Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 231


__ADS_3

Mereka sampai di perusahaan Tuan Robert di sana sudah ada Wiliam dan dan Deddy Alif dan ada juga Tommy.


"Haiii Adek abang, apa kabar" tanya Tommy melihat Aira yang datang bersama Brian.


"Baik bang..." ucap Aira sambil tersenyum.


"Jangan senyum senyum" bisik Brian.


Aira hanya memutar bola matanya malas.


"Mari Tuan, Nona kita ke ruang meeting" ucap asisten Tuan Robert.


Ternyata Tuan Robert dan Leonel sudah ada di sana menunggu kedatangan mereka.


"Selamat datang Tuan Tuan dan Nona Aira" sambut Tuan Robert dan Leonel bersalaman dengan semua tamu mereka, senyum Leonel merekah indah saat bersalaman dengan Aira.


Membuat Brian mendengus kesal.


"Biasa aja kali, ngak usah ke janjenan sama istri orang, ngak lihat apa istri gue lagi bunting gitu masih aja tebar pesona" dumel Brian yang masih terdengar oleh Wiliam dan Tommy.


Wiliam terkekeh geli dengan tingkah sepupunya yang cemburu akut itu.


"Resiko punya istri cantik, hamil pun ngak jadi halangan untuk kumbang mendekat" kekeh Wiliam.


"Sepupu gue itu juga sudah kecantol berat sama Aira tau, dia nyari Aira selama ini, eehhh... tau taunya Aira sudah nikah, klau saya tau dia suka sama Aira waktu itu pasti sudah saya kenalin" kompor Tommy.


"Awas aja kau ya Tom, berani berani kau deketin istri saya sama bujang lapuk itu, habis kau, ngak perduli saya, klau kau adalah abang angkat istri saya!" kesal Brian.


"Eh.. tapi katanya, walau Aira janda anak sepuluh dia tetap mau kok, secara Aira cantik, pintar tambah baik hati" kekeh Tommy.


"Kau..."


Dug...

__ADS_1


Brian menendang kaki Tommy.


"Aduhhh..." keluh Tommy kesakitan.


"Kenapa bang?" tanya Aira, mendengar keluh Tommy.


Brian lansung melotot ke arah Tommy tanda mengancam.


"Ngak pa apa dek, cuma ke pentok aja" jawab Tommy meringis.


Wiliam hanya mengulum senyum, melihat tingkah dua Ceo dingin penuh wibawa itu, jadi berubah sifat anak anak klau sudah menyangkut masalah Aira.


"Ncek... ceroboh sekali" dengus bumil itu.


Meeting di mulai dengan serius dan mengemukakan visi dan misi mereka masing masing, ada yang setuju dan ada yang tidak, terdapat perdebatan kecil kecillan namun tetap pada koridornya, sampai menemukan keinginan mereka bersama, dan berakhirlah meeteng tersebut dengan damai tanpa ada selisih paham.


"Sekian dari kami, semoga kerja sama kita akan lancar sampai akhir dan sekian Terimakasih" ucap Tuan Robert menyudahi meeting mereka.


"Nona Aira kita sudah ada ke sepakatan bukan, jadi anda tidak keberatan melihat lihat ruang IT kami?!" ucap Tuan Robert.


"Baiklah Tuan, saya ingin melihat lihat ruangan IT di perusahaan ini" ucap Aira sopan dan penuh wibawa.


Brian lansung memegang tangan Aira, karena si Leoni Leoni itu akan ikut serta bersama mereka. Brian lansung waspada tingkat tinggi.


"Hati hati sayang, pelan pelan saja, nanti anak anak kita kecapean" ucap Brian penuh perhatian, untuk memperilihkan kepada si Leoni Leoni yang dia cemburui itu tau diri.


Tentu saja Leonel dan Tommy dan Wiliam terkekeh melihat kelebaian Bria itu, mereka tau Brian Lagi mode cemburu tingkat akut.


Tuan Robert juga ikutan terkekeh dan geleng geleng kepala dengan kelakuan Brian itu.


Aira hanya menatap jengah sang suami, ngak ada tempat buat cemburu padahal mereka sedang melakukan pertemuan.


"Apa Nona Aira butuh bantuan? saya bisa bantu, apa mau di gendong?" tanya Leonel, semakin aktif menggoda Brian.

__ADS_1


Brian lansung melotot tidak suka, klau ada orang lain ingin menyentuh istri cantiknya itu.


"Tidak usah Tuan, Anda bisa lanjut jalan saja, istri saya bisa saya tangani sendiri, anda tidak perlu khawatir sama istri saya" ucap Brian ketus.


Yang lain hanya terkekeh melihat Brian yang sudah mulai keluar tanduk itu.


"Baiklah klau begitu, saya duluan ya, tapi ingat klau butuh bantuan lansung panggil saya, saya akan selalu siap siaga buat Nona Aira" Oceh Leonel terkikik geli.


"Ya ya... pergilah..." kesal Brian mengusir Leonel


"Apa apaan Lelaki sialan itu ada suami orang aja masih bisa merayu istrinya" kesal Brian melihat ke pergian Leonel.


Aira tersenyum geli melihat suaminya itu, dia tau, Leonel itu hanya ingin mengerjai suami pencemburunya saja.


"Apa senyum senyum, suka ya ada laki laki lain perhatian" dengus Brian sebel, melihat istrinya itu senyum senyum sendiri.


Aira hanya menatap malas suami nya itu, dan mendahului Brian.


Tuan Robert lansung memukul bahu sang anak.


"Kau ini, suka sekali membuat orang keluar tanduk" ucap Tuan Robert sambil terkekeh.


"Lucu saja Ded, takut banget istrinya di dekati orang" kekeh Leonel.


"Kau seandainya men dapatkan wanita seperti Aira, mungkin sama atau lebih parah, kau kurung di rumah" kekeh Tuan Leonel.


"Bisa jadi Ded" ucap Leonel tertawa.


Bersambung....


Haii... jangan lupa Like komen dan Vote ya...


"Terimakasih..."

__ADS_1


__ADS_2