Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 149


__ADS_3

Di sinilah duo keong racun itu berada, di sebuah mall ternama di kota itu.


Setelah mereka mencairkan cek yang di beri oleh Brian tadi, dia langsung pergi bershoping ria, mungkin mereka lupa hidup tak seindah di tulus oleh author hehehe.


Ayu katanya yang mulai tobat tadi, tak kuat juga klau sudah melihat gepokan uang di tangan.


Di lansung kalap membeli barang barang yang tak penting bagi mereka.


"Auuu.... itu lucu bangeeett... aku suka Bu...?!" rengek Ayu manja.


"Ayo... ambil aja, ngapain mikir kelamaan nanti di ambil orang loh...?!" ucap sang ibu penuh semangat.


Tentu saja pemilik toko kesenangan barang dagangan mereka di borong sama Ayu dan Bu Ningsih, tak segan segan mereka menawarkan barang barang yang baru datang.


"Ini Tasnya bagus loh bu, baru datang di produknya ngak banyak, jadi di jamin ngak akan banyak yang sama, sama yang lain?!" ucap pelayan toko.


"Benarkah..?!" ucap Bu Ningsih berbinar.


"Iya bu, masa saya bohong, nanti ibu ngak percaya lagi sama saya?!" rayu pelayan toko.


"Baiklah aku ambil...?!" putus Bu Ningsih.


"Baik Bu, kami bungkus ya?!" ucap si pelayan.


Puas mereka berkeliling, dan memborong barang barang yang tak penting itu, mereka lanjut pergi ke salon ternama di mall tersebut.


"Abis keliling mall seharian emang enaknya kita di pijit dan perawatan biar kembali free...?!" ucap si Ibu.

__ADS_1


"Iya bu, ini kaki ku sudah pegal semua, ngelilingin mall seharian?!" keluh Ayu.


"Makanya kita ke salon, biar ilang pegal pegal kita?!" ucap si Ibu.


"Bu Nanti abis dari sini, kita makan yok di tempat Bapak sama Aira makan, aku sudah lama loh.. Bu ingin makan di sana, tapi belum kesampaian?!" rajuk Ayu.v


"Boleh lah, nanti kita kesana, abis perawatan?!' ucap Bu Ningsih.


Dua jam berlalu akhirnya mereka selesai juga melakukan perawatan.


Mereka keluar dari mall matahari sudah berganti dengan bulan,


"Ah tak terasa ya Bu kita seharian di sini?!" ucap Ayu.


"Iya, enak banget hidup kita ya?!" sombong Bu Ningsih.


Mereka menunggu taxi di pinggir jalan, namun lama menunggu tak satupun taxi atau si ngap ngap lewat.


"Iya tumben banget ini ngak ada yang lewat barang satupun?!" keluh Bu Ningsih.


"Masa udah cantik cantik malah berdiri di pinggir jalan sih?!" rutuk Ayu.


Tiba tiba datang segerombolan preman mendekati mereka.


"Haiii... cantik, mau kemana nih?!" goda preman tersebut.


"Apaan sih... ngak usah colek colek deh?!" kesal Ayu, tak terima dagunya di colek oleh preman tersebut.

__ADS_1


"Dih, jangan galak galak dong sayang?!"


"Temanin abang main yuk?!" ucap preman lagi memegang bokong sintal Ayu.


"Ih... kurang ajar banget sih pegang pegang orang?!" kesal Ayu.


"HAIII... SIALAN, JANGAN KURANG AJAR YA KALIAN, PERGI SANA, JANGAN GANGGU ANAK AKU...!!" kesal Bu Ningsih.


"Wahh... ada Ibunya, ternyata Ibunya tak kalah cantik, bisa nih dua duanya main sama kita?!" ucap si preman.


"Asik... tuh boss, nyobain dua rasa satu Alot yang satu krenyes krenyes?!" ucap preman satu lagi, dan di sambut tawa berjamaah oleh para preman tersebut.


"DASAR KURANG AJAR KALIAN, NGAK PUNYA SOPAN SANTUN KALIAN... PERGI SANA JANGAN GANGGU KAMI...!!" bentak Bu Ningsih.


"Ahhh... jangan teriak teriak sayang, nanti aja teriaknya, klau sekarang buang buang tenaga, ayo sayang ikut abang, ngak lihat ini sudah tegang?!" preman itu menarik tangan Ayu dan memperlihatkan batang kayu di bawah sana sudah berdiri dengan gagahnya,


Ayu berteriak karena syok melihat sesuatu di bawah sana, preman tersebut langsung menarik Ayu, agar ikut bersama mereka.


"Aaaakkkl... tolong... tolong....!!" teriak ayu.


Bu Ningsih berlari mengejar anaknya, namun naas dia tak melihat kiri kanan, ada sebuah bus dengan kecepatan di atas rata rata melaju di depannya,


Brak....


Brak...


"Ibuuuuuu...

__ADS_1


Bersambung...


.


__ADS_2