Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 36


__ADS_3

Sesampai di kampus, Aira sudah di kerubungi oleh mahasiswa, memberikan ucapan selamat untuk Aira,


"Selamat ya Aira, semoga kamu sukses terus!" ucap para mahasiswa,


"Selamat ya Aira, gue ngak nyangka lhoo.. Kalau kamu pembalap!' ucap siswa lainya,


"Selamat ya Aira, boleh lah ajarin kita balapan!" ucap yang lainnya,


Banyak lagi kata kata yang di ucapkan oleh mahasiswa, yang di anggukin Aira sambil berucap "Terima kasih"


Di tempat lain uforia kemenangan Aira masih terasa, orang orang di kampung sana masih beramai ramai memuji Aira,


membuat sang kaka Ayu, semangkin benci sama Aira,


"Dasar anak sialan!! sudah tidak ada di kampung ini masih saja di puji!" kesal Ayu


"Kenapa loe, kesal Aira di puji orang!" ucap Bima yang tak sengaja mendengar gerutuan Ayu,


"Makanya jadi orang jangan bisanya sirik aja, yang di sirikin adek sendiri, dan loe fitnah dia sampai di usir dari rumah, gara gara loe!" sentak Bayu,

__ADS_1


"Seharusnya loe berkaca sama Aira, seharusnya bukan sirik loe sama dia, seharusnya loe bangga punya adik yang membanggakan keluarga, dasar kaka lucknat!" ketus Bima, meninggalkan Ayu yang sedang kesal di kamarnya,


"Ih dasar anak sialan, sekarang abang juga benci sama gue!" sungutnya,


Di dalam ruang kerjanya Pak Alek, duduk termenung, mengenang anak bungsunya yang sudah lebih setahun tak ada kabar itu, sekali melihat, anaknya lagi berada di area balapan, dan di puji puji orang,


Dan dia sebagai orang tua, tak tau menau tentang anaknya, ternyata anaknya selama ini, anak kesayangan di kampungnya, karena kurang perhatian dan lebih mementingkan pekerjaan dia sendiri, dia lupa sama keluarganya,


Saat anak bungsunya di fitnah sama anaknya yang lain malah memarahinya tanpa mencari bukti terlebih dahulu,


Selama ini anaknya dia marahi, tak sekali pun melawan, saat dia di salahkan dengan perbuatan yang tak pernah dia buat, Aira tetap minta "maaf"


Sesak sungguh lah sesak dada Pak Alek mengingat itu semua, apa yang bisa dia lakukan sekarang, semuanya sudah terlambat, ingin meminta maaf takut anaknya tak akan mau memaafkannya, dan satu lagi mau cari kemana anaknya itu, di tak tau anaknya tinggal di mana,


Tapi tidak dengan Bu Ningsih, dia masa bodo dengan berita Aira, mau menang kek, mau kalak kek, mau terjun bebas, mau bunuh diri, ya silahkan, memang dia dari dulu tak pernah menyayangi Aira,


Bahkan uang jajan anaknya selama tinggal bersamanya, tak pernah di beri oleh Bu Ningsih,


Aira hidup dengan bantuan dari Bu rt dan warga lainnya dari dulu, untung lah Aira anak yang pintar, baik hati, ramah, kerja cekatan, dengan dia membantu bantu warga sekitar dia mendapatkan uang buat kebutuhan dia sehari hari, dan bisa untuk mengikuti kejuaraan kejuaraan di manapun sampai bisa keluar negeri, dengan bantuan warga diam diam, tanpa sepengetahuan orang tua Aira,

__ADS_1


kembali ke kampus Aira,


Lidia dan gank semangkin menjadi jadi irinya sama Aira dan Aleta,


"Dasar sok pintar, sok keren, itu aja bangga!" sungut lidia,


"Sudah lah Lid, ngak usah lagi cari gara gara, ngak kapok apa kemaren kita di skors dari kampus!" ucap Nina


"Diam loe rakyat jelata, ngak usah deh loe sok ngajarin gue!" kesal Lidia,


"Ya bukan gitu, karena gue ngomong kayak gitu, karena gue perduli sama loe, karena gue adalah sahabat loe, ucap Nina,


"Heh... Rakjel, loe bukan teman gue, loe cuma kacung buat gue, klau bukan karena uang dari gue loe ngak akan bisa pakai baju dan makan enak dasar gembel!" ucap Lidia sarkas,


Yang mana membuat hati Nina memanas,


"Oh klau gitu, baik lah mulai sekarang gue berhenti jadi teman loe, yang loe bilang kacung loe, "Terima kasih" untuk semuanya, Nina pergi dengan hati yang sakit,


"Dih, pergi ya pergi aja, siapa juga yang butuh loe, besok jangan mohon mohon sama gue, minta berteman sama gue!!" teriak Lidia kesal,

__ADS_1


__ADS_2