
"Gimana bang lancar...?!" tanya Aira kepada ke empat preman tobat itu.
"Alhamdulillah semangkin rame dek..?!" jawab Toni dan di anggukin oleh yang lainnya.
"Ohhh... iya bang, aku bikin kos kosan di jalan xx, tapi masih kekurangan tukang, abang bisa cariin ngak, biar cepat kelar tuh... kos kosan!" ucap Aira,
"Ada noh... anak anak!" tunjuk Jago kepada beberapa orang yang sedang santai di sebuah saung di sana,
Ya udah klau gitu abang urus aja mereka, kira kira empat sampai lima orang, trus abang antar ke sana!" ucap Aira.
"Besok abang antar ke sana!" ucap Jago sopan,
para mantan preman tersebut merasa bersyukur bertemu dengan Aira, walau pertemuan mereka tidak lah mengenakan namun karena pertemuan mereka dengan Aira lah yang membuat mereka bisa menjadi lebih baik lagi, dan bisa berubah menjadi seperti sekarang ini.
Bukan hanya ke empat orang itu saja yang merasa beruntung ketemu Aira, masih banyak lagi yang sudah mulai ikut berubah lebih baik lagi, ikut membantu ke empat orang itu, dan meninggalkan dunia hitam yang selama ini mereka geluti,
Bahkan ada beberapa orang yang membuka lapak kecil kecilan di samping bengkel Jago.
Aira mah santai aja selagi itu tak merugikan orang lain.
Setelah lama bercerita kesana kemari, akhirnya siang sudah berganti malam, akhirnya Aira undur diri untuk pulang.
"Ya sudah bang, klau gitu aku pulang dulu!" izin Aira
"Nah, ini uangnya ngak di bawa dek?!" Tanya wawan, yang melihat uang yang masih tergeletak di atas meja ruangan itu.
"Oh iya, besok tolong abang transfer aja, ke rekening aku, seperti biasa?!" ucap Aira tersenyum manis.
"Dek... jangan senyum senyum kayak gitu dek?!" ucap Wawan.
"Kenapa emang?" bingung Aira
"Takut banyak semut yang datang, secara senyum adek, manisss... banget!" kekeh wawan gombal
"Ncek, sejak kapan abang bisa gombal?!" kata Aira ikut terkekeh
__ADS_1
"Sejak mengenal mu..!" jawab Wawan spontan
itu berhasil dapat toyoran dari Jago
"Jangan dengerin dek... ocehan kadal bunting ini!" sungut Jago
"Bukan bunting tapi buntung!" ucap Toni terkekeh
Aira terkekeh geli melihat kelakuan abang abang nya itu.
"Dah ah... aku pulang!" ucap Aira dan keluar dari ruangan sana, di ikuti oleh ke empat orang itu, mengantar ke pergian Aira.
Aira melajukan motornya agak sedikit lambat, karena jalanan lumayan macet, untuk mempercepat waktu, Aira mencari jalan pintas dan memasuki jalan yang sedikit sepi.
Sedang asik asik menunggangi kuda besinya sambil bersenandung ria, Aira melihat orang yang sedang baku hantam, Aira merasa kenal dengan orang orang yang di keroyok itu,
Aira membawa motornya lebih mendekat ke arah orang orang yang terlibat perkelahian itu, ternyata benar orang yang dia kenal dia adalah Brian sang kekasih, Wiliam dan Arya.
Aira turun dari motor dan ikut membantu sang kekasih hati yang mulai kewalahan melawan musuhnya,mereka sudah tampak kelelahan dengan lawan yang tak seimbang itu.
Bag....
Krek..
Bag...
Bug...
kreekkkk..
Bunyi tinju, tendangan dan tulang yang patah,
Aaggghhhh.... sakit, gadis sialan!! apa yang kau lakukan!" bentak lawan yang berhasil Aira lumpuhkan,
"Apa lagi yang saya lakukan klau bukan ikut main main sama kalian!!" ucap Aira dingin.
__ADS_1
"Haiii.... gadis sialan, minggir kau jangan ikut ikutan, ini bukan urusan loe...!!" bentak yang lain,
Brian, wiliam dan Arya melihat Aira menghajar orang sampai melongo tak percaya, mereka dari tadi bertarung belum ada salah satu lawan pun yang sampai patah, cuma bonyok bonyok doang, lah Aira bisa mematahkan beberapa orang musuh dalam hitungan menit, padahal badan musuh musuh mereka gede gede di bandingkan dengan tubuh Aira yang terbilang mungil itu,
"kalian ngak malu apa, ngelawan orang keroyokan, kek banci kalian!" hina Aira.
"Gadis sialan... rasakan ini... !!" kesal lawan Aira yang badannya lebih besar dari yang lain, dan kembali terjadi pertarungan sengit lagi,
Bag....
Bug....
Bag....
Bug....
kraakkk....
Aaaggggh.....
bunyi suara tendangan pukulan dan rintihan para musuh, tak butuh lama oleh Aira melumpuhkan musuh musuh tersebut
karena merasa tersudutkan, temannya sudah pada tumbang, salah satu dari mereka diam diam mengeluarkan pistol dan mengacungkan ke arah Brian.
Dor...
Aaggghhh....
Dor....
Aaaggghhh...
Dor....
Aaagggghhhh.....
__ADS_1
Bersambung.....