
"Sebelum kita bekerja, alangkah baiknya kau beri makan dulu kami Boss... Demi kau, kami kesini melewati makan siang kami!" keluh Wiliam.
"Baiklah... kita makan siang dulu, gue juga belum sempat makan siang! ucap Brian, beranjak meninggalkan kursi kebesarannya.
Selang lima belas menit, mereka sudah sampai di Cafe Kenanga, cafe yang cukup terkenal di kota tersebut, dan tempatnya tidak terlalu jauh perusahaan Brian.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, Brian memulai pembicaraannya,
"Ncek... gue ngak nyangka anak cabang di sini sangat kacau!" kesal Brian,
"Apa yang menjadi masalah sih... sebenarnya! kok loe... tiba tiba ada di kota ini!?!" Wiliam, yang setaunya memang keluar kota, tapi bukan ke kota ini,
"Sebenarnya gue, emang ngak ada tujuan ke sini, sehabis meeting di kota X kemaren, tidak sengaja gue bertemu salah seorang petinggi perusahaan ini, sedang makan di restoran tempat gue melakukan meeting di kota Y, dan kebetulan dia tidak melihat gue!" ucap Brian sambil menyeruput minuman nya,
"Dia bicara sama seseorang! kalian pasti sangat mengenal bajingan itu...!" kesal Brian,
"Emang siapa yang ngobrol sama dia...!" ucap Wiliam penasaran,
"Si brengsej Hutomo...!!" kesal Brian,
"haaaa....! kok bisa?!" ucap wiliam berbarengan dengan Arya,
__ADS_1
"Ternyata, selama ini mereka sudah melakukan kecurangan di perusahaan ini, dan memanipulasi semua data!" kesal Brian,
"Jadi karena mereka loe akhirnya memutuskan ke sini!" tanya Wiliiam,
"Hmmm...." di anggukin oleh Brian,
Dari seberang sana ada seseorang yang sedang memperhatikan ketiga cowok tersebut, sebelum menghampiri ketiga orang itu, seseorang tersebut memastikan dia memang mengenal ketiga cowok tersebut,
"Hallo Tuan Brian, Tuan Wiliam dan Tuan Arya, kalian di sini juga...!" tanya seseorang itu,
Seseorang itu adalah Tommy, yang habis melakukan meeting di cafe itu.
"Iya, kebetulan saya sedang meninjau anak perusahaan di sini!" ucap Tommy.
Dan di anggukin oleh ketiga cowok tampan tersebut,
"Kalian ada apa ke sini! ucap Tommy.
"Saya sedang memeriksa cabang di sini! ucap Brian dengan muka agak kusut itu,
"Memang ada masalah besar ya?! sampai sampai muka lecek gitu!" ucap Tommy sambil terkekeh kecil,
__ADS_1
"Hmm... begitulah! ucap Brian sedikit tidak semangat, dia sendiri bukan hanya memikirkan pekerjaannya, dia juga sangat sangat merindukan sang pujaan hati, dan sialnya dia belum sempat meminta nomor Aira, atas ke sepakatan mereka kemaren.
Karena dia berfikir setelah melakukan meeting di kota X dia akan langsung menemui sang pujaan hati, dan akan langsung melamarnya, bersama keluarganya namun apa yang dia fikirkan tak sejalan dengan kenyataan, dia malah terdapar di kota Y ini, untuk menyelesaikan masalah cabang perusahaannya, yang kekacauannya lumayan menyita waktu, entah sampai berapa minggu dia akan pulang menemui pujaan hatinya itu.
Di belahan kota lainnya...
Seorang gadis sedang duduk termenung memikirkan pujaan hatinya, sudah beberapa hari mereka tidak bertemu, membuat rindu di hatinya tak bisa di bendung lagi.
"Abang, kemana sih...? sudah beberapa hari tidak datang!" keluh Aira di meja kerjanya, bukanya bekerja Aira, dia malah sibuk melamun semenjak pulang kuliah tadi,
"Mungkin abang sedang sibuk!" monolog Aira,
Dia mulai melakukan pekerjaan dengan fokus agar tidak memikirkan brian lagi.
Saat sedang serius bekerja, terdengar pintu ruang kerja Aira di ketuk dari luar, iya Sekarang Aira sudah jarang melayani pengunjung, karena Tommy menyerahkan tanggung jawab masalah cafe Pelangi dan beberapa cabang lainnya ke tangan Aira, agar Aira yang memajukanya di bantu oleh Aldi, hanya sesekali Aira melayani pelanggan klau saat perkerjaannya sepi aja.
Tok...
Tok...
Tok...
__ADS_1