
Pagi ini sedang terjadi ke gaduhan di kamar Aira dan Brian itu, sang suami tak mau melepaskan sang istri dari pelukannya, padahal tukang rias sudah ada di depan pintu kamar hotel tersebut, untuk merias Aira, namun suami yang kayak bayi besar itu, selalu menempeli sang istri.
"Abang lepas ih... itu perias sudah datang!" kesal Aira.
"Biarin aja, abang pengen kayak gini sebentar lagi!" jawab Brian acuh, sambil memeluk sang istri dari belakang, dan mengendusi leher jenjang sang istri.
"Sesak bang ih...! nanti Mami ngamuk lo..!"
"Iya, iya ini di lepas!" cemberut Brian dan melepas sang istri yang langsung masuk ke dalam kamar mandi, tampa memperdulian Brian yang cemberut itu.
"Dasar istri ngak peka, suami ngambek bukannya di bujuk, malah pergi mandi sendiri, tawarin mandi bareng kek, cium kek, rayu kek. ini malah di tinggal sendiri di sini!" gerutu Brian sambil menghempaskan bokongnya sofa kamar itu, matanya tak lepas memandangi pintu kamar mandi, berharap sang istri keluar memanggilnya untuk mandi bareng.
"Isss.... benar benar ini mah istri, ngak peka banget, mana semalam ngak dapat jatah lagi, sekarang juga ngak di ajak mandi bareng, sambil membanting banting kakinya kelantai, seperti anak kecil.
Tak selang lama, terdengar pintu kamar di ketuk dari luar.
__ADS_1
Brian membuka pintu tersebut dengan muka kusut, sambil melihat siapa yang mengganggunya yang sedang kesal itu.
"Kenapa itu muka, masa mau jadi pangeran sehari tapi muka kusut, kayak baju belum di setrika!" cerocos sang Mami.
"Bodo ahh... Mami gangguin aja! mau ngapain kesini!" tanya Brian sambil manyun
"Eh... dasar anak somplak, kutu kupret, pake nanya, mau ngapain, noh... lihat, banyak orang mau rias Aira, nunggu di luar dari tadi, malah pintu ngak kamu bukain!" kesal sang Mami, sambil memukul lengan Brian dan menyelonong masuk ke kamar tersebut, tanpa di persilahkan masuk, Brian hanya bisa pasrah.
"Mana mantu Mami... jangan jangan kamu bikin lelah semalaman, sudah di bilang jangan di apa apain juga, tahan sehari, tapi kamu ngak denger ya!" teriak Sang Mami sambil berkacak pinggang.
"Oh... syukurlah, klau Aira ngak di apa apain, dan kasian deh kamu ngak di ajak mandi bareng, emang kenapa harus mandi bareng, emang kamu anak kecil yang harus di mandiin!" tanya sang Mami sok polos.
"Tau ah... ngomong sama Mami bikin emosi!" kesal Brian dan meninggalkan kamar tersebut, dan melangkah keluar, mencari kamar Wiliam.
"Heiii... kemana kamu, sudah tau mau di rias, malah kabur, biarin aja klau Aira sudah rapi, kamu belom rapi, pengantin prianya Mami ganti aja!" ancam Sang Mami.
__ADS_1
"Apa apa sih Mi!" kesal Brian, yang kembali masuk ke dalam kamar, dan duduk di kasur, sambil menunggu Aira selesai mandi, niatnya mau ke kamar Wiliam di urungkan, oleh ancaman sang Mami, kalau benar dia di gantikan oleh sang Mami dengan pria lain bisa berabe dia.
"Bagus duduk yang anteng di sini, tunggu mantu Mami selesai mandi baru kamu mandi!" perintah sang Mami.
"Iya iya, Mami kok lama lama jadi wabel sih?!" ucap Brian ketus,
"Heh... anak songong ngatain Mami bawel lagi, mau kamu Mami cariin Aira pasangan baru!" ancam sang Mami.
"Iya ngak bawel, cantik manis dan lembut?! rayu Brian pada sang Mami.
"Nah, gitu dong... baru bener!" ucap sang Mami seneng.
Yang lain hanya terkekeh geli melihat perdebatan ibu dan anak itu.
Bersambung....
__ADS_1