Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 65


__ADS_3

"Hufff.... kenapa sih klau di dekat abang aku ngak bisa nolak apa yang dia mau!" kesal dan malu dengan dirinya sendiri,


Aira masih terbang apa yang dia lakukan bersama Brian barusan.


"Ngak bisa ini, klau di ajak nikah lebih baik di terima saja, dari pada ke bablasan!" gumam Aira tersipu malu.


Tak jauh beda dengan Aira, Brian pun, sedang bergumam gumam ria di dalam kamar mandi.


"Pulang dari disi, tak mau tau Aira harus mau aku halalin, ngak bisa ini ngak bisa, setiap bersama dia gue selalu kelepasan, untung masih bisa di kendalikan, klau tidak ngak bisa bayangin deh... ngak elit amat buka gerbang tanpa di halalin dulu, ngak ngak mau, apa kata dunia!" gumamnya.


Brian cepat cepat mengguyur tubuhnya, dia harus buru buru menuntaskan pekerjaannya di sini, dan pulang ke rumah.


Tak menunggu lama kini, di sini lah 5 orang berbeda jenis itu, di cafe hotel tempat mereka tinggal, untuk sarapan sebelum melakukan tugas yang lumayan menguras tega dan fikiran.


"Gue semalam ke kamar loe... loe ngak ada!" tanya Wiliam


"Gue keluar, mau ngapain loe ke kamar gue?!" di jawab balik oleh Brian.


"Pengen ngajak loe keluar lah.. mumpung di sini!"

__ADS_1


"ogah... loe aja sana main, gue uda ada mainan di sini!" ucap Brian melirik Aira.


Aira memukul gemas tangan Brian


"Ais.... sakit sayang..?!" keluh Brian manja


Huek.....


Tiga cowok tampan itu langsung berpura pura muntah mendengar suara manja Brian


"Jijik gue dengar loe njing!" kesal Wiliam "cowok dingin dan kaku kayak loe ngak cocok bermanja manja!"


"Lebay loe bro....!" Tommy geleng geleng kepala melihat tingkah Brian


Brian sih... bodo amat, dengan ke tiga cowok jomblo tersebut


"Kenapa loe pada iri.... bilang boss, cari cewek makanya sana... jangan bisanya sirik aja...!" lengos Brian


Aira hanya diam tanpa kata, dan acuh tak acuh dengan mereka.

__ADS_1


Selesai mereka sarapan langsung menuju ke perusahaan untuk menuntaskan pekerjaan mereka biar cepat selesai.


Di perusahaan tersebut, karyawan yang tersangkut masalah sudah kocar kacir dengan di ketahuinya, para orang orang yang menyuruh mereka tertangkap kemaren malam.


"Sial gimana ini.... ah menyesal gue mau maunya ber hianat!" kesalnya


"Ah.... gara gara untung tak seberapa, gue bisa bisa terancam kehilangan pekerjaan!" kesalnya mengacak ngacak rambutnya,


Di luar di loby perusahaan sudah berdiri ke lima orang penting yang berwajah dingin tersebut dengan beberapa orang polisi.


Orang orang yang sudah membuat curang langsung di tangkap dan tidak di kasih ampun agar membuat efek jera untuk mereka semua, dan tidak akan membuat masalah yang sama dengan para rekan rekan mereka yang tertangkap tersebut.


"Ais... ternyata boss tampan ini sadis juga ya, gue ngak mau berbuat salah, serem Iiihhh..!" ucap karyawan yang melihat teman sejawatnya di gelandang pakai mobil polisi.


"Makanya kerja yang benar.. sudah di gaji lumayan gede, masih aja korupsi!"


"Ceweknya cantik banget tapi sayang sadis abis!"


Banyak lagi kata kata yang di ucapin oleh para karyawan lain di sana, ada yang memuji, ada yang merasa kagum ada yang takut dan ada yang merasa iri dengan Aira yang bisa dekat dengan boss mereka,

__ADS_1


Di sudut lain di ruangan itu m, ada seseorang, yang menatap Aira sendu, ada rasa sesal, sedih rindu yang tak dapat di jabarkan,


__ADS_2