
Pagi ini Aira tidak lansung pergi ke rumah sakit dia akan pergi ke perusahaan tuan Robert untuk menandatangani kontrak kerja perusahaan Samudra grup dan perusahaan Wiliam.
"Sudah rapi sayang?!" tanya Brian melihat istri cantiknya.
"Sudah"
Cup...
satu kecupan sudah mendarat sempurna di bibir **** itu, semenjak hamil bibir Aira itu berubah sedikit tebal dan Brian suka itu.
"Ayo, kita sarapan dulu, takutnya si kembar sudah lapar" ajak Brian menarik tangan sang istri, agar berjalan bergandengan dengan dirinya menuju lift.
"Mantu Mami sudah cantik, sini nak, Mami tadi sudah minta Bibi masak nasi goreng Sea Food"
"Iya Mi, makasih" ucap Aira dengan senyum manisnya.
Aira makan dengan begitu lahap memakan nasi goreng sea food itu, baju juga habis dia sudah meminta salad buah lagi.
"Mi, ada salad ya di kulkas?" tanya Aira.
"Ada sayang, cucu Mami mau?"
"Mau" ucap Aira berbinar.
"Tunggu ya, Mami ambilin dulu" Mami Arum lansung mengambil satu kotak salad sayur satu lagi salad buah.
"Mau yang mana? salad buah apa salad sayur?" tanya Mami Arum memperlihatkan dua box salad di tangannya.
"Mau yang sayur sekarang, nanti buat bekal yang buah" cengir Aisyah.
"Ok, tuan putri" Mami Arum lansung memasukan satu box salad buah ke dalam tas bekal menantu cantiknya itu.
__ADS_1
Biasalah Bumil satu itu kemana pun akan selalu membawa bekal, karena tiap jam akan merasa lapar.
Jangan di tanya bagasi mobil Aira dan Brian itu sudah penuh makanan untuk Aira bepergian.
Dari pada nanti tiba tiba di tengah tengah tol atau jalanan macet si bumil itu menceracau kelaparan, lebih baik sedia payung sebelum hujan.
"Bik, tolong ini tarok di bagasi tuan muda ya?!" titah Mami Arum.
"Baik Nya?!" sopan si bibi.
"Ayo, berangkat" ucap Aira.
"Sudah habis" kaget Brian melihat mangkok salad sayur itu sudah bersih tak bersisa.
Aira cuma mengangguk dan menapilkan cengirannya.
"Anak Ayah sudah kenyang belum sayang?" tanya Brian ke perut sang istri.
"Iisss..." Aira sampai meringis menahan tendangan sang bayi.
"Jangan keras keras sayang, Bunda kalian jadi kesakitan nak, pelan ya?!" ucap Brian sambil mengusap perut itu.
Seolah mengerti, gerakan di dalam perut Aira lansung bergerak pelan.
"Anak Ayah pintar pintar" oceh Brian.
Cup...
Cup...
Cup...
__ADS_1
"Dapat hadiah dari Ayah kecupan sayang" kekeh Brian melihat berut Aira menyong menyong gitu, karena gerakan sang bayi.
Mami, Papi dan Kakek Surya juga ikut terkekeh melihat perut buncit Aira itu.
Sudah sayang, baik baik di dalam ya, kerjasama sama bunda, jangan menyusahkan bunda, kan bunda sedang cari uang buat kalian" kekeh Brian.
Dug...
Dasar bocah gemblung, masa bininya cari uang buat anakmu itu!" kesal sang Kakek.
"Aduh... kek, kok mukul sih, sakit tau?!" ucap Brian mengelus kepalanya, karena pukulan sang Kakek.
"Siapa suruh kau menyuruh istrimu cari uang buat anak mu, sedangkan kamu cari uang buat siapa?!" kesal Kakek Surya.
"Buat keluarga aku lah masa buat orang lain bisa di gorok aku sama istri aku kek" oceh Brian.
"Oohhh... kirain mau bagi bagi orang lagi kayak kemaren" sindir sang Kakek.
"Iss... Kakek itu mulu yang di ingat, sudah lewat masanya kek, aku salah waktu itu" gerutu Brian.
"Karena sudah lewat, makanya di ingatkan lagi, takut kamu amnesia lagi" oceh sang Kakek.
"Yuk sayang, kita berangkat, di sini terus, yang ada aku di bully terus sama Kakek" ajak Brian, menggandeng tangan Aira.
Aira sama yang lain hanya terkekeh melihat wajah kesal Brian itu.
Bersambung...
Haiii... jangan lupa like komen dan vote ya...
"Trimakasih..."
__ADS_1