Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 221


__ADS_3

"Sayangg..." bolehh abang tanya?" ucap Brian saat sudah masuk ke dalam mobil.


"Sayang.... kok dia..." belum sempat ucapannya sesekali, dengan tak sengaja Brian menoleh ke arah sang istri.


"Ncek..... dia tidur" gumam Brian terkekeh sendiri, baru juga nemplok di dalam mobil, lah istri cantiknya itu sudah masuk ke dalam dunia mimpi.


Brian lansung membuka jasnya, dan menyelimuti ke tubuh sang istri.


Aira bergerak mencari tempat ternyamannya.


"Kamu kenapa bisa jadi dokter tanpa sepengetahuan abang sayang, dan kenapa bisa bekerja sama dengan perusahaan Tuan Robert tanpa membawa proposal sama sekali, setau abang Tuan Robert adalah orang yang susah untuk di ajak kerja sama, dan kamu dengan mudahnya membuat dia menyetujui untuk bekerjasama dengan kamu dan membawa perusahaan kita" gumam Brian sambil membelai wajah sang istri dari samping.


"Ya iyalah Nona Aira gitu loh, jangan kan pengusaha lah gue aja yang sopir lansung suka sama Nona Aira, tuan aja yang kadang kadang buta, malah bisa bisanya nyakitin hati Nona gue, di tinggal baru nyahok" cerocos sopir dalam diamnya.


Sedangkan di mobil belakang Papi Tama dan Kakek Surya yang tidak mau pulang ke rumah Deddy Alif, gara gara penasaran dengan cucu mantunya.

__ADS_1


"Ayah ngak nyangka loh, Aira itu seorang dokter, bisa bisanya kita kecolongan sama Aira" celetuk Kakek Suryo.


"Jangankan Ayah aku saja yang satu rumah dengan menantu ku itu, bisa kecolongan apa lagi Ayah yang jarang ketemu" oceh Papi Tama.


Saat sampai di rumah Brian lansung menggendong sang istri, walau berat Aira naik dua kali lipat, dia masih sanggup menggendong sang istri walau pun bercucuran keringat dia tidak ingin membangunkan wanita hamil itu.


"Huuufff... Akhirnya" ucap Brian terduduk di samping sang istri, sambil mengibas ngibaskan tangannya, karena pegal dengan nafas ngos ngosan.


Brian mengganti pakaian istrinya sebelumnya dia me lap tubuh sang istri dengan Air hangat dengan menahan sesuatu yang sudah memberontak ingin masuk kandang, saat melihat tubuh mulus nan semok itu.


"Hufff... Andai tak ingat klau kamu ini capek sudah aku terjang kamu sampai pagi, beruntung lah hari ini kamu sayang, klau besok aku tidak akan melepaskanmu" celoteh Brian sambil mencium wajah sang istri.


"Gue malam ini main sama tante nova dong ya" gerutu Brian masuk kedalam kamar mandi.


Saat Brian masuk ke dalam kamar mandi, mata Aira lansung terbuka, senyumnya lansung terkembang lebar di bibir manisnya itu.

__ADS_1


"Maaf abang, aku malas di tanya tanya saat ini, jadi aku pura pura tidur, maaf kamu harus main sama tante nova, besok klau habis jangan lupa beli lagi" kekeh Aira dia lansung menutup mata dan lansung masuk dunia mimpi.


Brian keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar, dia duduk di sofa untuk mengecek beberapa pekerjaan sebelum naik ke kasur dan bersatu di dalam selimut tebal bersama sang istri.


Brian menarik tubuh montok sang istri ke dalam pelukannya, tak lupa tangannya itu membelai perut buncit sang istri.


"Haii... jagoan jagoan Ayah, apa kabar kalian sayang, semoga sehat sehat terus di dalam ya nak, jangan buat bunda kalian ke sakitan, Ayah sudah tidak sabar bertemu dengan kalian nak" celoteh Brian, membelai perut buncit itu.


Anak yang di dalam kandungan Aira lansung merespon sentuhan sang Ayah, mungkin mereka tau klau yang membelai mereka itu ayah mereka.


"Jangan kencang kencang sayang, nanti bunda kalian ke sakitan, udah bobo ya, besok kita main lagi, sekarang sudah malam" celoteh Brian sambil terkekeh, merasakan tangannya di tendang dari dalam sana.


Akhirnya Brian ikut tertidur di samping sang istri sambil memeluk perut buncit sang istri.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2