
Aira merapikan pakaian dan rambutnya setelah itu langsung keluar buru buru tanpa menunggu Brian, dia takut di serang kembali sama kadal buntung itu.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka Aira melangkah ke ruang kerja Brian, sesampai si sana terkejut melihat abang abang angkatnya sudah tepar tak berdaya di sofa ruangan itu.
"Ncek, pada tidur.... kasihan sekali, gumam Aira.
"Aira kembali duduk di depan komputer, untuk melihat hasil kerjanya, dan kembali fokus mencari bukti bukti yang kurang,
Ceklek...
Brian keluar dari kamar dengan tampang yang sudah segar, tapi bibirnya maju, karena kesal sama sang kekasih dirinya di tinggal di dalam kamar sendirian,
"Kenapa ninggalin abang...!" kesal Brian
"Ngapain nungguin abang... Aira mengangkat bahunya acuh.
"Tungguin kek, biar kita keluar bareng!" oceh Brian
"Ogah... aku takut di terkam lagi...?!" ucap Aira
Brian terkekeh dengan ucapan Aira,
" ogah ogah tapi keenakan!" bisik Brian di kuping Aira dan menjilat cuping telinga Aira, membuat bulu roma Aira naik semua,
"Abang...!!! Sudah ih... mau dikelarin ngak sihh... kerjaannya!" kesal Aira.
"Iya iya lanjut...." Brian mundur, dari pada singa betinanya ngamok.
Brian memilih mengalah untuk saat ini, dan dia berjalan membangunkan tiga kurcaci.
Tak berapa lama kerjaan Aira selesai
__ADS_1
"Jadi.... gimana? mau di apain nih orang?!" tanya Aira.
"Bikin bangkrut aja, dan keluarin skandal mereka!" ucap Brian.
"Ok. Jawab Aira, Apa abang ngak kasian sama tante abang?"
"Dia bukan tante kandung, cuma anak angkat!" jawab Brian cepat,
Aira mengaguk tanda mengerti.
Tanganya menari nari cantik di atas keyboard komputer, setelah itu terdengar gumaman, DONE....
Aira langsung melihat tv, yang sedang heboh pasal ke bangkrutan Pak Hutomo, Tante Brian, dan skandal perselingkuhan, korupsi dan lain lain.
Tiga cowok dingin itu langsung melotot dengan hasil kerja Aira,
"Luar biasa...!" ucap Wiliiam dan Arya,
Klau Tommy sudah makanan hari hari klau masalah Aira, dan tidak kaget lagi.
Tommy sudah tau cara kerja Aira, langsung turun tangan membantu Aira. tiga cowok dingin itu mengikuti saja apa kemauan Aira, karena tidak mengerti.
Di tempat lain...
Sialan.... gimana ini bisa ke bongkar sih...!!!" kesal Ayah bella.
"Brengsek... siapa yang main main sama gue...!' teriaknya.
Di rumah tante Brian tak kalah heboh.
Kenapa bisa jadi begini sih....!" ucap sang om
"Aku sudah bilang! jangan main main sama Brian, tapi kalian tuli, sekarang gimana.. Ketahuan kan....!" kesal.Sang tante.
__ADS_1
"Aaaakkkk... mengesalkan!!" ucap suaminya
Aira yang sudah selasai dengan tugasnya kembali keruangan Brian.
"Untuk hari ini sudah selesai, kita pulang dulu... besok tinggal eksekusi sampah yang di sini!" ucap Aira
"Kenapa ngak sekarang aja! klau besok takutnya mereka kabur...!" ucap Brian
"Ngak Akan bisa kabur, karena semua kartunya sudah saya blokir, kecuali dia punya uang tunai!" ucap Aira, yang dianggukin oleh mereka,
"Pulang yukk... Lapar...!" seru Aira.
Dan di sinilah mereka berada di sebuah angkringan yang menyedikan banyak jejeran makanan lokal,
Ke Empat cowok tersebut hanya mengikuti Aira,
"Aira....." teriak seorang gadis se baya Aira,
"Lisa..." balik Aira yang teriak,
"Apa kabar kamu Ai?" pergi ngak bilang bilang, tau ngak kita ke hilangan kamu, anak anak pada sedih kamu pergi,
Aira terkekeh haru, ternyata dia masih di ingat sama orang orang kampungnya, dan Lisa adalah sahabat baik Aira, yang selalu ada sama seperti Alteta,
"Aku, kangen Ai... hiks...hiks..."
"Aku juga kangen!' ucap Aira.
"Pulang yuk Ai...pasti orang orang senang, apa lagi Pak rt sama bu rt!" ucap Lisa sesegukan,
"ngak bisa Lis, Aku lagi kerja, klau ngak Bapak sama Ibu suruh temuin aku di cafe Bunga aja ya!? Tolong ya Lis? aku kangen mereka?!" Ucap Aira sendu,
"Baiklah, besok aku suruh mereka kesana... tapi aku ngak janji cuma Bapak dan Ibu saja, bibir mungilku suka lepas kontrol!" kekeh Lisa,
__ADS_1
Aira pun ikut terkekeh....