang, hmm...!" Brian melirik Aira dengan senyum lebarnya, Muka Aira sudah merah bak kepiting rebus, merutuki perbuatannya.


"Jangan malu sayang... abang menyukainya, kapan perlu setiap har


i kau beri tanda!" ucap Brian frontal,


Ucapan Brian tersebut langsung dapat lemparan bantal dari Aira, karena malu dan kesal, Aira pergi meninggalkan kamar hotel tersebut dengan membawa tas sandangnya, dan meninggalkan kopernya bersama Brian,


Brian terkekeh geli dengan tingkah sang kekasih, dan menyusul Aira keluar, sambil membawa koper sang kekasih hatinya itu.

__ADS_1


__ADS_2