Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 154


__ADS_3

Lama menunggu dalam keheningan sehabis Ayu di damprat sama Pak Alek, akhirnya pintu ruang operasi terbuka juga, dan tampak keluar para team dokter dari sana, semua yang ada di sana lansung berdiri mendekat ke arah dokter.


"Giman keadaan Ibu saya dok?!" tanya Ayu dengan rasa cemasnya.


" Alhamdulillah operasinya berjalan lancar, kita menunggu pasien sadar selama dua belas jam lagi, karena mengingat luka pasien yang cukup serius, seandainya dua belas jam tidak sadar pasien di nyatakan koma, dan kami beritahukan dengan sangat berat hati, klau kaki pasien di nyatakan lumpuh, karena cideranya terlalu parah?!" ucap sang dokter dengan hati hati, menunggu reaksi keluarga pasien.


"Lah kok gitu sih dok, saya sudah bayar mahal mahal loh, tetapi kenapa ngak sembuh, kenapa harus koma, kenapa bisa lumpuh, percuma dong saya bayar mahal?!" teriak Ayu.


Dokter sudah biasa mendapatkan reaksi dan kata kata umpatan, makian, saat penangan pasien tidak sesuai dengan keinginan keluarga, dan di sanjung setinggi langit saat pasien bisa sembuh, sudah biasa buat mereka, sampai di laporkan ke pihak berwajib sudah biasa juga bagi mereka, yang penting buat mereka menyelamatkan nyawa pasien itu lebih penting, jadi ucapan Ayu barusan belum lah seberapa, dokter hanya memperlihatkan senyum masamnya saat di omelin sama Ayu.


"Terima kasih dok, atas infonya?!" ucap Bima buru buru dengan tidak enak hati atas ucapan Ayu barusan, yang lain hanya mendelik tak suka sama Ayu.


"Sama sama mas, dan satu lagi, pasien sebentar lagi akan di bawa ke ruang ICU?!" ucap Dokter


"Baik dok, dan maaf atas ucapan adik saya barusan, mungkin dia sedikit syok mendengar keadaan ibu saya?! ucap Bima meminta maaf, kepada dokter karena kesalahan Ayu.


"Tidak masalah mas, sudah biasa bagi kami, untuk mendapatkan hinaan dan pujian, bagi kami pujian dan hinaan bukan apa apa, yang penting keselamatan pasien?!" ucap sang dokter bijak.

__ADS_1


"Ya sudah Mas, saya undur diri dulu, permisi?!" ucap sang dokter dan lansung pergi dari ruang operasi.


Setelah kepergian dokter tersebut, Bima lansung menegur Ayu.


"Ayu kamu ini apa apaan sih, ngomong kayak gitu sama dokter?!" omel Bima.


"Ya gimana dong, emang salah dia coba, masa sudah bayar mahal mahal, tapi ngak sembuh, apa katanya tadi?? koma, lumpuh dokter macam apa itu, dan lagi masuk ICU lagi, duit dari mana coba?!" cerocos Ayu.


Aira, Dewi, Brian dan Pak Alek cuma bisa mengeram kesal dengan kelakuan Ayu yang ngak ada berubahnyan itu, padahal sudah ada cobaan.


"Ahhh... terserah kamu lah Yu... ngomong sama kamu, ibarat ngomong sama tembok?!" kesal Bima.


"Brian kamu tolong belikan Aira teh panas dulu nak, kasian istri kamu dari tadi juga lagi pusing?!" ucap Pak Alek penuh perhatian kepada anak gadisnya itu, dan membuat hati Aira menghangat dengan perhatian sang Ayah.


"Iya Yah... aku titip istri aku sebentar ya Yah...?!" ucap Brian.


"Kamu tunggu di sini dulu ya sayang abang mau beli minum dulu buat kamu, mau makan apa dari tadi kamu susah makan loh, biar abang cari sekalian?!" ucap Brian penuh kasih dan membelai kepala Aira dengan lembut.

__ADS_1


Ayu melihat Aira di perhatikan sedemikian rupa oleh Ayah tirinya dan Suami Aira itu, mendelik tak suka.


"Aku mau dong sekalian beliin kopi sama nasi Padang oh iya mineral water juga sekalian dari tadi aku Hais loh, tapi ngak ada yang kasih minum?!" ucap Ayu tak tau malu.


"Kamu mau makan beli sendiri, punya kakikan pergi beli sendiri, ngak usah ngerepotin orang!!" sarkas Brian yang memang tak pernah suka sama Ayu.


"Ncek... apa bedanya sama dia", tunjuk Ayu ke Aira "ngak usah manja?!" kesal Ayu yang tak terima Aira di perhatikan oleh suaminya.


"Apa masalah buat kamu, dia istri saya, wajar saya manjain, lah kamu siapa, ngak ada hubungan sama saya?!" telak Brian.


"Ncek aku ini kaka ipar kamu, jadi kamu juga harus manjain aku dan hormat sama aku, klau kamu ngak mau beliin aku makanan, ya sudah Ayok kita keluar sama sama buat cari makan, sekalian aja kita makan bareng disana, kan Aira lagi sakit?!" dengan tak tau malunya Ayu mau cari kesempatan mendekati Brian.


Brian memandang Ayu jijik, "Dasar penggoda, dan tak tau siapa yang dia goda, murahan?!" dumel Brian dalam hati


"Pergi aja sendiri!!" usir Brian yang tak suka dengan ucapan Ayu tersebut.


"Ncek... sombong?!" dumel Ayu, sambil melenggang pergi dari sana, dan Brian lebih memilih menunggu Ayu balik dulu dari pada harus ketemu sama si muka tembok itu di luar sana.

__ADS_1


Bersambung...


Haiiii.... jangan lupa like komen dan vote nya ya... "Terima kasih" sudah mengikuti karya ku.


__ADS_2