Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 237


__ADS_3

"Loh... ini kemana Ra...?" tanya Ayu.


"Ke kontrakan kakak" jawab Aisyah santai.


"Emang di sini ada perkampungan?" tanya Ayu, karena yang Ayu lihat di sepanjang jalan hanya rumah rumah gedongan, tidak ada satu pun kontrakan yang biasa dia lewati.


"Emang di sini ada kontrakan?" tanya Ayu bingung.


"Ada kok banyak, rata rata rumah ini semua di kontrakin" Jawab Aira santai, dan memang benar adanya, komplek itu adalah perumahan punya Aira yang di buat sebagai kontrakan, kontrakan kalangan atas maksudnya.


"Pasti mahal ya Ra.." tanya Ayu.


"Lumayan kak, yang ngontrak biasanya warga asing, yang kerja di sini untuk 1 sampai 5 tahun kerja" jawab Aira.


"Oohhh... " manggut Ayu dan Bu Ningsih.


"Nah... kita sudah sampai, Ayo turun Kak, Bu?!' ajak Aisyah, saat mobil sudah berhenti sempurna di depan Rumah itu.


"Haa... kok berhenti di sini? katanya mau ke kontrakan?" tanya Ayu yang masih bingung


"Iya ini... kontrakannya?!" jawab Aisyah.


"Tapi Ra, ini terlalu bagus buat kami, mana bisa kakak jualan di sini?" tanya Ayu.

__ADS_1


"Sudah masuk dulu, nanti kita bicarain di dalam, seperti yang aku bilang di rumah sakit tadi" ucap Aira.


Mereka masuk ke dalam rumah satu lantai itu , namun rumah itu lumayan besar untuk mereka berdua, ada taman di depannya dan ada kebun juga di belakang jadi perumahan itu terlihat sangat asri dan udaranya sangat sejuk.


"Ra... ini rumahnya terlalu besar buat kami?!" ucap Ayu tidak enak hati.


"Ngak pa apa, nanti juga ada orang yang akan bantu bantu di sini dan jaga Ibu saat kakak kerja" jawab Aira.


"Emang kakak mau kerja dimana? jauh ngak klau dari rumah?" tanya Ayu.


"Di depan jalan sana, ada butik dan kakak akan bekerja di sana" ucap Aira.


Memang sebelum masuk ke komplek perumahan ini Ayu melihat sebuah butik yang terlihat berkelas dan cukup besar tadi.


"Emang kakak bisa kerja di sana? kan kakak ngak ada ijazah surat surat penting kakak hilang di jambret orang" ucap Ayu sendu.


"Makasih ya Ra..." ucap Ayu tulus, dia sedikit canggung sama sang adik, karena terlalu banyak dia berbuat salah sama adiknya.


"Sama sama kak, jangan terimakasih mulu, bosen aku dengarnya, sekarang kakak buktikan klau kakak benar benar sudah berubah" jawab Aira.


"Iya... Kakak akan buktikan klau kakak sudah berubah" ucap Ayu sungguh sungguh.


Aira tersenyum mendengar penuturan Ayu.

__ADS_1


"Ra... sewa rumah ini pasti sangat mahal, dan Ayu pun baru kerja, ngak mungkin kan gaji Ayu akan cukup buat membayar sewa rumah ini? apa boleh kami di carikan kontrakan yang kecil aja, yang tiga petak juga ngak pa apa?!" ucap Bu Ningsih yang khawatir.


"Ibu tenang saja, klau rumah ini sudah Aira sewain untuk setahun ke depan" bohong Aira, padahal mah, yang punya kontrakan Elit itu punya dia.


"Oh... syukur lah" ucap Bu Ningsih lega, setidaknya dia masih bisa tinggal di rumah ini untuk setahun ke depan, dan sampai setahun itu Ayu juga bisa mengumpulkan uang, untuk pindah dari rumah ini dan mencari rumah yang lebih kecil sepadan dengan pendapatan Ayu.


Aira tersenyum, dia tau pasti Ibunya itu sangat cemas dan takut kena usir lagi seperti sebelumnya.


"Ya sudah klau gitu Aira pulang dulu ya, di kulkas sudah ada bahan untuk di masak dab ini buat pegangan Ibu dan Kak Ayu, sampai kak Ayu gajian nanti" ucap Aira menyodorkan amplop yang lumayan tebal ke tangan Ayu.


"Eehhh... ngak usah Ra, uang yang kamu kasih kemaren masih ada kok" tolak Ayu tidak enak hati.


"Pegang aja, ada rezeki jangan di tolak, bisa kakak tabung juga kan, ngak tau tiba tiba kakak butuh uang" ucap Aira.


"Makasih ya Ra..." ucap Ayu berkaca kaca.


Aira mengangguk dan tersenyum.


"Aku pulang ya kak Bu..." ucap Aira dan menyalami Ibunya.


"Iya nak hati hati..." ucap Bu Ningsih.


Bersambung...

__ADS_1


Haii.... jangan lupa like komen dan vote ya...


"Terimakasih..."


__ADS_2