
"Bu..." panggil Ayu, saat melihat ibunya bangun dari tidur.
"Aira mana?" tanya Bu Ningsih.
"Sudah pulang Bu, besok katanya ke sini lagi, tapi ngak tau jam berapa, dia masih banyak pekerjaan" jawab Ayu sambil memegang tangan kurus kering itu.
"Apa dia tidak benci kepada kita, kita sudah terlalu jahat sama dia?" ucap Bu Ningsih sendu.
"Ngak tau Bu, tapi aku sudah minta maaf sama Ayu, aku bener bener menyesal" ucap Ayu sendu.
"Iya, kita harus minta maaf sama anak itu, sudah banyak luka yang kita berikan sama dia, tapi dia masih membantu kita, apa lagi merawat ibu di ruangan ini, ini pasti bayarannya sangat mahal " keluh Bu Ningsih dengan rasa bersalahnya.
"Iya Ibu benar, kita harus minta maaf sungguh sungguh" ucap Ayu sendu.
"Pulang dari rumah sakit kita tinggal di mana ya, Yu? apa kita kembali lagi ke kolong jembatan itu, soalnya kita tidak punya rumah dan sanak saudara"
"Kata Aira, nanti klau Ibu sudah keluar dari rumah sakit, kita akan di berikan rumah kontrakan sama Aira"
__ADS_1
"Benar kah?" tanya Bu Ningsih kaget.
"Iya bu, ngak pa apa juga kita tinggal di kontrakan, walau kecil, setidaknya kita tidak harus kembali ke kolong jembatan lagi"
Yang Ayu pikir kontrakan Aira itu di dalam gang sempit dan di tempat kumuh atau kontrakan seperti waktu di kampungnya, dia ngak tau saja, kontrakan Aira seberapa mewah dan berada di kalangan elite.
"Iya kamu benar nak, dari pada kita kembali ke kolong jembatan itu, lebih baik kita di kontrakan saja, ibu ngak mau lagi di kerjain sama anak anak nakal itu lagi" ucap Bu Ningsih membayangkan dirinya saat di kerjain sama anak anak nakal itu.
"Kamu kok bisa pakai baju bagus gitu?" tanya Bu Ningsih, setaunya dia sudah tidak mempunyai apa apa lagi.
"Ha... benar kah?!" kaget Bu Ningsih.
"Iya bu"
"Simpan uangnya baik baik, jangan foya foya, kita ngak tau gimana nasib kita ke depannya, ibu ngak mau tinggal di kolong jembatan lagi" ucap Bu Ningsih.
"Iya bu, ini juga mau aku simpan, lagian makanan juga banyak yang akan kita makan lihat saja di nakas banyak buah buahan dan makanan uangnya bisa kita simpan, barang kali buat modal kita nanti" sahut Ayu dan di anggukin oleh Bu Ningsih.
__ADS_1
"Kamu benar nak, kita bisa pakai buat modal usaha kecil kecilan, sudah tidak ada lagi yang kita harapkan, Ayahmu sudah tidak mengakui kita, dia lebih memilih anak dan istrinya" ucap Bu Ningsih sendu, orang yang dia harapkan malah tidak menginginkannya, sedang kan yang benar benar tulus sama dia, dia sakiti, menyesal juga tidak ada gunanya.
"Iya Bu, aku juga tidak ingin bertemu Ayah lagi, masih ingat sama aku kok Bu saat Ayah menolak kita dengan jijik dan pergi bergandengan tanga dengan istrinya, dan satu lagi Bu, aku rasa yang membuat kita terusir dari kontrakan dan kita di copet itu adalah anak buah, laki laki sialan itu Bu"
"Kenapa kamu yakin sekali Yu?" penasaran Bu Ningsih.
"Saat kita terusir dan saat kita kecopetan orang yang sama Bu, dan waktu kita ada di tempat laki laki itu, juga ada orang yang nyopet kita, tapi aku ngak ngomong aja bu, percuma" ucap Ayu.
"Dan saat kita tidur di kolong jembatan, saat kita ngamen dia foto kita bu, aku pura pura ngak tau, dan saat kita ketemu Aira pun ada mereka, aku melihat mereka ada tidak jauh dari kita bertemu Aira, saat ibu masuk IGD kita juga di ikuti" ucap Ayu.
"Ya Tuhan, kurang ajar sekali mereka, mudah mudahan dapat hukuman setimpal" sumpah Bu ningsih geram.
Bersambung...
Haiii jangan lupa like komen dan Vote ya...
"Terima kasih..."
__ADS_1