Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 197


__ADS_3

Pagi datang, Aira bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit, Aira sudah memakai celana bahan hitam dan kemeja lengan tiga perapat berwarna dusty dengan rambut di kuncir kuda, wajah sedikit menggunakan riasan tipis tipis, membuat Aura cantik Aira makin bersinar.


Aira berangkat ke rumah sakit menggunakan taxi on line.


Sesampai di rumah sakit, Aira di sapa oleh para karyawan, perawat, dan dokter yang mengenalnya dengan ramah, Aira adalah orang yang baik ramah dan sopan, banyak di antara mereka menyukai Aira namun banyak juga yang iri dengannya, karena merasa tersaingi dari segi kepintaran dan segi kecantikan.


"Pagi dokter cantikk... Kapan pulang dari Libanon?!" tanya salah seorang dokter di rumah sakit itu, yang berpapasan dengan Aira.


"Pagi juga dok, baru kemaren kami sampai dok?!" ucap Aira tak kalah ramah.


"Kok sudah masuk aja sih, emang ngak capek?!" tanya dokter itu lagi.


"Hehehe... iya dok, capek sih, tapi sudah rindu sama rumah sakit?!" jawab Aira sambil nyengir kuda.


"Waahhh... dokter benar benar penuh semangat ya..., ok deh, klau gitu saya duluan ya, selamat bertugas?!" ucap dokter tersebut sambil tersenyum manis, sebelum berlalu dari hadapan Aira.


"Dokter bisa aja, iya dok..., silahkan?!" ucap Aira dan ikut berlalu dari tempat itu, untuk pergi kerungannya.


"Eh... dengar dengar dokter yang di kirim ke Libanon sudah pada pulang ya" kata rekan sejawat Aira yang sedang bergosip ria di salah satu ruangan.


"Iya mereka sudah pulang, kemaren siang nyampe nya?!" ucap yang satu lagi menimpali ucapan temannya.


"Waahhh.... dokter muda yang sok pintar itu juga sudah datang dong?!"


"Hmmm... benar, emang kenapa?!" tanya yang satu lagi.


"Bakal sepi song pasien kita, pasti pasien pasien pada pindah ke dokter sok cantik dan sok pintar itu!" kesal nya.

__ADS_1


"Ncek... iya juga ya?!" kesal yang lain.


"Ah... kalian tenang saja, kannseminggu lagi dia sudah selesai kok masa koasnya, pasti pasien balik lagi ke kita, untuk sementara biarin aja di tanganin sama dokter muda itu, kita senang senang dulu?!" kekeh yang satu lagi.


"Ah... iya benar tu?!" jawab yang lain.


Sedangkan orang yang mereka bicarakan lagi duduk santai di kursi empuk di dalam ruangannya, sambil melihat lihat hpnya.


Setelah beberapa saat duduk dan waktu untuk dia praktek di mulai, Aira lansung berpindah ke meja kerjanya, dan melakukan penanganan buat para pasiennya.


Karena hari ini Aira baru masuk, jadi pasiennya tidak lah terlalu banyak, belum waktunya makan siang, Aira sudah menyelesaikan tugasnya, dan dia lansung pergi ke pendaftaran untuk memeriksa kandungannya.


Aira masuk ke ruang dokter kandungan, dengan perasaan deg degan.


"Siang dok?!" tegur Aira ramah.


"Mau beli colok, dok" jawab Aira nyeleneh.


"Ah... Dokter ini bisa aja bercandanya?!" kekeh sang dokter yang bernama rini itu.


"Iya periksa lah dok, mau ngapain lagi ke ruangan dokter coba" kekeh Aira.


"Oh... kirain mau beli tusuk gigi" oceh dokter Rini sambil terkekeh.


Aira hanya memutar matanya malas.


"Ya udah yukkk, periksa ada keluhan apa, jangan lama lama, perut saya sudah lapar, nanti pingsan saya di sini, emang dokter mau gendong saya?!" cerocos dokter somplak itu.

__ADS_1


"Hiihhh... ini dokter ngelayanin pasien gini amat ya, bisa kabur nih pasien klau nanganin kayak gini" oceh Aira terkekeh dia mah tau dokter itu hanya bercanda.


Hahahah....


Mereka malah tertawa bersama di dalam sana, membuat jiwa jiwa kepo orang yang ada di luar.


"Ya udah keluhan kamu apa cinta?!" ucap dokter Rini.


"Aku sebelum ke Libanon belum dapat Mens loh, sampai sekarang, tapi ngak ada tanda tanda orang hamil juga, tapi perutku membuncit gini, apa gara gara banyak makan ya?!" oceh Aira.


Dokter rini hanya menepuk jidat, melihat tingkah dokter konyol tersebut.


"Ya sudah, berbaring di sana?!" titah dokter rini.


Aira lansung berbaring di atas bed, dan dokter rini mengoleskan gel di perut Aira, dan Aira merasa geli dan dingin di perutnya itu.


Dokter Rini menggerakan alat usg di perut dokter Aira, matanya menatap layar komputer di depannya, Aira pun sama fokus melihat gambar tersebut.


Dokter Rini dan Aira tersenyum senang melihat hasil yang ada di layar sana.


Dokter rini hanya geleng gelang kepala melihat hasil usg itu.


Bersambung...


Haii... jangan lupa like komen dan Vote ya...


Outhor sengaja memasukan sedikit sedikit saran dari para rayder, agar rayder ikut senang...

__ADS_1


"Terima kasih..."


__ADS_2