Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 214


__ADS_3

Ceklek...


Pintu kamar Aira terbuka dari luar, menapakan wajah masam Brian dari sana.


Aira yang melihat tampang Brian yang tak sedap di pandang mata itu hanya ingin terkekeh geli, namun dia tahan sekuat jiwa raganya.


"Kenapa muka abang kecut ke asam purut gitu?" tanya Aira santai, padahal mah, sudah ingin terbahak.


"Kamu bohongin abang ya dek?" sungut Brian menghentak hentakan kakinya di lantai.


"Bohongin apa, perasaan ngak ngapa ngapain deh?" ucap Aira pura pura lupa. Ya ampunnn Aira hamilnya ngeselin ya.


"Kamu bilang semalam datang bulan, padahal kan orang hamil ngak ada datang bulan sampai melahirkan?!" oceh Brian sambil memberengut bibirnya sudah panjang kek soang.


"Ahh... emang iya, mana ada orang hamil datang bulan" oceh Aira tanpa dosa.


"Tuh kan, kamu bohong, semalam abang minta jatah, kamu bilang lagi datang bulan?!" kesal Brian.


"Masa sih. perasaan aku ngak ngomong deh?!" oceh Aira mengelak.


"Kamuuuu... sudah pintar bohong ya sekarang..." kesal Brian lansung mencium wajah Aira dengan gemas, sampai si empunya terkekeh geli.


"Pokoknya abang mau minta sekarang, abang ngak mau berhenti klau belum puas" oceh Brian.

__ADS_1


"Loh... mana bisa gitu, nih... ngak liat di dalam ada apa hmm... mau mereka kenapa napa" ucap Aira menaik turunkan alisnya, entah kenapa semenjak hamil wanita itu sifatnya jadi usil.


"Ncek... kamu jangan bodoh bodohin abang lagi, abang ngak akan bisa di bohongin kamu lagi" omel Brian.


Brian lansung menerjang Aira tanpa ampun, namun lagi tegang tegangnya, malah ibu hamil itu menyuruh Brian untuk mandi, kan mengesalkan.


"Abang, berhenti...." teriak Aira.


"Kenapa di suruh berhenti, ini nanggung loh sayang" keluh Brian dengan muka yang memerah.


"Anakmu ngak mau kalau bapaknya ngak mandi, mandi dulu sana!" usir Aira.


"Yang... Ayolah, udah di ujung nih?!" rengek Brian.


"Ya Allah... Yang, kamu nyiksa banget sih, keluh Brian menahan sesuatu dengan wajah kesalnya.


"Makanya mandi buruan, abis itu baru *** ***" oceh Aira.


"Astaga, anak ini belum lahir aja sudah bisa ngajak gelut gue" dumel Brian sambil beranjak dari kasur menuju kamar mandi dengan menarik narik rambutnya.


Aira terkekeh melihat wajah kesal Brian.


"Maaf ya nak, kamu jadi tumbal" oceh Aira dan dia lansung ke ruang ganti, untuk mengganti pakaian dengan lingeri, tidak lupa dengan dan danan cantik bibir merah merona, membuat ibu hamil muda itu sangat menawan dan **** apa lagi tubuh yang mulai padat berisi itu karena suka makan semenjak hamil.

__ADS_1


Aira lansung duduk di pinggir ranjang dengan gaya yang menggoda.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Brian dari dalam sana.


Saat melangkah kan kakinya ke arah tempat tidur, tiba tiba langkah kaki Brian lansung terhenti melihat pemandangan yang sungguh membuat ular pyton yang sudah berubah jadi cacing tanah itu, kembali menjadi Pyton tanpa pemanasan. hahahhaha...


"Kenapa diam di situ hmmm..." tanya Aira dengan lirikan mata menggoda.


"Sayang...." ucap Brian tercekat, melihat penampilan Aira yang aduhai itu.


Lingeri merah marun, yang memperlihatkan gundukan kenyal, seolah olah melambai lambai memanggil Brian, dan jangan lupa hutan belantara di bawah sana terlihat samar samar, membuat jakun Brian turun naik, nafasnya mulai memburu.


Dia mendekati Aira dengan terburu buru. karena sudah tidak tahan melihat kemolekan yang terpampang nyata di depan mata.


Gubrakkkk..


Bersambung...


kaboooorrr...🏃🏻🏃🏻🏃🏻🏃🏻


Jangan lupa like komen dan vote ya...

__ADS_1


__ADS_2