Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 205


__ADS_3

"Sayang...." panggil Brian yang tangannya meraba pinggang sang istri, yang sedikit berbeda dari biasanya, sekarang pinggang itu tidak ramping lagi.


"Ada apa abang?" tanya Aira heran dengan sang suami.


"Ini, kenapa pinggangmu ukurannya tidak seperti biasa?" tanya Brian bingung.


"Biasa gimana?" tanya Aira yang belum konek.


"Ini biasanya kan lansing dan ini sekarang agak besar?!" tanya Brian pelan, takut sang istri marah.


"Oh...Itu, wajarlah membesar karena aku sedang hamil?!" ucap Air cuek.


"Apaaa..." teriak mereka berteriak kaget, mendengar jawaban dari Aira.


"Haiiisss.... Kalian ini kenapa suka sekali berteriak, kuping aku jadi budek ini...?!" kesal Aira memegang kupingnya.


"Kamu... Bilang apa tadi sayang...?" tanya Brian yang tidak percaya dengan ucapan Aira.


"Aku sedang hamil tujuh minggu?!" jawab Aira melihat Brian.


"Benarkah... Abang akan jadi Ayah, benar sayang?!" ucap Brian bahagia dan terharu, dia lansung memeluk sang istri dengan erat dan menghujaninya dengan banyak ciuman di kepala Aira.


Mami dan Papi sangat bahagia dengan berita bahagia yang di bawa oleh menantunya itu, ternyata harapannya menjadi nyata, sang menantu pulang membawa kabar bahagia, membawa pewaris samudra grop.

__ADS_1


"Pi.... Kita akan menjadi kakek nenek Pi?!" ucap sang Mami.


Yang lain tak kalah bahagia, dengan berita yang di bawa Aira.


"Bearti kita sama dong, kita sama sama hamil, beda beda minggu aja?!" celetuk Aleta.


"Hah.... kalian juga hamil?" tanya Aira kepada kedua wanita cantik itu.


"Hmmmm...." Angguk ke dua wanita itu.


"Aahhh... Asikkk, mari kita mengerjai mereka bersama?!" girang Aira.


Yang lain lansung tepok jidat, mendengar ucapan Aira, yang akan mengerjai mereka, tentu saja orang orang itu lansung membayangkan segala tingkah wanita hamil itu di kemudian hari.


Dan, di anggukin semangat oleh ke dua bumil yang berada di depan Aira itu.


"Kenapa?" tanya Aira.


"Itu kenapa, perut mu, lebih besar dari kami, padahal ke hamilan kita tidak jauh beda?!" tanya Nina polos.


Semua mata jadi ikutan memandang perut Aira dan membandingkan dengan perut ke dua wanita hamil itu, dan termasuk Brian, dan ternyata memang benar perut sang istri lebih besar dari yang lain.


Akhirnya semua mata tertuju kepada Aira, ingin meminta penjelasan kepada Aira, apakah kehamilan Aira lebih lama dari ke dua wanita cantik itu, mungkin Aira salah itu pikir mereka.

__ADS_1


"Ouhhh..." jawab Aira acuh.


"Kok oh...." tanya Nina, membuat Nina gemes.


"Apa kamu salah hitung bulan sayang?" ucap Sang Mommy.


"Tidak, bulannya benar kok, cuma di dalamnya aja yang ada masalah?!" ucap Aira sendu.


Deg....


Jantung mereka berpacu dengan kencang, apa yang terjadi dengan Aira, ada penyakit apa Aira, baru saja mereka mendengar berita bahagia, kini mereka di kejutkan dengan berita lain, karena perut Aira ada masalah. mereka tidak mau terjadi apa apa terhadap Aira dan janinnya.


"Ya Allah, ada apa lagi ini, baru juga bahagia, sudah ada lagi berita menyedihkan hu.... uuu..." Mami menangis pilu, dia tak mau terjadi sesuatu apa pun kepada menantu dan calon cucunya.


Mommy pun tak kalah kaget, dan lansung berdiri, mendekat kepada Aira, lansung memeluk Aira dengan erat.


"Huu.... uu... Ada apa dengan perut mu, sayang, apa kata dokter, kalian baik baik saja kan, jangan takut ada kami bersama mu, kamu ngak sendiri kok?!" ucap sang Mommy, menguatkan Aira.


Brian tidak kalah syok, mendengar perut sang istri bermasalah, dia ikut memeluk sang istri dan ikut menangis pilu, tangannya tak berhenti mengelus perut sang istri.


Bersambung....


kabur...🏃🏃🏻🏃🏻🏃🏻🏃🏻 takut di lempar batu sama rayder.... hehehe

__ADS_1


Hiii... jangan lupa like komen dan vote ya...


"Terimakasih"


__ADS_2