Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 76


__ADS_3

"Heeehhh.... ****** kecil, lepasin calon tanganku!!" pekik Bella.


Aira yang masih bermanja manja ria di dalam dekapan Brian tersebut, pura pura tuli, seolah olah tidak ada orang di sana.


"Dengar ngak sih... loe....!!" kesal Bella, ucapannya tak di gubris oleh Aira,


Brian yang hampir murka, langsung di tenagin oleh Aira, Aira membisikan sesuatu di kuping Brian, membuat Brian tenang dan semangkin erat memeluk Aira dan sesekali mengecup puncak kepala Aira, aksi Brian tersebut membuat aliran darah Bella mendidih.


"Sayaannngggh.... duduk, aku capek !" keluh Aira manja, dan Brian langsung mengangakat Aira ke dalam gendongannya, Brian langsung duduk di kursi kebesarannya itu,


"Bri.... apa apaan kamu....!!" pekik Bella


Brian menatap Bella dengan sinis


"Ngapain lagi kamu di sini... mau lihat ke mesraan kami!" ucap Brian santai, sambil membelai rambut Aira.


"Briannnn.... aku ngak terima ya, kamu memperlakukan aku kayak gini!!" bentak Bella.


"Apa masalah mu... aku mau mesra mesraan sama tunanganku, kenapa kamu yang larang!" tanya Brian sebal.


"Ingat Bri... kita akan tetap bertunangan, aku ngak mau tau...!!" pekik Bella frustasi.


"Heehhh.... cewek sinting!" bentak Aira dingin


Bella melihat wajah dingin Aira dan mata tajam menusuk jantung itu, sedikit grogi, namun tetap mempertahankan pendiriannya, agar bisa bertunangan sama Brian

__ADS_1


"Apa kata loe... gadis ingusan... pelakor sialan...!!" bentak Bella.


"Ncek siapa yang pelakor hmmm... siapa yang di rebut..!" tanya Aira dingin


"Loe... loe yang pelakor... loe yang rebut calon tunangan gue...!!" teriak Bella


Aira melihat Brian dengan serius


"Apa benar dia calon tunangan mu, sayang...?!" tanya Aira.


"Tidak, tidak sama sekali!" ucap Brian cepat dan menggelengkan kepala.


"Kau dengar, bahkan kekasihku bilang dia bukan calon tunangan mu!" jawab Aira,


"Sialan kauuuu....!!" teriak Bella dan berjalan ke arah Aira yang masih duduk manja di atas pangkuan sang kekasih, mata Aira mengawasi gerak gerik Bella dengan seksama.


Tiba tiba Bella tersungkur di bawah kursi yang di duduki oleh Brian yang memangku Aira


"Ausss.... sakit...!!" keluh Bella


"sakit ya.... makanya jangan pernah mau menyentuh ku... itu belum seberapa, kau mau aku patahin tanganmu!" ancam Aira dingin


Iya Bella sempai menarik rambut Aira, namun sebelum tangannya menjambak rambut Aira, tapi tangan Aira lebih duluan mendorong tubuh Bella, yang mana membuat Bella jatuh tersungkur.


"Gadis sialan... awas kau..!!" kesal Bella dan berdiri dengan sedikit meringis, menahan sakit di lutut dan tangannya.

__ADS_1


"Sudah... Bell... keluar kau, kau tak di inginkan di sini...!!" bentak Brian kesal, karena hampir saja kekasih hatinya di celakai oleh Bella.


"Awas kalian... aku tak terima dengan penghinaan ini...!!" kesal Bella dan berlalu pergi dari ruangan tersebut dengan tertatih tatih.


Huuuuffff.....


"Akhirnya....!" gumam Aira pelan namun masih bisa di dengar oleh Brian


"Akhirnya bisa mengusir lalat hijau ya...!" ucap Brian sambil terkekeh.


"cie.... yang lagi senang di kejar kejar yayang Bella....!" ledek Aira dan langsung loncat dari pelukan Brian.


"Kamu, yahh..." kesal Brian langsung mengejar Aira, yang sudah duduk manis di sofa tamu di ruangan itu.


Belum sempat Brian sampai di depan Aira, pintu ruangan Brian terbuka dari luar


Masuklah dua kembar beda ibu bapak dari pintu tersebut


"Itu tadi ular keket dari sini ya...?" tanya Wiliam sambil duduk di depan Aira.


"Hmmm..." saut Aira sambil mengangguk kan kepalanya dan menatap Brian dengan mata menggodanya.


"Ngapain...!" tanya Arya kepo.


"Minta di lanjutin pertunangannya sama ayang bebeb!" jawab Aira terkekeh geli, melihat mata Brian sudah melotot melihatnya.

__ADS_1


"Buset.... sudah putus urat malu kali ya dia...!!" ucap Brian


Dan di anggukin oleh yang lainnya,


__ADS_2