Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 191


__ADS_3

Hufff....


"Akhirnya...." keluh Aira, menghempaskan tubuh sintalnya itu ke sofa empuk di samping sang Mommy.


"Wiiihh.... Aira kerennn..." seru Nina dan Aleta berhambur memeluk tubuh Aira secara bersamaan.


"Sayang.... Papi boleh nanya?" tanya sang Papi hati hati, dia sangat tau mood sang menantu belum baik.


"Mau tanya apa Pi?" balas Aira yang masih berada dalam kurungan dua sahabat sekaligus iparnya itu.


"Kamu dapat informasi dari mana sampai seditail itu sayang?! Papi saja ngak nemu nemu kamu kok bisa?" bingung sang Papi.


"Aira... Gitu lho Pi, klau ngak dapetin info lengkap bukan Aira namanya Pi, berani main main sama Aira kelar hidup loe saat itu juga" Aira menyeringai bak iblis di sana, membuat orang orang bergidik ngeri.


Glek....


Susah payah mereka menelan Saliva, gara gara senyum maut Aira tersebut.


"Gila... Kagak berani dah gue nyari gara gara sama Aira, dari habis di tempat gue" gumam Arya.


"Sial Aira bikin dekul gue lemas, mampus loe Bri, kelar hidup loe" gumam Wiliam.

__ADS_1


"Cucu aku emang the best, kenapa bukan Aira saja yang jadi cucu ku, kenapa si oon itu yang jadi cucuku, mau gimana lagi, buah jatuh ngak jauh dari pohonnya, mak oon ya anak pasti ngikutin" kesal Kakek surya.


"Haaa.... Sayangggg... "Maafin abang" ngak lagi lagi deh buat kesalahan, janji ngaj ngilangin lagi" gumam Brian yang ngak berani bicara lansung, nyali lansung kena


"Haduuhh... Gimana ini, pasti Aira ngak mau maafin aku, nyesel deh aku mengizinkan Angel tinggal di sini" keluh sang Mami


"Mampus kena mental kan loe mbak" sinis Mommy.


"Ahhh.... gue pengen liat Aira marahin Brian" gumam Deddy Alif terkekeh dalam hati.


"Sahabat gue tiada lawan ucap Nina dalam hati"


"Laper ngak... Aku udah laper ini, dari tadi menguras emosi" keluh Aira.


Namun Aira menolak, ajakan Mami Arum, dia malah meminta Mommy yang menyuapinya.


"Mom... Boleh suapin Aira?!" ucap Aira manja, sambil melihat sang Mommy dengan wajah imutnya.


Yang lain hanya terkekeh melihat tingkah Aira.


"Boleh sayang, boleh bangat malah" ucap sang Mommy menggandeng tangan Aira ke ruang makan.

__ADS_1


Nyeeessss...


Hati Mami Arum, melihat dirinya di acuhkan oleh sang menantu.


Yang lain juga mengikuti Mommy dan Aira ke ruang makan, mereka mengacuhkan dua orang Ibu dan anak di sana, seperti mahluk tak kasat mata, begitu pun sama sang Papi.


Dia masih kesal dengan kelakuan Istri dan Anaknya itu, dengan santainya menghabis kan uang sampai 2M untuk orang lain, sedangkan menantunya saja tidak pernah meminta apa pun sama mereka, lah ini baru tiga sudah menguras kantongnya.


Brain dan Mami Arum hanya bisa menyesali perbuatan mereka, dan hanya bisa diam saat di acuhkan oleh keluarganya itu.


Brian sungguh sangat menyesal mengikuti kemauan sang Mami saat Angel ingin tinggal di rumahnya, dia lupa dampak yang akan terjadi dalam hubungan rumah tangganya, yang telah lancang memasukkan orang lain ke dalam rumah nya itu, dan lupa akan hati sang istri akan tersakiti, mau bagai mana lagi nasi sudah menjadi bubur.


Padahal dari awal sang istri sudah keberatan dengan kedatangan Angel, namun karena mengikuti kemauan sang Mami, dia juga ikut jadi korban.


"Bagai mana ini Bri... Semuanya menyalahkan kita" keluh sang Mami.


"Mau bagai mana lagi, terima resiko, dari awal Papi dan Aira sudah tidak setuju dengan kedatangan Angel, tapi Mami ngeyel, mau tak mau aku mengikuti ke mauan Mami, sekarang istri aku marah Mi..." keluh Brian frustasi.


"Mami juga menyesal Bri..." keluh sang Mami, gara gara rengekan Angel dan permintaan orang tua Angel ingin datang ke negaranya, dengan tidak enak hati, dia mengajak Angel tinggal di rumahnya, eehhh... sekarang malah hubungannya dengan keluarganya yang berantakan gara gara Angel"


Haiii...

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote ya..


"Terimakasih..."


__ADS_2