
Lama menggu sang suami Aira, malah tertidur di pinggir kasur, dengan kaki menjuntai ke bawah,
Ceklek....
Pintu kamar mandi terbuka dari dalam dan menampakan, Brian yang sudah segar keluar dari sana, dengan memakai handuk yang melilit di pinggangnya, sabil mengkusuk rambut basahnya dengan handuk kecil.
"Ya ampun... kenapa tidur kayak gini sayang?!" gumam Brian melihat cara tidur sang istri, dia terkekeh geli melihat cara tidur Aira, Brian memindahkan istrinya itu ke atas kasur agar tidur sang istri lebih nyaman, dan tak lupa memberikan kecupan singkat di bibir sang istri yang sudah menjadi candu buatnya.
Brian masuk ke dalam ruang ganti, dia melihat pakaian santai yang sudah di sediakan oleh sang istri, Brian tersenyum dan sangat senang karena di layani oleh sang istri .
Brian naik ke atas kasur dan merebahkan tubuhnya di samping sang istri, dan memindahkan kepala sang istri ke atas bahunya dengan sangat hati hati, agar sang istri tak terganggu.
"Cantiknya istriku" gumam Brian sambil mengelus wajah sang istri, dan mencium wajah sang istri penuh perasaan.
Lama memandangi sang istri, akhirnya Brian ikut tertidur, sambil memeluk sang istri dengan erat,
Di kampus Aleta sedang belajar dengan wajah yang terlihat lebih bahagia dari beberapa hari sebelumnya.
Dia tau hari ini, sahabat sekaligus kaka iparnya itu sudah pulang dari rumah sakit, namun dia tak bisa menyambut kepulangan Aira.
__ADS_1
Di karenakan hari ini ada kuis yang harus mewajibkan dia kekampus,
"Ada apa nih.... muka berseri seri bangat hari ini!?" goda Nina.
"Kelihatan ya...!" kekeh Aleta.
"Hmmm..." jawab Nina sambil menganggukan kepalanya.
"Iya, hari ini Aira pulang dari rumah sakit, aku senang banget dia sudah sehat, tidak lama lagi kita akan kembali bersama sama lagi!" ucap Aleta dengan senyum mengembang di bibir cantiknya itu.
"Benarkah.... Aira sudah keluar dari rumah sakit! antusias Nina, "Syukurlah Aira sudah sembuh!" ucap Nina dengan senang hati , mengetahui Aira sudah sembuh.
Nina merasa berhutang budi dengan Aira, karena saat itu Nina butuh uang untuk, membiayai sang ibu yang sedang di rawat di rumah sakit, Aira memberikannya dengan cuma cuma, dan mencarikan Nina pekerjaan baru.
Sungguh dia sangat bersyukur bertemu dengan Aira, dan sedikit malu karena dulu dia juga sangat jahat kepada Aira dan membully Aleta dan Aira, namun apa yang di balas oleh Aira dan Aleta, dia malah mendapatkan pertolongan dari orang yang sudah dia sakiti itu, dia berjanji akan membalas budi kepada Aira dan Aleta suatu saat nanti.
Sedangkan di tempat lain, sepasang suami istri itu tidurnya sedikit terusik, karena ketokan pintu kamar mereka.
Tok..
__ADS_1
Tok....
Tok....
Aira menggeliat mendengar bunyi pintu di ketok, namun saat bergerak dia sangat kesusahan, karena tubuhnya terasa di timpa beban berat.
Mata Aira mengerjap dan melihat sang suami yang tidur pulas di sampingnya dan memeluk Aira posesif,
"Abang.... bang, bangun ada yang ngetok pintu!" ucap Aira pelan, dan berusaha menyingkirkan tangan Brian dari tubuhnya, bukannya lepas malah pelukan Brian semangkin erat membelit tubuhnya, Aira benar benar di jadikan guling hidup oleh sang suami.
"Abang, ihhh... sesak ini, ngak bisa nafas?!" ucap Aira kesal, dia benar benar tak bisa bergerak gara gara belitan sang suami.
Tak ada tanda tanda Brian akan bangun Akhirnya Aira mencari akal untuk mebangunkan sang suami.
Aira menggesek gesekan kepalanya di dada sang suami, membuat tidur Brian terusik
"Ada apa sayang? kenapa gerak gerak gitu, hmmm...?!" ucap Brian dengan suara serak bangun tidur, sambil melonggarkan pelukan,
"Abang ih... kesal Aira "aku ngak bisa nafas sama kekepan abang! di kira aku gulung apa?!" kesel aira sambil memanyunkan bibirnya,
__ADS_1
Brian terkekeh geli melihat tingkah sang istri, dan melihat hidung dan wajah Aira memerah gara gara menggesek gesek di dada Brian.
Bersambung....