Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 123


__ADS_3

"Yaaa.... apa apa kalian ini, kenapa barang barang kami kalian keluarkan!!" teriak Bu Ningsih sesampai di rumah kontrakannya.


"Maaf Bu, kami hanya menjalankan perintah dari boss kami!" ucap salah seorang yang berbadan besar, yang sedang mengeluarkan barang barang Ayu dan Bu Ningsih dari kontrakan tersebut.


"Siapa Boss kalian, kenapa mengeluarkan barang barang kami, ini rumah kontrakan kami, ngak ada urusan dengan boss kalian!!" teriak Ayu, tak terima dengan barang barangnya di keluarkan dari kontrakan tersebut.


"Jangan halangi kami Nona, jangan sampai kami berbuat kasar kepada anda!" tegas lelaku tersebut.


Setelah barang barang Ayu dan Bu Ningsih keluar dari rumah tersebut, para laki laki berbadan besar tersebut, mengunci pintu rumah itu, dan meninggalkan Bu Ningsih dan Ayu yang sedang mengamuk di sana.


"Silahkan kemasi barang barang kalian, dan setelah itu pergilah dari sini!" tegas pria tersebut.


"Yaaa.... kurang ajar kalian, tidak tau diri sialan.... buka pintunya... kami mau masuk!!" teriak Ayu emosi, mengejar pria berbadan besar itu, untuk merebut kunci yang ada di tangan si pria itu.


Pria tersebut mendorong Ayu sampai tersungkur, karena Ayu menyerangnya membabi buta, mau tak mau si pria berbadan besar tersebut mendorong Ayu.


"Sialan... Brengsek.... berani beraninya kamu mendorong aku...!!" bentak Ayu yang masih terduduk di tanah.


"Itu belom seberapa Nona, klau kau mau kami bisa melakukan lebih kasar dari pada ini, apa kamu mau...!!" ancam pria tersebut dan meninggalkan Ayu dan Bu Ningsih di sana.

__ADS_1


"Ayuuu...." teriak Bu Ningsih kaget melihat anaknya jatuh tersungkur.


"Aaaa... sialan, kenapa hidup kita jadi begini sih Bu, harusnya kita bahagia, tapi malah menderita!!" teriak Ayu frustasi.


"Sabar sayang ini Ibu lagi menelpon Ayah mu?!" ucap Bu Ningsih sedikit panik.


Tut...


Tut...


Bunyi telpon dari seberang sana.


...


"Iya kami tunggu, cepat lah kesini, Ayu anak kita sampai di dorong, untuk ngak kenapa napa, cuma lecet doang?!"..


...


"Iya, baik lah, kami tunggu, kamu hati hati ya...!!"

__ADS_1


"Gimana Bu, bisa Ayah di hubungi?!" tanya Ayu.


"Bisa ini dia lagi di jalan, menuju ke sini, kamu ngak pa apa nak?!" ucap Bu ningsih sendu.


"Ngak pa apa Bu, cuma lecet doang, ayok... kita beresin dulu barang barang kita, ini berantakan banget !!" sela Ayu.


"Ini gara gara anak sialan itu tuh... jadi menderita hidup kita, awas saja klau ketemu, akan ku buat dia sengsara!!" Ayu masih saja menyalahkan Aira, apa dia tak sadar bahwa itu semua ulah mereka.


"Ayu, Ningsih... ya ampun kenapa kalian jadi begini, coba ceritain?!" tiba tiba Pak Roy datang dengan muka paniknya.


"Ayah... kenapa baru datang, lihat lah barang barang kami semunya di keluarin, pintu di kunci, aku sama ibu akan tinggal di mana coba?!" keluh Ayu.


"Iya mas, udah gitu kenapa ATM yang kamu berikan ngak bisa di pakai, dua duanya bermasalah, kamu tau kami tadi di usir dari toko pakaian, kami di hina dan anggap orang miskin, yang tak mampu beli pakaian di sana!" kesal Bu Ningsih.


Tiba tiba Pak Roy jadi gelagapan, dan merasa bersalah, karena orang yang di cintainya jadi di hina orang, gara gara kartunya di blokir oleh Bu tiara.


"Maafkan aku sayang, ini gara gara Tiara yang memblokir semua kartu ku?!" kesal pak roy.


"Apa... kok bisa... !!" teriak Ayu dan Bu Ningsih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2