
Tak....
Tak....
Tak....
Bunyi langkah orang lari di lorong IGD rumah sakit tersebut,
"Gimana ke adaan Aira...!" ucap Wiliam dengan nafas ngos ngosan.
"Masih di dalam Tuan...!" ucap salah seorang preman, menjawab pertanyaan Wiliam, karena. Brian hanya dia dan terduduk lemas di lantai rumah sakit tersebut.
Tak lama, terdengar suara pintu ruang IGD terbuka, Brian langsung berdiri dan dengan tak sabar bertanya kepada sang Dokter,
"Bagai mana keadaan Aira Dok....!" tanya Brian
Hufff.... Dokter menarik nafasnya, menandakan situasi tidak baik baik saja.
"Nona Aira, banyak kehilangan darah, dia butuh trasfusi darah sebanyak tiga kantong, dan nona Aira harus segera melakukan operasi karena mendapatkan tiga tembakan di bahu dan punggungnya!" ucap sang Dokter
__ADS_1
"Lakukan yang terbaik Dok..? saya mohon, tolong selamatkan kekasih saya!?" ucap Brian penuh permohonan, tak pernah sekali pun Brian memohon kepada orang seperti itu, bahkan saat perusahaannya hampir jatuh saja masih bersikap tenang, saat sang kekasih terkapar di dalam sana Brian bisa hancur sehancurnya.
"Baik tuan... namun sebelum kami melakukan tindakan operasi, tolong urus administrasi dulu di kasir!" ucap sang Dokter.
"Baik Dok...!" ucap Wiliam dan langsung meninggalkan Dokter dan yang lainnya, dia langsung menuju kasir untuk mengurus administrasi Aira, tanpa memperdulikan luka luka di badannya, bahkan bibirnya menyisakan darah yang sudah mengering di sudut bibirnya itu.
Aira langsung ke dalam ruang operasi oleh para team medis dan di ikuti oleh Brian yang memegang tangan sang kekasih, yang tak bisa berkata apa apa lagi, bibirnya kelu melihat tubuh pucat pasi sang kekasih, hanya air mata yang selalu menetes di kedua matanya, menandakan keadaan hatinya saat ini.
Arya menemeni Brian dari belakang tanpa kata, dia tak kalah sedih dengan keadaan gadis cantik tersebut yang sudah dia anggap adik angkatnya.
Jangan tanya Wiliam sangat sangat terpukul melihat keadaan malaikat penolong keluarganya itu, seandainya bisa di ulang, dia ingin menggantikan posisi Aira itu.
"Sayang... bertahanlah untuk abang, kamu pasti bisa, kamu harus kuat untuk abang, abang mencintaimu sayang hiks... hiks... hiks...!" menangis pilu melihat sang kekasih, dan memberikan kecupan bertubi tubi di seluruh wajah Aira sebelum melepaskan pegangannya dari tangan sang kekasih.
Aira di bawa masuk ke dalam ruangan operasi, pintu di tutup dari dalan, ketiga cowok tampan yang sudah babak belur itu, menunggu Aira di luar ruangan, dengan harap harap cemas dan terlihat wajah cemas mereka,
Dari ujung lorong terlihat orang orang yang berlarian ke arah kamar operasi tersebut.
"Bagai mana keadaan Aira?!" ucap Tommy yang masih ngos ngosan dengan tampang yang sangat kacau.
__ADS_1
"Masih di dalam, baru masuk ruang operasi!" ucap Arya lesu,
Di sana terlihat wajah harap harap cemas para orang orang yang sangat menyayangi Aira, Tommy, Ali, Toni, Wawan, Jago, Baron, Aldi, Doni yang ikut ke rumah sakit, setelah mendengar kabar Aira kena tembak.
Tak lama juga terdengar suara langkah kaki dan isak tangis dari orang yana baru datang.
"Kenapa Aira bisa seperti ini bang... hiks ... hiks... ?!" tanya Aleta dalam tangisnya.
"Bagai mana ke adaannya....?" tanya sang Kakek, yang terlihat wajah piasnya,
"Apa sudah lama Aira di dalam...?!" tanya sang Mami, tersedu sedu
Yang lain hanya diam dan menatap sendu pintu ruang operasi tersebut, mereka larut dalam pikiran masing masing, yang belum sadar dengan ke adaan ketiga cowok tampan itu yang dalam ke adaan babak belur.
Sedangkan para preman yang tadi mengantar mereka kerumah sakit tadi, sudah lebih dulu undur diri, karena tak mungkin mereka juga beramai ramai menunggu di rumah sakit, seperti orang berdemo.
Mereka dengan sendirinya berbagi tugas, ada yang ke markas untuk mengintrogasi para pelaku, ada yang pergi memberi kabar kepada Toni cs, ada yang ke cafe tempat Aira bekerja, dan ada yang berjaga jaga di rumah sakit, kalau sewaktu waktu mereka di butuhkan, dan memantau ke adaan,
Walau bagai manapun mereka juga sudah menganggap Aira seperti saudara, yang sudah berhasil menolong sebagian dari teman teman mereka untuk mencari uang di jalan yang benar, Aira lah salah satu orang yang tak pernah memandang rendah mereka semua, tidak seperti ke banyakan orang yang meremehkan mereka tak jarang memandang jijik mereka.
__ADS_1
Namun tidak dengan Aira, Aira malah merangkul mereka yang ingin menjadi orang yang lebih baik lagi, dan memberikan lapangan pekerjaan buat mereka.