
"Tante... Katanya kita mau ke mall, mau shoping tan, katanya kita mau menghabiskan waktu berdua tanpa ada yang mengganggu" rajuk Angel dengan tidak tau malunya.
"Maaf sayang.... Hari ini ngak bisa, kan kamu lihat sendiri tante banyak tamu" ucap Mami.
"Ncek, kan tamu tante ini sudah biasa ke sini kan, udah tinggalin aja, ada Kak Aira ini!?" rayu Angel, yang tak ingin bergabung dengan keluarga Brian itu. Ya ampun mau aku apain ya ini ikan cucut satu ini.
Seluruh keluarga yang berkumpul di sana, mendengar ucap Angel itu, hanya menatap jengah dan jijik.
"Wahhh.... Kak kau punya anak angkat cantik sekali" tentu saja Angel jadi besar kepala.
Mami Arum hanya tersenyum masam mendengar ocehan adik iparnya itu, dia sudah tau watak sang adik saat menyanjung sekaligus menjatuhkan.
"Sudah cantik, nama bagus" puji Mommy.
"Ya dong tante, klau bukan karena aku cantik mana mau kak Brian menjadikan adik kesayangannya" bangga Angel.
Yang lain hanya memutar mata malas.
"Tapi sayang?!" ucap sang Mommy berubah sendu.
"Sayang apa tante?" penasaran Angel.
"Kamu yakin mau dengerin, ngak akan sakit hati?" tanya Mommy, berpura pura tak enak hati.
__ADS_1
"Yakin tente, ngomong aja" antusias Angel.
"Serius" ulang sang Mommy.
Angel menganggukan kepala dengan kuat, dengan mata berbinar.
"Baiklah karena kamu memaksa, saya jadi ngak enak hati, klau ngak memberitahu kamu" ucap sang Mommy berpura pura sendu.
Huuufff... Mommy menghirup nafas dalam dalam dan menghembuskan dengan sedikit kuat.
"Kamu cantik tapi sayang, cantik karena dempulan, nama kamu bagus artinya malaikat, tapi kelakuan kamu kaya setan" ucap sang Mommy pura pura sedih.
Duarrr....
Jangan di tanya orang orang di sana, tidak tahan klau tidak menyemburkan tawanya, mendengar ucapan keramat sang Mommy, dan melihat ekspresi wajah Angel.
"Ya allah.. Mommy kata katanya luar biasa" ucap Aleta.
"Astaga... mertua gue, kok mulut manisnya bisa berubah dalam sekejap menjadi beracun" gumam Nina, yang masih terkekeh menahan tawa.
jangan tanya laki laki yang berada di bangku seberang, dari tadi menguping pembicaraan para wanita tersebut, hampir saja terbahak kencang, klau tak di pelototi oleh Papi Tama, walau sebenarnya di ingin jungkir balik menahan tawa.
"Tante jaga ya ucapan tante apa pantas tante berbicara seperti itu" amuk Angel.
__ADS_1
"Loh... kamu kok marah, tadi kan saya sudah bilang, nanti kamu bisa sakit hati, namun kami memaksa saya untuk ngomong, salah saya di mana coba" dengan polosnya
"Tapi kata kata tante menghina saya tau!!" kesal Angel.
"Lah... dari mana saya menghina coba, saya ngomong fakta lagi, coba kamu lihat muka kamu itu berapa banyak bedak yang kamu pake, untuk menutupi muka bopeng kamu itu" ucap Mommy tanpa dosa.
"Trus nama, nama kamu Angel artinya malaikat, tapi kelakuan setan itu juga benar kok, masa orang lagi bertamu malah kamu mau pergi bawa tuan rumah, otak kamu di mana, trus kamu sadar ngak, yang kamu anggap kaka angkat itu sudah menikah, kenapa masih kamu pepetin terus, kamu sudah gatel ya, jangan kamu fikir semua orang di sini bego seperti kak Arum dan Brian, yang tak melihat luka di hati menantu dan istrinya.
Deg....
Jantung Mami Arum berdenyut nyeri, baru dia ingat kenapa menantunya itu selalu pulang malam dan tidak mau makan bersama mereka, terbersit rasa bersalah di hati Mami Arum mengingat sang menantu.
Angel berdiri menghentakan kakinya ke lantai, pergi dari sana dengan meninggalkan rasa marah, benci dan dendam terhadap Mommy cantik itu.
"Awas kau, nenek lampir, bukan hanya Aira rupanya yang harus gue singkirin, tapi juga kau nenek lampir!!" gerutu Angel.
Bersambung...
Tahan tahan, jangan marah ya hehehe...
Jangan lupa like komen dan vote ya.
*** Terimakasih***
__ADS_1