Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 142


__ADS_3

Pagi ini, rumah Sederhana Nina sudah tampak sedikit ramai, karena kedatangan keluarga Wiliam, yang akan ikut menyaksikan pernikahan Wiliam dan Nina.


Tak lama datang lah ketua Rt dan perangkat desa lainnya, yang sengaja Wiliam datangi semalam, untuk menyaksikan pernikahan mereka.


Ayah Nina datang dengan tampang kucelnya, dia baru bangun tidur karena semalam habis main judi dan minum minum.


"Bagai mana kau bisa memberi uang padaku?" tanya Pak Toni to the point


Orang orang hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Pak Toni yang tak beradab itu.


"Bapak akan mendapatkan uangnya setelah acara ijab kabul nanti?!" ucap Wiliam tegas, dia pun tak ingin berlama lama berhadapan dengan Bapak lacknut itu.


"Baik lah, cepat laksanakan ijabnya aku tak banyak waktu!" ucap Pak Toni


Ibu Nina hanya tertunduk malu melihat tingkah sang suami, tangan sang Ibu di genggam erat oleh Aisyah, muka Aris merah menahan kesal kepada sang Bapak.


"Apa Bapak tidak ganti baju dulu, atau mandi sekurang kurangnya?!" sela Wiliam.

__ADS_1


"Itu tak penting bagi gue, sudah laksanakan saja pernikahannya, atau kau tak punya uang, klau tidak gue bisa jual Nina ke orang lain?!" ancam Pak Toni.


"Astagfirullah....." uca keluarga Wiliam syok mendengar ucapan Pak Toni.


"Ya allah nak, kehidupan macam apa yang kau jalani?" gumam Mami memikirkan nasib gadis yang sebentar lagi akan menjadi menantunyan itu.


Warga tak henti hentinya mencaci kelakuan Pak Toni itu, namun tak berani melontarkan kata kata, karena takut acara sakral Nina itu terganggu, mereka cukup tau kelakuan Pak Toni, sudah biasa mereka melihat hal tersebut.


Wiliam meradang mendengar ucapan Pak Toni, klau bukan acara penting bagi dirinya sudah dari tadi Wiliam membogem mentah Pak Toni.


Dedynya yang tau anaknya sudah mulai emosi, lansung menepuk pelan bahu Wiliam agar tak terpancing oleh ucapan Pak Toni tersebut.


Dengan sekali tarikan nafas Wiliam berhasil menjadikan Nina istrinya, Nina yang menunggu di dalam kamar, lansung menitikan Air mata, karena dirinya tidak sendiri lagi, sudah menjadi istri seseorang.


Nina keluar dari kamar di gandeng oleh Aisyah, dan dia berjalan menuju ke hadapan Wiliam.


Nina duduk di hadapan Wiliam dan mengambil tangan Wiliam dan mencium punggung tangan Wilam dengan hikmat.

__ADS_1


Wiliam tersenyum melihat Nina dan dia juga meletakan tangan kanannya di atas kepala Nina dan tangan sebelah kiri menengadah ke atas dan bibirnya berkomat kamit membaca doa keselamatan untuk pernikahannya, dan setelah itu dia pengecup lembut jidat sang istri.


"Kau sangat cantik sayang?!" bisa Wiliam di telingan sang istri. Muka Nina lansung merah bak kepiting rebus.


Acara romantis tersebut terganggu dengan ucapan Pak Toni.


"Sudah ngak usah drama lah, sekarang ke inginan loe sudah gue penuhi, sekarang mana uangnya?!"


"Tidak semudah itu pak, Bapak harus menandatangani surat perjanjian dulu, setelah saya kasih uang Bapak tidak boleh mengganggu Nina, Ibu, Aisyah dan Aris lagi, klau sempat Bapak mengganggu mereka, bapak akan di tangkap polisi?!" ucap Wiliam tegas.


"Aagggkkkk... sialan loe nipu gue....!!" teriak Pak Toni.


"Tidak, saya hanya meminta Bapak menandatangani surat perjanjian?!" ucap Wiliam santai.


"Baiklah.... mana suratnya?" ucap Pak Toni kesal.


Setelah Pak Toni menandatangani surat perjanjian, dia lansung mendapat sebuah koper yg berisikan uang tunai.di di dalamnya.

__ADS_1


Pak Toni pergi membawa koper di tangannya dengan senyum mengembang di bibirnya, tampa memperdulikan Anak istri dan orang orang di sana.


Bersambung....


__ADS_2