
"Abangggg...." teriak Aira, saat sampai di kantor cabang Samudra grup, saat melihat sang abang sedang berjalan di lobby perusahaan tersebut.
"Ya ampun dek...?! kamu ikut kesini?!" tanya Bima dengan wajah berbinar, karena tak di pungkiri Bima sangat lah merindukan sang adik, karena Bima baru bisa memberikan kasih sayang terang terangan saat ini kepada sang adik.
"Iya aku di ajak sama abang, kebetulan aku lagi libur kuliah, ya udah ikut aja, abis aku rindu Ayah, Abang sama kak Dewi?!" cengir Aira sambil memeluk abang terkasihnya itu.
Brian cuma bisa menghela nafas dan geleng geleng kepala, melihat tingkah sang istri, tapi dia ikut senang, kerena sang istri bisa merasakan kasih sayang dari Ayah dan Abang nya itu.
Brian lansung mendekat kepada dua orang yang sedang melepas rindu itu.
"Sudah lepas kangennya?!" ucap Brian lembut, sambil menatap Aira penuh kasih, tatapan yang tak pernah dia berikan kepada orang lain, kecuali kepada pujaan hatinya ini.
"Hehehe... belom sih, tapi kan kesini mau kerja dulu, jadi kangen kagenannya nanti di lanjut di rumah?!" cengir Aira dan lansung beralih memeluk sang suami.
Melihat tingkah manja Aira kepada Brian itu, Bima lansung tau sang adik hidupnya sudah bahagia, Brian memberikan kasih sayang yang tulus kepada Aira, itu terlihat dari tatapan mata dan suara lembut Brian saat Brian menatap dan berbicara kepada Aira.
"Syukurlah sayang, kamu sudah mendapatkan kebahagian dan jatuh kepada tangan yang tepat, Abang juga bahagia melihat kamu sudah bahagia sayang?!" gumam Bima melihat pandangan di depan matanya itu.
__ADS_1
"Ayo... kita ke atas dulu?!" ucap Brian menatap Aira dan juga Bima.
"Kalian pergilah dulu, nanti saya akan menyusul, saya ada keperluan sebentar?!" ucap Bima sopan, mau bagai manapun, Brian sebagai adik iparnya di luar kantor namun di dalam kantor Brian adalah atasan Bima.
"Baiklah, klau gitu kami naik dulu, nanti klau urusan Abang sudah selesai jangan lupa ke atas ya, dan ingat jangan kasih tau sama Ayah dan kak Dewi klau aku ada di sini?!" ucap Aira manja dan sedikit tegas agar sang Abang menutup mulutnya.
"Baiklah, tuan putri, perintah anda akan saya laksanakan?!" ucap Bima penuh hormat kepada Aira.
"Ih... Abang ngeselin?!" seru Aira melihat tingkah sang Abang.
Brian cuma geleng geleng kepala, melihat tingkah adik kaka itu.
Brian lansung menggandeng sang istri menaiki lift khusus, menuju ruangan Brian.
Banyak mata memandang kagum sama pasangan tersebut dan banyak juga mata yang memandang iri sirik dan dengki.
"Waahhhh... ternyata nyonya boss kita, adiknya Pak Bima, cantik banget ya orangnya?!" seru karyawan Brian tersebut.
__ADS_1
"Iya, sudah cantik, ramah pula?!'
"Pantas aja Boss sangat menyayanginya, sudah cantik sopan pula!?" yang lain, melihat cara Aira mengucapkan salam dan mencium tangan Bima bolak balik.
"Iya dengar dengar dia juga pintar tau, ingat ngak waktu perusahaan ada masalah, bukankah nyonya boss yang turut andil menyeselaikan kasusnya?!" seru yang lain.
"Ncek... cantik itu paling karena sudah jadi istri boss, jadi bisa perawatan sesuka hati, coba hidup kayak kita pasti juga buluk kayak kita?!" sungut salah seorang yang tak menyukai Aira.
"Cantikan gue kemana mana kali?!"
"Ya... pantas lah boss mau sama dia, karena dia pintar coba klau bodoh, juga pasti ngak akan jadi istri boss!!"
Banyak lagi kata kata pujian dan hinaan yang terlontar dari mulut karyawan yang berada di lobby perusahaan tersebut.
Namun Aira cuek aja, toh ngak akan ada yang bisa di lakukan sama dia, mau membela dirinya juga percuma, masa bodo itu lah sifat Aira dari dulu.
Namun tidak dengan sang suami, dia mengeram kesal, melihat itu semua.
__ADS_1
Bersambung....