
"Sini mom, aku bawa ke atas" ucap Brian meminta sang istri yang sedang terlelap dalam pangkuan sang Mommy.
"Ih... Apa apaan kamu, biarin dia di sini, mau Mommy bawa pulang, ngak udah pegang pengang" garang sang Mommy.
"Ngak Mom, janga bawa istri aku Mom, sini Mom pulangin" Brian merengek seperti anak kecil meminta permen kepada sang Mommy.
"Sang Mommy pura pura budek aja sama Brian, kesalnya belum habis kepada Brian.
"Brian Aira tidur di situ, sekarang selesaikan dulu masalah silampir itu, klau kamu ngak bisa mengambil keputusan hari ini juga, biar Aira Mommy bawa pulang, kamu dengarkan tadi, istri mu ini minta pulang" tuntut sang Mommy.
Mommy harus cepat mengambil tindakan, karena tak ingin masalah ini berlarut larut dan melukai sang menantu cantiknya itu.
Mommy menatap tajam kepada Brian dan Mami Arum, karena di sini yang paling lembek Mami Arum yang suka tidak enak hati, dan berujung bencana buat rumah tangga mereka.
"Aku akan menyuruh Angel pulang ke negaranya, besok pagi" putus Brian.
Lebih baik dia kehilangan Angel, dari pada kehilangan sang istri tercintanya itu.
"Oh baru akan kan, jadi belum pasti, biarin selama manusia siluman itu di rumah ini, anak Mommy, Mommy bawa pulang, puas puasin memberikan kasih sayang buat setan kecil itu. Ibumu kan juga tak akan merasa enak hati, bisa bebas memanjakan setan kecil itu tanpa ada Aira" sinis Mommy menatap Brian dan Mami Arum.
__ADS_1
Mami Arum di buat tak berkutik oleh sang Mommy, memang dia yang salah, telah membiarkan Angel datang ke rumahnya, dia pikir itu akan baik baik saja, namun siapa sangka kedatang Angel membuat sang menantu tersakiti, dan sialnya satu menantu yang tersakiti, semua macan di kelurga itu menunjukan taringnya, mana lah mampu Mami Arum melawan, nyatanya memang dia yang salah, dari awal Papi Tama sudah mewanti wanti.
Sekali lagi karena tak enak hati. Mami Arum melukai hati orang terdekatnya.
"Maaf kan mbak dek, maaf gara gara mbak, menantu mbak tersakiti, jangan bawa Arum dek, mbak akan menyuruh Angel besok pagi pulang ke negaranya, mbak beli tiket buat dia pulang besok pagi" seru Mommy Arum mengiba.
"Mbak yakin akan mudah mengusir setan kecil itu dari rumah ini, dia saja sudah seperti lintah di sini" ketus Mommy.
"Sekarang aku tanya, selama dia di sini, sudah berapa banyak uang yang mbak habiskan untuk rubah licik itu?" tanya Mommy.
Mami Arum lansung menunduk takut, dia meremas ujung dress yang dia pakai, keringatnya mulai keluar dari pori pori, jantungnya mulai tak aman.
Di tunggu tunggu lama, namun Mami Arum tak berani menjawab, akhirnya Mommy lansung mengeluarkan jurus andalannya.
"Ya sudah Dede... tolong angkat Aira ke mobil, mbak Arum ngak mau jawab pertanyaan aku, mungkin dia lebih sayang sama rubah licik itu" sinis Mammy. Brian lansung kalang kabut.
"Mam... Tolong jawab Mam, sampai istri ku di bawa sama Mommy, aku juga ikut keluar dari sini Mam, aku ngak mau ke hilangan istri aku Mam..." cemas Brian.
"Mami Arum takut takut mandang wajah semua penghuni rumah itu, entah apa yang terjadi kalau mereka tau.
__ADS_1
Mami Arum sungguh gelisah di buat oleh sang Mommy.
Sedang kan perempuan licik di sana juga mulai was was, pasti dia juga akan terseret dalam masalah ini, dan bodohnya dia kenapa tidak meminta uang cas, malah minta di beliin barang barang brandit.
"Tetap ngak mau jawab mbak!!" tegas Mommy.
"Dua..." ucap Mami tanpa melanjutkan ucapannya.
"Dua apa ini, dua juta, dua puluh juta, apa dua apa nih" kesal Mommy, dan yang lain siap siap memasang kuping mereka.
"Dua milyar... !?" sambung Mami Arum.
"APPAAA...." teriak orang yang ada di sana dengan kagetnya.
Bersambung...
Haii.. jangan lupa like komen vote ya, karena itu membuat author semangat buat menulis cerita, apa lagi ada komen, otak author lansung jalan, kalau komennya membangun, dan sedikit masukan buat author.
\*\*\* Terimakasih\*\*\*
__ADS_1