
Hari berganti, kini adalah di mana hari wisuda Aira, Aleta dan Nina.
Ayah dan keluarga kecil Bima juga datang menghadiri kelulusan Aira, dan tak ke tinggalan keluarnya besar sang suami.
Aira begitu bahagia akhirnya dia bisa merasakan di temani oleh keluarganya saat wisuda, dulu bagi dirinya hanya mimpi, di saat orang orang datang bersama orang tuanya, Aira cuma datang seorang diri.
Kini bukan hanya Ayahnya yang datang, dan bukan juga abangnya, tetapi sekarang juga di hadiri oleh suami tercinta, dan keluarga besar sang suami, jangan lupa para kakak angkatnya pun ikut mengihadiri acara wisuda tersebut.
Nina pun tak kalah senangnya, Ibu dan adik adiknya juga ikut datang ke acara wisuda Nina, namun minus Ayahnya yang tak tau rimbanya.
"Waaahhhh... kalian cantik cantik sekali, pasti banyak laki laki yang jatuh hati pada kalian" seru Aisyah, yang ngomong suka bikin kesal kaka iparnya itu.
"Pasti dong... kita kan tiga bidadari kampus" ucap Aleta jumawa, dia tau selain memuji Aisyah pasti sedang memanas manasi Wiliam.
"Ah... sayang sekali ya, kenapa kakak aku harus nikah sama kaka tua itu, padahal kan masih banyak cowok ganteng di kampis ini?!" ucap Aisyah seolah olah dia bersedih.
__ADS_1
"Haiii.... bocil!! mulutnya pengen di kasih lem apa ya... Aku ini paling tampan tau dari semua laki laki yang ada di kampus ini!" kesal Wiliam.
"Masa sih... tapi kaka tua masih kalah tampan sama kak Brian, sudah lah tampan mapan, sayang sama istri dan satu lagi ngak pernah tuh... yang namanya menzolimi adik ipar" ucap Aisyah, yang membuat Wiliam naik pitam.
"Heh... Bocil, mana ada aku sama Brian itu sebelas dua belas ya, aku juga sayang sama istri, mau zolimi adik ipar giman, orang Aira anak bontot!" kesal Wilian.
"Ah... iya sih, kak Brian orangnya baik, kemaren aja dia janji beliin Aisyah laptop lansung di beliin, emang baik banget sih sudah nyata baiknya, cuma ada satu orang yang masih di ragukan baiknya, ada yang janjiin beliin Aisyah motor, tapi motornya ngak datang datang, nih ni mata Aisyah sudah putih nunggu motor datang tapi ngak datang datang, sampe kebawa mimpi pula, eh pas bangun ngak ada" celoteh Aisyah.
Wiliam hanya bisa garuk garuk kepala mendengar ocehan adik ipar yang super duper bawelnya ngalahin mak mak komplek.
Dia memang menjanjikan Aisyah motor namun dia lupa, karena saking banyaknya kerjaan di perusahaan, maklum perusahaannya lagi sibuk sibuknya, sedang buka cabang di kota I.
"Ah... Aku ngak yakin, pulang dari sini, pasti ngajak kak Nina ke hotel" acuh Aisyah.
"Astaga bocil..." kesel Wiliam.
__ADS_1
keluarga besar Wiliam hanya geleng gelang kepala mendengar pertengkaran dua orang itu, sudah biasa bagi mereka mendengar Aisyah dan Wiliam adu mulut, sudah ngak aneh, Aisyah juga dekat sama keluarga besar Wiliam, anak itu selalu saja bikin mereka tertawa.
"Aduh.... Bu sakit tau, kenapa di jewer sih... kuping ais" oceh gadis bawel itu.
"Kamu itu, malu maluin tau ngak, minta motor sama kaka ipar mu itu, kaya minta beli kuaci aja" kesal sang Ibu.
"Iihhh.... Ibu... Mana ada Ais minta, orang kaka tua aja yang janjiin Ais, ya udah Ais tagih, kan katanya hutang itu harus di tagih?!" celetuk Aisyah.
Ibu, Nina, Aris hanya tepok jidat dengan kelakuan Aisyah.
"Nih ya bu... secara Ais ini kan seorang pedagang, kalau ada yang ngutang di toko Ais, Aiskan harus nagih hutang sama mereka, klau ngak Ais bisa rugi dong Bu..." celoteh gadis cerewet itu.
"Iya iya diam nanti di beliin, sekarang diam, jangan ngeceh mulu, ini acara kaka mau mulai" sela Nina yang malu karena banyak orang yang melihat ke arah mereka.
"Makanya kak klau janji itu di tepati, jangan cuma janji janji doang, janjii itu adalah utang, dengar bu ustazah sudah ceramah" ucap Aleta mengompori.
__ADS_1
Aira hanya terkekeh melihat kelakuan mereka, yang ngak akan ada diamnya klau sudah berkumpul.
Bersambung.....