
" Huufff... Dasar rubah licik menyebalkan" marah Nina, kembali menghempaskan pantatnya di sofa empuk itu.
"Sabar... Minum dulu " ucap Aleta menenangkan dan memberi segelas Air dan lansung di sambar oleh Nina.
Gluk...
Gluk...
Gluk....
Hanya tiga kali tegukan Air di dalam gelas itu lansung tandas oleh Nina.
Yang lain hanya terkekeh melihat tingkah konyol Nina itu.
"Sekarang kamu bisa buka mata kamu kan?! seperti apa orang yang kamu sayang, dengan teganya dia ingin merusak rumah tangga anakmu, itu yang kamu bilang baik baik saja, dari awal saya sudah tidak setuju anak itu tinggal di sini" marah Papi Tama,
Yang biasanya bicara selalu lembut kepada keluarganya, hari ini tidak ada sedikit pun kelembutan yang terpancar dari wajahnya.
Iya sekali kali istri ngeyel sama anak dongo nya itu harus di kasari, biar ngak masuk jurang, hampir saja dia kehilangan menantu kesayangannya gara gara kebodohan anak istrinya itu.
__ADS_1
Mami Arum dan Brian hanya menunduk, dan menyesal tak mendengarkan ucapan sang Papi.
"Sekarang apa keputusan kalian, masih ingin rubah licik itu di sini, dan membiarkan Aira pulang seorang tuanya. Papi bersedia mengantarkannya pulang ke kota J sekarang juga" Ucap Papi Tama.
Mumpung kalian belum punya anak, jadi belum ada ikatan membelenggu kalian, jadi cerai tak jadi masalah, dari pada Aira tertekan hidup bersama kamu, lebih baik lepaskan dia, dia berhak bahagia, sudah cukup dia selama ini menderita, jangan kamu buat lagi dia menderita, selama ini dia juga sudah banyak berkorban buat keluarga kita, berapa kali dia hampir kehilangan nyawa untuk keluarga ini, berapa kali perusahaan kita hampir hancur karena musuh, Aira selalu jadi garda terdepan, lepaskan dia dia berhak bahagia, walau dia bukan lagi menjadi menantu di sini, Deddy akan mengangkat dia jadi anak Deddy. ucap Deddy Alif panjang lebar.
"Deddy..." Teriak Brian, belum selesai dia berbicara Mommy lansung menyela.
"Mommy juga setuju dengan ucapan Deddy, kebetulan anak Tuan Robert rekan bisnis Deddy juga sedang mencari calon istri, kemaren Mommy bertemu mereka saat membesuk Tuan Robert di rumah sakit.
Waduhhh... ini laki bini bisa bisanya membuat Brian dan Mami Arum kelojotan.
"Baik lah kakek akan mengurus surat cerai mereka secepatnya, biar cepat selesai, dan Aira bisa mendapat ganti yang lebih baik lagi, dan tidak punya laki bego bin dablek lagi, yang tak tau menjaga perasaan sang istri, dengar dengar anak Tuan Robert juga pengusaha terpandang di negaranya, dan sedang mendirikan perusahaan raksasa di kota ini" dan di anggukin oleh Wiliam dengan cepat.
Dua anak dan ibu itu benar benar dia buat tak bisa bicara oleh keluarganya, mereka hanya di anggap angin lalu, saking kesalnya keluarnya dengan kelakuan manusia dablek itu.
Nina dan Aleta hanya terkekeh geli mendengar ucapan keluarganya itu, yang asik menjodoh jodohkan Aira, dan melihat wajah kusut Brian dan Mami Arum.
"Apaan sih kalian, main jodoh jodohin istri aku , siapa juga yang mau cerai sama Aira, aku ngak mau ya, ngak ada ya" panik Brian.
__ADS_1
"Kenapa kamu sewot, biarin aja lah Aira bahagia sama orang lain, yang lebih peka dengan Aira, kamu kan bisa dengan leluasa memanjakan adik angkat kamu yang cantik seperti malaikat maut itu" ketus sang Mommy.
"Mi... jangan begini, aku ngaj mau cerai sama istri aku Mi, jangan suruh aku pisah sama Aira Mi, aku ngaku salah Mi, Brian mohon jangan pisahin Brian sama istri Brian Mi.
"Alah istri istri, istri apanya, dengan teganya kamu lukai perasaan istri kamu, membawa ****** licik itu kerumah ini, kamu pikir hati istri kamu ngak sakit melihat kamu di peluk peluk sama perempuan lain, apa lagi perempuan itu ada rasa sama kamu, dasar laki ngak peka" oceh sang Mami.
"Aira sayang... mau kan cerai sama Brian, mau kan nikah sama anak Tuan Robert, Mami cariin lansung kamu jodoh, walau pun kamu belum resmi bercerai, kamu mau kan sayang?!" ucap Mommy menatap Aira dan membelai kepala sang menantu cantiknya itu.
Namun orang yang di bela mati matian itu, tak bergerak sama sekali dari pangkuan sang Mami, dan sedari tadi orang beradu mulut tak sedikit pun dia merespon.
Dengan rasa penasaran sang Mommy menyibak rambut Aira, ternyata orang yang di bela sedang asik mengarungi dunia mimpi setalah capek menangis.
"Welehhh... Anaknya tidur" kekeh sang Mommy menepuk jidatnya.
Yang lain hanya terkekeh mendengar ucap sang Mommy, sempat sempatnya Aira tertidur di saat saat genting seperti ini, mungkin karena merasa lelah dan nyaman dalam pelukan sang Mommy.
Hufff....
Brian menghembuskan nafas lega, karena sang istri tidak mendengar ucapan keluarganya itu.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like komen dan vote ya😘😘😘😘