Aira Si Gadis Dingin

Aira Si Gadis Dingin
Bab 73


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu..


Kini Aira sedang menikmati masa liburnya, namun gadis cantik tersebut manalah mungkin akan betah untuk duduk manis dan guling guling cantik di kasur, paling sehari dua hari dia akan betah di rumah, selanjutnya banyak tugas yang harus dia selesaikan


Kini para matan preman yang katanya sudah tobat itu, sudah mulai dengan kegiatannya warung pecel lele, bengkel dan pencucian mobil sudah buka beberapa waktu lalu, pelanggan mereka lumayan ramai, banyak pula mantan mantan preman yang ikut bekerja dengan mereka.


Kini Aira juga sedang membuat kos kosan kelas menengah atas dan dia juga mendatangkan beberapa orang dari kampungnya untuk membantu usaha Aira,


Aira yang sedang enak enak berguling guling ria di atas tempat tidurnya, terganggu dengan suara hp yang tidak ada henti hentinya berbunyi.


"Siapa sih... ganggu aja!" kesal Aira meraih hpnya


"Ya hallo...."


"Sayang... kamu lagi apa..?" tanya Brian di sebrang sana.


"Lagi tidur tiduran, tapi abang ganggu acara aku...!" kesal Aira sambil memanyunkan bibirnya


"Ncek... ngak ada ya tidur tiduran, bikinin abang makan siang, anter ke kantor ok..!"


"Ngak mau ah... aku mau istirahat!" ucap Aira yang memang lagi malas untuk kemana mana hari ini,

__ADS_1


"Ngak ada penolakan, klau kamu ngak nyampe di sini pas makan siang, awas kamu abang ke kontrakan abang makan kamu..!" ancam Brian.


"Apaan sih... ngak jelas, Ceo mesum...!" kesal Aira.


"Biarin mesumin kamu kan enak, calon istri sendiri ini!" ucap Brian terkekeh mendengar suara jutek sang kekasih.


"Bodo amat, aku mau tidur!" kesal Aira mematikan sambungan teleponnya.


Brian di bikin kesal oleh tingkah sang kekasih hatinya itu, niat hati menyuruh Aira datang, karena dia tau sang kekasih sedang di rumah, dia sangat merindukan Aira,


Karena sudah dua hari dia tak bertemu pujaan hatinya itu, karena lagi pulang dari luar kota.


Tiba tiba Arya dan Wiliam masuk ke dalam ruangannya.


"Kenapa tuh... muka, kek pakaian ngak di setrika!" ucap Arya, padahal dia tau, siapa lagi yang bisa bikin Brian kayak gitu, kalau bukan Aira.


"Tau... kesel gue sama Aira..!"


"Kenapa... tumben!?" kekeh Wiliam


"Di suruh ke sini ngak mau, kan gue kangen... ini nih... kerjaan ngak ada habisnya!" kesal Brian

__ADS_1


"Ya udah sih... nikahin aja, kemana mana bisa loe ajak!" kekeh Wiliam


"Ahhh... benar juga, minggu besok gue suruh keluarga nemuin orang tuanya!" Brian semangat.


"Eh... tapi tunggu Aira kan ngak mau pulang ke kampungnya?!" Galau Brian


"Loe kan punya nomor abangnya, loe telpon aja dia, suruh datang ke sini, bilangin loe mau ngelamar adeknya, dan minta ayahnya juga ikut ke sini!" usul Arya.


"Ahhh... Kau memang yang paling D' best!" puji Brian


Wiliam hanya terkekeh geli melihat tingkah Brian.


Aira yang sedang tidur tiduran akhirnya bangkit dari kasir, dan berjalan menuju dapur sambil komat kamit kayak baca matra.


"Ahh... abang ngeselin... di bilang males ke mana mana, malah di suruh ke kantor ngantar makanan, di kira aku tukang catering apa!" dengusnya


Tapi tangannya tetap kerja walaupun bibir tipis itu selalu mengoceh.


Tak selang satu jam, tersaji lah udang saos padang cumi crispy tahu goreng dan tumis kangkung, tak lupa Aira juga membuat puding buah untuk cuci mulut.


Aira masuk ke kamar untuk mandi dan ganti baju.

__ADS_1


__ADS_2