
Aira menyantap makanannya tampa peduli dengan orang orang yang ada di sana, mereka hanya terbengong bengong dengan kelakuan Aira,
"Apa kah kau , begitu lapar...?!" tanya Tommy
"Tidak...!" saut Aira dengan mulut masih penuh dengan makanan,
"Kalau tidak, kenapa kau menghabiskan makanan sebanyak ini sendirian tampa mengajak kami makan?!" tanya Tommy lagi,
Aira hanya cengengesan dan garuk garuk kepala yang tidak gatal,
"Aku tidak lapar, tapi aku sedang emosi, dan aku juga butuh tenaga untuk mengerjakan pekerjaan yang menguras otak kecikku! apa kalian keberatan aku makan!" tanya Aira mengintimidasi,
"Aahhh... ti-dak tidak, makanlah sampai habis! jangan pedulikan kami, nanti klau kurang kita pesan lagi, silahkan makan!" ucap Tommy kikuk, karena dapat tatapan maut dari Aira,
Aira kembali makan dengan tenang, tanpa sedikit pun menoleh pada mereka yang ada di sana.
"Dasar gadis aneh! orang kesal ya marah, lah dia malah makan sebakul!" gumam Arya
"Apakah perutnya terbuat dari karet... segitu banyak makanan bisa habis!" gumam Brian.
"Pacar gue benar benar, ngak ada jaim jaimnya!" gumam Brian, sambil mengulum senyumnya.
"Dia cacingan apa kesurupan, makan banyak badan tetap kurus!" gumam Tommy geleng geleng kepala,
Heeggg.... keluar suara sendawa dari melut Aira,
__ADS_1
"Alhamdulillah... makannya berkah, dan perutku jadi kenyang!"
"Astaga... nih anak, apa ngak malu apa! ini ada pacar kamu loh...!" dumel Tommy kesal sama Aira,
Aira cuma menaikan bahunya acuh, dan merapikan meja yang sudah berantakan sama dia, dan membuang sampah yang ada di sana kedalam tong sampah, setelah itu Aira kembali ke meja kerja Brian, melanjutkan pe kerjaannya.
Di tempat lain, di kota berbeda.
Aleta sedang berjalan sendirian di koridor kampus, karen Aira sedang pergi ke kota Y membantu abang sepupunya di perusahaan cabang, mau tak mau Aleta berangkat ke kampus sendirian,
Sedang fokus berjalan, tangan aleta di tarik ke belakang kampus oleh Lidia dan Gank nya, namun Aleta memberontak,
"Apa apaan sih loe...!" bentak Aleta.
"Kenapa loe takut...!" tanya Lidia mengintimidasi Aleta.
"Sialan loe ya...! makin lama makin ngelunjak loe..! bentak Lidia,
"Siapa yang ngelunjak! loe nya aja kurang kerjaan, orang ngak ngapa ngapain loe tarik tarik!" teriak Aleta.
"Berani loe sekarang nantang gue!" bentak Lidia,
"Berani lah... kenapa harus takut!" tantang balik Lidia,
Lidya langsung melayangkan tanganya untuk menampar Aleta, namun tangannya di tahan oleh seseorang dari belakang.
__ADS_1
"Berani loe...nampar Aleta! apa loe ngak takut di keluarin dari kampus!" ucap orang yang menahan tangan Lidia,
"Apa apaan sih loe...!" kesal Lidia, sama orang yang menarik tangannya.
"Oh... loe sekarang jadi kacung dia! setelah ngak guna sama gue!' sungut Lidia sama Nina.
Iya yang menahan tangan Lidia adalah Nina, manta sahabat Lidia
"Gue ngak pernah jadi babu siapa pun, dan gue cuma ngasih tau loe... apa loe ngak takut kena masalah lagi dan di keluarkan dari kampus!" tekan Nina.
"Itu ngak ada urusan sama loe, dan siapa juga yang tau klau gue bikin masalah, klau ngak ada yang lapor, klau itu sampai ketahuan itu bearti loe yang lapor! sampai itu terjadi awas loe...!" ancam Lidia,
"Loe yakin, ngak ada yang lihat, trus mereka itu apa...patung!" tunjuk Nina sama semua orang yang sedang berkerumunan memfoto dan bahkan memvidiokan ulah Lidia,
"Dasar sialan loe pada...!" kesal Lidia langsung berlalu dari sana bersama teman temannya,
"Terima kasih ya" ucap Aleta pada Nina,
"Ah... tidak apa apa, maaf... dulu gue pernah jahat sama loe...!" ucap Nina tulus,
"Tidak apa apa, itu sudah lalu, kamu jangan seperti mereka lagi ya!" ucap Aleta penuh harap.
"Iya..!" ucap Nina agak kikuk, karena bagai mana pun dia pernah berbuat jahat sama Aleta, jadi ada rasa bersalah yang dalam di hatinya,
"Sekarang kita temanan ya...!" ucap Aira sambil menggandeng tanga Nina dengan tersenyum ceria,
__ADS_1
"Apa itu tidak apa apa... sama Aira!" ucap Nina ragu takut Aira tak mau menerimanya, setelah apa yang dia lakukan pada Aleta,
"Tidak apa apa kok! Aira orang baik, dia tidak pendendam kok!" ucap Aleta.