Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 182


__ADS_3

"Aira rindu Ayah, Aira ingin pulang"


Deg....


Jantung Brian dan Mami Arum berpacu mendengat kata kata Aira.


"Aira rindu sama Ayah sayang" tanya Mommy.


Aira menganggukan kepalanya yang masih di pangkuan sang mommy, menyuruk di perut datar sang Mommy.


Aira ingin pulang kampung sayang?" tanya sang Mommy.


Aira mengagukan kepala dan sekaligus menggelengkan kepalanya.


"Kenapa jawabnya gitu nak, iya dan ngak?" tanya sang Mommy tanda tak mengerti.


Yang lain hanya mendengarkan pembicaraan dua orang beda usia itu dengan perasaan entah lah hanya mereka yang tau.


"Aira ingin pulang, tapi juga ngak mau Mi.. klau Ayah tau Aira tidak baik baik saja pasti Ayah sama Abang sedih" ucap Aira dengan suara bergetar.


"Tapi Aira juga ngak mau di sini Mi.." keluh Aira.


"Mi... Aira ikut Mami boleh" tanya suara Aira serak.


Duarrr...


Jantung Brian makin berpacu karena sang istri ingin pergi darinya, oohhh.... tidak bisa, itu tidak akan terjadi, dia tidak akan mau itu terjadi.


Mami Arum pun tak kalah kaget dan sedih mendengar celotehan sang menantu.


Papi Tama mana mau menantunya itu pergi dari rumah itu, sejak dari pertama kali bertemu Aira, dia sudah sangat menyayangi Aira seperti anak kandung sendiri, lebih baik dia kehilangan si ular keket itu dari pada menantunya, biarlah hubungan persahabatan sekali lagi hancur dari pada kehilangan menantu emasnya.

__ADS_1


Papi Tama lansung berdiri, dan melihat ke arah anak dan istrinya, entah dari kapan Brian turun dan berada di samping mereka.


"Puas kalian, sudah puas kalian melihat menantuku tersakiti, sekarang kalian pilih, mempertahankan wanita ular itu atau Aira!!" marah Papi Tama.


Duarr.... kata kata Papi Tama itu membuat seorang manusia yang sedang mengintip di sana terjengkit kaget, yang tadi tertawa bahagia mendengar Aira akan pergi dari rumah itu dan dia dengan leluasa menjadi Nona muda pikirnya.


Namun apa yang dia pikir tidak terjadi, malah Papi Tama memberi pilihan, Aira yang pergi atau dia yang pergi, apa tadi Papi Tama bilang dia wanita ular, enak saja dia wanita berkelas tau.


Dengan langkah pasti Angel mendekat ke arah Brian, dan menggelendot manja di bahu Brian.


"Kak, kenapa sih, istri kamu itu lebai amat, biasa aja kali aku kan adik nya kakak, gitu aja cemburu" ucap enjel yang semakin memegang lengan Brian manja dan menyenderkan kepalanya di bahu Brian.


Orang yang melihatnya lansung merasa jijik dan ingin muntah.


Brian lansung menyingkirkan tangan Angel dengan kasar.


"Cukup Angel, cukup kamu berbuat sesuka kamu di sini, aku yang salah membiarkan kamu berada di rumah ini, aku telah melukai hati istriku gara gara kamu" bentak Brian.


"Kak. kok kaka kasar sih sama aku, aku ini adik nya kakak loh, apa kaka lupa, dari dulu kakak sangat menyayangi aku, dan gara gara wanita sialan itu kaka jadi berubah sama aku" tunjuk Angel ke arah Aira, yang masih betah dalam pangkuan sang Mommy.


"Iya aku menyayangi kamu, tapi dulu dan kemaren dan tidak untuk sekarang lagi, karena kau sudah berani mengatai istriku!" bentak Brian.


"Ncek apa yang kau harap dari wanita manja itu, palingan juga dia hanya menyukai harta kamu, namanya juga dia gadis kampung" sentak Angel dengan sinis


"Tutup mulut kamu ngel memang benar kata suami aku, kamu bukan lah gadis lugu, datang kesini hanya ingin menghancurkan rumah tangga anak tante, tante menyesal menerima kamu di sini" ucap Mami Arum.


"Tante kok, gitu sih, kenapa tante malah bela wanita kampung itu tante, lebih baik aku kemana mana tante, biarkan saja wanita kampung itu pergi dari sini, aku bisa gantiin posisi dia kok, aku bisa kok mengurus kakak lebih baik dari dia" ucap Angel merayu Mami Arum.


"Woiii.... Manusia ngak tau diri, jelmaan setan, titisan mbah kunti, loe ngak tau bahasa manusia ya, bergi loe dari sini" sentak Nina.


Wahhh... ternyata mertua sama mantu sama ya, mulutnya sama sama manis.

__ADS_1


"Heh... loe orang luar ya, ngak usah ikut ikut masalah kelurga kami" sungut Angel.


Buahahaha.....


Pecah sudah tawa Nina, mendengar ucapan Angel.


"Loe mimpi mbak, bangun udah siang ini, berasa keluarga ciiinnn... mau jadi keluarga di sini kamu, makanya kamu mau merusak rumah tangga abang Bri... Ncek.... Ncek.... murahan sekali anda!!" hina Nina, yang berhasil membuat Angel meradang.


"Kurang ajar kamu ya, jangan omonga kamu aku bukan murahan!!" marah Angel.


"Oh iya bukan murahan, tapi obralan, hahahah..." sembur Nina.


Aaagggkkk... Teriak Angel, mengangkat tangan mau menampar Nina.


"Apa mau tampar nih" ucap Nina sambil melotot dan menyerahkan pipinya kepada Angel.


"Aagg... sialan kalian" ucap Angel dan berlalu dari sana.


Yang lain hanya melongo melihat Nina yang bar bar.


"Bini loe... keren kaka ipar" ledek Arya.


"11 12 sama mak gue" bisik Wiliam.


mereka terkekeh sendiri dengan ucapan mereka.


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan vote ya...


*Terimakasih*

__ADS_1


__ADS_2