
Selesai makan mereka kembali duduk di ruang keluarga.
"Setelah ini, apa yang akan kamu lakukan kepada ferguso itu sayang?!" ucap Papi Tama.
"Apa lagi pi, selain aku membuat mereka jatuh bangkrut, dan memviralka Mommy angel itu dan si Angel sekalian pi, dan ternyata Deddy nya itu, juga banyak melakukan kecurangan Pi?!" ucap Aira santai dengan senyum manisnya.
Bagi yang melihat bukan lah senyum manis, namun senyuman iblis, yang siap memporak porandakan hati mereka.
Glek....
Mereka tak mampu menelan Saliva nya, mereka berjanji pada diri sendiri tidak akan pernah membuat Aira tersinggung apa lagi sakit hati, ternyata marahnya orang sabar lebih mengerikan dari harimau.
Angel yang melakukan kesalahan tiga hari saja di hancurkan Aisyah tanpa sisa, ah sudahlah mereka tak bisa membayangkan seandainya mereka yang sudah di percaya mengecewakan Aira apa lah jadinya diri mereka.
"Sayang... ?!" Brian ingin memegang tanga Aira, lansung di tepis kasar oleh Aira.
"Jangan pernah sentuh saya, klau anda belum bisa instropeksi diri anda, dan anda ingin mengulangi kesalahan lagi, lebih baik kita sudahi pernikahan ini, buat saya tidak jadi masalah!!" tegas Aira dengan mata yang tajam, menusuk mata Brian lansung menghujam jantungnya.
__ADS_1
Sakit... Itu lah yang di rasakan oleh Brian saat ini, sang istri seolah tidak mengenalnya, dan memakai bahasa formal, dengan tatapan mata yang entah lah Brian sendiri tak bisa menjabarkan dengan kata kata.
Sungguh dia tidak menyangka perbuatan nya itu, merupakan kesalahan fatal yang dia lakukan memasukan cabe cabean ke dalam rumahnya, membuat sang istri membenci dirinya.
Berpisah dengan Aira tidak ada sedikit pun terbayang oleh Brian.
"Maaf kan Abang sayang, maaf... " ucap Brian memelas, sungguh jatuh harga diri Brian saat ini di depan keluarga besarnya, dia bersujud di kaki sang istri, namun Aira mengelak dari Brian, hati Aira pun sakit melihat sang suami seperti itu, namun dia harus tega agar Brian belajar dari ke salahanyan, agar tidak mengulangi di masa mendatang.
"Sayang Tolong maafkan Brian nak, ini bukan sepenuhnya kesalahan Brian, ini kesalahan Mami, yang lemah yang tidak bisa menolak rengek kan orang orang kepada Mami nak?!" ucap sang Mami membela Brian, dia sungguh tidak tega melihat Brian yang memohon seperti itu kepada Aira, karena semua apa yang terjadi bukan lah, kesalahan dari Brian.
"Kalau Mami tidak tega dengan rengek kan orang lain kepada Mami, bearti Mami lebih tega melihat aku terluka gara gara orang lain, dan seandainya orang itu meminta abang untuk menikahinya, apa kah Mami juga memaksa abang menikah dengan orang itu, dan Mami melukai perasaan aku begitu!!" Skak mat Aira membungkam mulut sang Mami.
"Dan Anda Tuan Muda yang terhormat, seandainya anda di suruh menikahi wanita lain apa anda juga menurut Tuan!!" hujam Aira menatap sinis sang suami.
"Tidak akan" ucap Brian menggeleng cepat.
"Cih... Mana aku percaya, sedang kan memasukan wanita rubah saja ke dalam rumah anda, anda mau, tanpa memikirkan perasaan istri anda, padahal dari awal istri anda sudah menolak, namun anda tetap melakukannya, anda fikir hati istri anda terbuat dari batu, tidak merasakan sakit!!" kecam Aira tajam.
__ADS_1
Sungguh Brian tidak bisa lagi berkata kata, ucapan demi ucapan istrinya sungguh menohok hati kecilnya.
Mami Arum pun di buat tak berkutik oleh Aira.
"Mom... aku ikut sama Mommy, aku ngak mau tinggal sama orang orang yang mementingkan orang lain dari pada mementingkan perasaan orang terdekatnya!!" ucap Aira dan berdiri melangkah meninggal tempat itu.
Brian dan Mami terlonjak kaget mendengarkan ucapan Aira, dia mau pergi daru rumah itu, meninggalkan dirinya, tidak, tidak akan Brian biarkan.
"Tidak sayang... tidak, jangan pergi abang mohon jangan pergi?!" ucap Brian menarik tangan Aira, namun Aira abai tentang itu, dia tetap berjalan melepaskan gengaman tangan Brian.
"Aira....." teriak Brian.
Bersambung...
Haiiii jangan like komen dan vote ya...
Ini outhor sudah mengikuti permintaan rayder untuk Aira pergi dari Brian
__ADS_1
"Terimakasih...."