
Hari ini Aira datang ke Cafe pelangi dan mengecek laporan yang sudah tersusun cantik di atas meja kerjanya.
Setelah beberapa lama berkutat dengan lapora laporan itu, akhirnya selesai juga.
"Huufff.... kelar juga!" gumam Aira
Dia bangkit dari kursi kerjanya, langsung keluar dari ruangan menuju dapur, untuk mencari makanan, sebenarnya bisa saja Aira minta tolong kepada karyawan Cafe tersebut, namun Aira bukan lah gadis manja yang suka memerintah bawahannya, Aira suka melakukan kerjaannya sendiri.
"Ehhh.... si cantikkk.... mau makan yaaa...?!' ucap manja waitres tulang lunak itu,
"Iya kak...?!" ucap Aira dingin, namun sopan
"Haiii... cinnnn, jangan dingin dingin banget napa sehhhh.... kita serasa di kutub tau...!!" ucap si tulak lunak manja,
Anak anak di sana hanya terkekeh dengan ucapan waitres tersebut.
Aira cuma memeletkan lidahnya dan membalikan ke dua mata indahnya itu, dan meninggalkan waitres tulang lunak tersebut.
"Ihhhsss.... cantik cantik dingin!" cemberutnya sambil mengibaskan tangan lenturnya itu.
"Haiii... sayangku, mau makan?!" tanya koki di dapur tersebut menyapa Aira.
Aira mengangguk dan mau berjalan ke arah kulkas, langsung di tahan sama sang koki.
__ADS_1
"Duduk sana, abang bikin menu baru, coba cicipin enak ngak!"
"Wokeh...!" ucap Aira singkat, langsung menuju, meja yang tersedia di dapur terebut.
Tak lama, makanannya datang di bawakan oleh sang koki.
"Nih... silahkan di cicipin!" ucap sang koki, ikut duduk di samping Aira, dia penasaran bagai mana reaksi Aira.
Aira mengambil makanan tersebut, dan memakan dengan pelan, sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Gimana..?!" ucap sang koki tak sabaran
Aira terkekeh geli, melihat tampang sang koki yang tidak sabaran itu.
"Waahhhh.... benarkah?!" tanya sang koki berbinar,
"Hmm..." angguk Aira yang melanjutkan acara makannya.
"Ini bisa di masukin ke buku menu bang, sebelumnya itung dulu bahan bahan yang di gunakan agar tau berapa harga yang harus kita bandrol untuk menu ini!" ucap Aira, sambil tetsenyum.
"Aasssiiiiaaaappp.... nona cantik nan baik hati, namun dingin melebihi kutup utara!" cengenges sang koki.
Aira hanya mendelik tak suka, dan kembali melanjutkan sedikit sisa makannya,
__ADS_1
Setelah makan Aira pergi dari cafe, menuju ketempat usaha ke empat preman yang baru tobat kemaren itu, dan memantau sampai mana kemajuan usaha mereka.
"Mau kemana
bidadari cantik, yang keluar dari kutub utara!" canda Doni sang security
Aira menonjok gemes bahu Doni, yang membuat Doni sedikit meringis,
"Jangan pukul pukul sayang... itu namanya KDRT !" seru Doni.
Aira mah masa bodoh dan pergi meninggalkan Doni yang sedang komat kamit bak mbah dukun baca mantra, sambil memandang Aira dengan tatapan kesel kesel gemesnya.
Aira memasang helm di kepalanya dan menunggangi kuda besi kesayangan itu, dan berlalu meninggalkan parkiran motor, setelah Doni membuka jalan, sambil memperlihat senyum manisnya,
"Ngaj usah senyum senyum gitu!' kesal Doni
"Emang kenapa..?!" Aira bingung
"Iya, senyum kamu itu... membuat jantung abang ngak aman, suka dugem dia!" kesal Doni.
Aira cuma terkekeh dan meninggalkan parkiran itu, sambil menunggangi kuda besinya dengan ke cepat dan sedang.
"Huuu.... cewek cantik, tapi sayang ngak bisa bersikap hangat, berdiri di dekat dia serasa berada di kutub utara, dingin cuy!" gumam Doni, sambil memandang ke pergian Aira, yang mulai menjauh itu.
__ADS_1